Thursday, December 14, 2006

Qanun Azasy NII SMK

sumber

Kesimpulan tentang NII adalah walaupun NII menjadikan Qur'an dan Hadits sahih sebagai hukum yang tertinggi, tetapi dalam hal menetapkan dan membuat hukum masih memakai sistem demokrasi barat yaitu melalui pengambilan suara terbanyak atau mayoritas.

Jadi dalam hal menetapkan dan membuat hukum dalam Qanun Azasy NII harus diadakan perubahan, dari cara melalui pengambilan suara terbanyak kepada
cara mendasarkan pada Al Qur'an dan Hadist. Apabila tidak dijumpai nas yang jelas, tetapi pada suatu masa telah ada kesepakatan (ijma) mujtahidin atas hukum-hukumnya, maka ijma mujtahidin yang dipakai. Jika tidak dijumpai nas yang jelas dan tidak dijumpai kesepakatan (ijma) mujtahidin, maka
dilakukan ijtihad untuk mencari hukum dengan membandingkan dan meneliti ayat-ayat dan hadist-hadist yang umum serta menyesuaikan dan
mempertimbangkan dengan perkara yang sedang dibicarakan kemudian diqiaskan dengan hukum yang sudah ada yang berdekatan dengan perkara yang sedang dibicarakan itu Apabila timbul jalan buntu dalam pembuatan dan penetapan peraturan, hukum dan undang undang diantara para ulil amri, maka Pimpinan Daulah Islam Rasulullah atau Khalifah di Khilafah Islam sebagai kepala pimpinan negara (yang harus ditaati menentukan dan mengambil keputusan untuk menetapkan peraturan, hukum dan undang undang menurut ijtihadnya.

Untuk meluruskannya perlu amandemen Qanun Azasy NII dalam pasal-pasal yang masih mengandung trias politika.

Sedangkan BAB I yang mengandung pasal dan ayat "NII mempunyai dasar dan hukum Islam, dimana hukum yang tertinggi adalah Qur'an dan Hadits sahih" menjadi ciri bahwa NII sebagai Negara Islam.

No comments: