Monday, May 21, 2007

Kepingin Mengaji Sama NII

sumber

Pertanyaan :

Saya adalah seorang mahasiswa di Jakarta. Saat ini ada beberapa teman saya yang baru-baru ini ternyata ikut pengajian di NII. Saya telah mencari informasi di internet tentang gerakan ini dan ternyata ada beberapa versi. Ada yang mengatakan bahwa NII itu adalah gerakan yang sesat, adapula bahwa NII yang sesat itu hanyalah NII KW IX. Saya ingin menanyakan fakta mana yang sebenarnya terjadi? Tolong dengan keterangan2 atau situs yang lengkap dikirim ke e-mail saya. Jazakalloh.

Ujang, xxxxxxx_joe@yahoo.com | IP: 125.160.97.90, Apr 30, 5:41 AM

Jawaban :

Kami memahami keresahan Ujang terhadap aktivitas beberapa teman yang diduga ikut NII KW IX yang menurut pemberitaan beberapa media adalah gerakan sesat. Siapa yang mau jika pengajian yang diikuti bukannya mencerahkan tetapi justru menyesatkan?

Di sini kami tidak akan menghakimi apakah pengajian yang diikuti teman-teman Ujang itu sesat atau tidak. Kami juga tidak akan membahas NII ataupun NII KW IX, apakah bisa disebut gerakan Islam atau justru harus disebut gerakan sesat. Kami lebih memilih memberikan jawaban yang akan mencerdaskan Ujang dan teman-teman yang lain. Silakan simak penjelasan berikut :

A. Identitas Organisasi/Partai

Tiga syarat organisasi dakwah Islam yang ideal :

(1) Asasnya Islam, dituliskan secara jelas dalam AD/ARTnya. Bukan berasas yang selain Islam. Asas berarti pijakan/dasar seluruh aktivitas organisasi. Jika asasnya tidak Islam, maka bagaimana mungkin organisasi itu akan mengajak pada ajaran agama Islam?

(2) Mempunyai target dan tujuan Islami yang jelas, serta bisa diukur tingkat keberhasilannya. Walaupun sulit dicapai, tetapi kalau masih dalam lingkaran “mungkin” itu adalah boleh.

(3) Mempunyai pemikiran (fikrah) yang hanya merujuk dari sumber ajaran agama Islam, yaitu Al Quran dan As Sunnah. Tidak merujuk pada kitab-kitab lain yang bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah.

Termasuk tidak boleh merujuk pada pemikiran orang-orang kafir seperti Karl Marx, Adam Smith, John Locke, Montesque, Thomas Hobbes, Sigmund Freud, dan lain sebagainya. Khususnya jika yang dibahas adalah hal-hal yang berkaitan dengan aqidah, ibadah, dan muamalah (termasuk sistem ekonomi, sistem politik dan pemerintahan, ataupun sistem pendidikan). Jika yang dibahas adalah sains dan teknologi, maka bisa diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan Islam.

(4) Mempunyai metode (thariqah) yang jelas untuk mencapai tujuannya. Thariqah itu harus thariqah yang Islami, bukan thariqah yang bertentangan dengan Islam. Contoh thariqah yang bertentangan dengan Islam : melakukan pemberontakan bersenjata, mendirikan negara di dalam negara (sehingga “negara” buatannya itu tidak mempunyai kedaulatan sendiri karena masih di dalam kekuasaan negara yang asli).

(5) Mempunyai agenda yang serius untuk membimbing anggota-anggotanya agar berkepribadian Islami (bersyakhsiyah Islamiyah), baik pemikirannya ataupun perasaannya.

Organisasi yang justru merusak kepribadian anggotanya misalnya membolehkan untuk tidak sholat lima waktu, melepaskan jilbab, bergaul bebas dengan lawan jenis, dsb. adalah organisasi yang wajib ditinggalkan.

B. Anggota Organisasi/Partai

Selain lima hal tersebut, anggota organisasi dakwah Islam haruslah dari kalangan orang Islam saja. Tidak boleh ada orang kafir yang bergabung di dalamnya. Jika ada, maka organisasi tersebut bukanlah organisasi dakwah Islam. Bagaimana mungkin ada orang kafir yang mendakwahkan Islam? Bukanlah ia sendiri yang harus didakwahi? Orang kafir hanya boleh masuk menjadi anggota organisasi Islam hanya jika ia telah masuk Islam terlebih dahulu. Ditandai dengan membaca dua kalimat syahadat yang diketahui secara pasti oleh pimpinan/pengurus organisasi dakwah tersebut.

C. Aktivitas Organisasi/Partai

1. Ide-ide/pemikiran organisasi yang disebarkan

Organisasi dakwah Islam harus beraktivitas menyebarluaskan ajaran Islam. Jika ada organisasi yang justru menyebarluaskan pemikiran yang tidak Islami seperti sekularisme, pluralisme, dan liberalisme, maka organisasi tersebut bukanlah organisasi Islam, tetapi organisasi sesat.

Jadi, kalau ada organisasi/partai yang mengatakan bahwa mereka setuju pluralisme maka organisasi/partai itu adalah sesat. Walaupun partai tersebut mengaku berasas Islam dan mengaku partai dakwah, itu adalah bohong belaka. Pada hakikatnya, partai penganjur pluralisme tersebut adalah sesat. Hal ini sesuai dengan fatwa MUI tentang haramnya penyebaran tiga pemikiran tersebut (fatwa haramnya sepilis). Sudah sepantasnya kita sebagai umat Islam mendukung sepenuhnya fatwa MUI tersebut. Tidak pantas ada organisasi/partai Islam yang justru membuat bingung umat Islam dengan mengadopsi istilah-istilah asing yang tidak Islami.

2. Dakwah pemikiran bukan kekerasan

Tujuan menerapkan syariah Islam harus dicapai dengan cara-cara yang dicontohkan Rasulullah saw. Dalam usahanya menegakkan sistem Islam, Rasulullah saw tidak pernah menempuh cara-cara kekerasan. Ini bukan karena beliau dan para sahabatnya takut, melainkan karena demikianlah perintah Allah. Oleh karena itu, jika ada organisasi yang mengajarkan atau mengajak pada cara-cara kekerasan seperti merampok, membunuh, atau mengebom, maka itu pasti bukan organisasi Islam. Bisa jadi itu adalah organisasi buatan orang-orang kafir yang dilabeli Islam, kemudian berusaha merekrut orang-orang Islam (yang hanya bermodal semangat tetapi berpikiran lugu). Tujuannya adalah untuk menciptakan ketakutan (syariahphobia) terhadap syariah Islam. Mereka ingin agar muslim yang memperjuangkan syariah Islam dianggap sebagai teroris yang wajib dilenyapkan.

C. Cara menyebarkan pemikiran

Dalam menyebarkan pemikiran, organisasi/partai dakwah Islam terikat dengan hukum-hukum syara’. Organisasi/partai tidak boleh menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Jadi, antara ide yang disebarkan harus sesuai dengan cara yang ditempuh.

Cara-cara yang melanggar syariat Islam tidak boleh ditempuh, walaupun cara itu mungkin akan mendatangkan/merekrut banyak anggota, disukai masyarakat, ataupun mendatangkan banyak dana untuk biaya operasional organisasi. Apalagi jika hanya untuk mendapatkan kekuasaan, sangatlah tidak pantas jika ada organisasi/partai Islam yang justru menggelar acara yang tidak Islami, misalnya : acara yang di dalamnya terjadi ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita), goyang dangdut yang menampilkan wanita muslimah di depan banyak penonton pria dan wanita, juga acara yang menampilkan artis wanita berpakaian seksi yang menyanyi dangdut dengan mendesah-desah diiringi goyangan erotis, dan cara-cara lain yang melanggar syariah Islam.

Nah, sekarang menjadi tugas Ujang dan teman-teman untuk meneliti lebih jauh pengajian yang telah diikuti teman-teman Ujang itu. Apakah telah sesuai dengan poin-poin yang kami jelaskan di atas?

Jika telah lolos seleksi dengan berbagai kriteria di atas, ya silakan ikuti pengajian yang diselenggarakan organisasi tersebut. Mahasiswa yang mengaji Islam tentu jauh lebih baik dibandingkan mahasiswa yang hanya pasif saja. Mahasiwa kalau hanya kuliah saja tanpa diiringi belajar dan berdakwah Islam, maka ia belumlah menjadi mahasiswa muslim yang ideal. Bukankah mengaji Islam dan mendakwahkan Islam adalah kewajiban semua muslim, termasuk mahasiswa muslim?

Akan tetapi, jika organisasi penyelenggara pengajian tersebut tidak sesuai poin-poin yang kami jelaskan di atas, maka jangan ragu-ragu untuk meninggalkannaya. Carilah forum-forum pengajian lain yang saat ini sudah banyak tersedia di sekitar kita. Apalagi di kampus-kampus kota besar seperti Jakarta. Pasti banyak forum pengajian Islami yang benar (tidak sesat) yang bertebaran di Kota Jakarta. Ujang dan teman-teman silakan memilihnya..

Pilihlah suatu forum pengajian yang ideologis, yang membahas Islam dari akarnya, sekaligus mampu menjelaskan kesalahan ideologi kapitalis-sekuler yang saat ini menguasai dunia. Serta mampu menjelaskan pula kesalahan “anak keturunan” dari ideologi sekuler tersebut yang biasa diusung dengan istilah-istilah mentereng seperti demokrasi, pluralisme, liberalisme, emansipasi, kesetaraan gender, dan lain sebagainya.

Selamat mengaji. Apabila masih ada yang belum jelas, silakan hubungi kami lagi kapan saja anda butuh bantuan. (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

Tuesday, May 15, 2007

Bukan Kleptomania tapi Money Mania

wiki

A person with this disorder is compelled to steal things, generally things of little or no value, such as pens, paper clips, small toys, or packets of sugar. Some may not be aware that they have committed the theft until later. The majority of kleptomaniacs sometimes have preferences to certain items (again, usually subconsciously); for example, batteries or television remote controls.

Kleptomania is distinguished from shoplifting or ordinary theft, as shoplifters and thieves generally steal for monetary value, or associated gains and usually display intent or premeditation, while people with kleptomania aren't necessarily contemplating the value of the items they steal or even the theft until they are compulse.


source

Untuk ex NII saya ingin tanya,saya punya teman dia ikut NII,SELAMA HAMPIR 6 TAHUN KALO GA SALAH, SELAMA ITU SAYA MENGENALNYA DAN SUKA MENIPU DAN MENCURI UANG ,TERKAHIR TAHUN 2006 DIA MULAI Mengaku bahwa bertahun tahun dia ditekan orang untuk berinfaq dan akhirnya dia jadi mencuri terus,karena nominal infaqnya makin banyak,terakhir dia sering saya lihat menangis dan solat tahajjud .saya tanya kenapa dia bilang dia menyesal dan takut mati karena sudah banyak berbuat dosa,



dia bilang dia bingung keluarnya gimana karena diancam dibunuh.jujur saya percaya dia,dan akhirnya saya percayakan lagi uang saya puluhan juta kpdnya seperti biasa dia mengelolanya,jumlah ini mungkin yg terbanyak yg pernah saya kasih padanya,tp ternyata seperti biasa uangnya dibawa kabur lagi sama dia.yg saya bingung dia benar tobat atau tidak,atau cuma taktik supaya dia bisa mendapatkan uang saya lagi.adakah carai NII pura2 begitu,karena sebelum nya saya tanya NII itu bagus atau tidak secara jelas dia bilang NII itu jeratan lingkaran setan ,jadi saya tak perlu masuk ke NII,KRN dia sendiri ternyata cuma pengen tau pas masuk dan pengen sampe level tinggi biar tahu siapa pemimpinnya,tapi makin tahu malah dia sulit banget keluar.dia sempat cerita bhw dia pernah hampir dibunuh,makanya dia bingung mau kabur kemana dan seumur hidup hrs infaq terus.dia dendam sama NII,saya bingung dia benar tobat atau tidak ,tapi kalo baca emailnya benar2 dia seperti org minta tolong dan terjebak.saya rela uanag saya diambil nya asalkan dia benar2 tobat dan ingin keluar ,dan skrg dia pergi entah kemana,semoga dia tetap di lindungi Allah ,krn ibunya yg stroke menagis terus,kok tega NII menyusahkannya padahal dia orang susah.dia mengaku dia seperti pahlawan kesiangan ,pengen bongkar NII malah dia berantakan .orangtua jadi stroke,tumor lambung dan adik meninggal .merkea shock anak nya yg baik jadi orang kebingungan .saya lebih shock krn anak sebaik dia diperalat NII.yA Allah kuasaMU lebih hebat untuk orang2 yg menzalimi hambaMU yg lemah ,tOLONGLAH KAMI YA aLLAH DAN HAMBA2 mU YG kAU CINTAI .Pejabat NII dan YG MERASA ,DIMANAKAH HATI NURANI MU BERADA?

Thursday, May 10, 2007

Huahhh sudah biasa dehhhh


Tahniah diatas sikap anda yang ikhlas mahu menjadi tentera2 Allah serta
mendaulatkan ajaran Islam.Sebenarnya saya malas hendak menjawab persoalan
begini lagi kerana semuanya sudah dibongkar dalam website gerakankahfi.Cuma
sebagai orang yg pernah aktif terlibat secara serius dalan gerakan ini ingin
memberi sedikit nasihat sebagai peringatan. Setelah aktif lebih setahun
bolehlah saya simpulkan bahawa gerakan ini memberi lebih keburukan daripada
kebaikannya.Malah jika ia tidak dibenteras akan menjadi barah dalam
masyarakat kita seterusnya merosakkan akidah umat Islam dimasa akan
datang.Memang pada permulaannya ajaran yg cuba disampaikan dilihat begitu
ikhlas berjuang menegakkan syiar islam.Memang itulah strateginya utk
menyedar dan menambat hati pengikut2 baru kononnya merekalah Islam yg hak
disisi Allah.Ingin saya nyatakan disini bahawa sesiapa yg masih mengikut
gerakan ini sebenarnya sedang menempah jalan menuju ke Neraka
Allah.Nauzubillah..Saya pun pada asalnya seperti saudara yg cintakan Islam
dan tidak mahu melihat Islam dipijak2 dan kelihatan lemah berbanding agama
lain.Bukan sedikit jihat harta dan diri yg telah dicurahkan.Hampir RM10,000
telah dileburkan.Jika ditanya sesiapa pun umat Islam sekarang tidak ada yg
mahu melihat Islam berada dibawah.Gerakan ini sebenarnya mengeksploitasi
kelemahan2 tersebut dan kononnya merekalah yg berada dijalan yg lurus dan
sesiapa yg tidak bersama mereka adalah kafir.Perlu saya tegaskan, ini
BUKANLAH AJARAN ISLAM seperti yg anda fikirkan tetapi ia adalah AJARAN AGAMA
BARU versi islam yg bertopengkan Islam utk memurtadkan sebilangan umat islam
yg kecewa dengan kedudukan Islam sekarang.Ia adalah DAJJAL yg ditunggu oleh
umat akhir zaman.Sekian...

Doktrin Kahfi/60:1


source


orang deket bgt gue pernah kena ceritanya gini :

dia ikut pengajian di suatu tempat dan pulangnya langsung main ke rumah gue dan cerita dengan berapi-api tentang kebangkitan umat islam.. gilee semangat bener. trus dia ngajak gue ikut dan awalnyanya sih cuma tanyajawab aja, sekolah dimana, kalo lagi nganggur ngapain aja.. simple conversation lah, the next day diajak lagi tapi gue males. setelah itu gue diajak2 mulu tapi gue ngelak terus bukan karena gue curiga ini ga beres tapi waktu itu gue sama sekali nggak religius (cuma soljum ama solat ied doanks).

ngga berapa lama dia pinjem duit lumayan gede ama gue katanya untuk keperluan yang mendesak bgt. berhubung orang deket ya gue kasih eh ngga berapa lama gue dapet warning dari ortu dia bilang dia udah join NII. katanya dia dikejar setoran tiap hari untuk kemajuan umat gitu lahh puyeng gue.. parahnya dia ampe udah bikin duplikat kunci tiap ruangan dirumahnya dan hampir mau ngosongin rumahnya tapi ketauan. gue kaget karena dia religius banget.

kira2 2 tahun lah dia kejebak disana, dia insyaf setelah diajak naik haji ama keluarganya n akhirnya sadar walaupun melalui proses yang cukup rumit. tapi terkadang dia masih suka trauma kalo inget2 karena dia udah nyemplung lumayan dalem.. wahh kalo denger cerita detailnya sih emang lumayan bikin sakit kepala..

menurut gue sih hati2 aja kalo ada orang yang ngomongin tentang kebangkitan umat islam dan biasanya mereka bilang "ini antara kita, jangan bilang siapa2 dulu" kalo gue rasa sih untuk menghindarkan kita dari mencari second opinion. terakhir masih sempet diajakin tapi gue kerjain, gue sok semangat dan pas hari H gue ngilang.. hohohoho.. ampe 3x pula

well.. hati2 lahh btw gue anggota baru, salam kenal ya semuanya..

Friday, May 04, 2007

Fenomena Kaslanis


sumber

Pengaruh lingkungan dalam membentuk corak keberagamaan, bagaimana?

Saya cenderung anti-sosial dan tak peduli. Yang menentukan lingkungan waktu itu kebetulan memang agama. Dan agama yang saya pilih adalah Islam dan karena itu saya lebih mengerti tentang apa yang harus dilakukan dalam bidang itu. Tapi waktu kelas III SMA, saya mulai memilih kelompok tarbiyah dan mulai mengenakan jilbab.

Itu terjadi sekitar tahun 1990-an. Waktu itu mengenakan jilbab memang tidak dibolehkan di sekolah umum. Semua diseragamkan sekolah. Tapi dengan begitu, saya justru ingin tampil beda dari anak-anak di sekolah. Saya pikir, jilbab waktu itu adalah sebuah simbol pernyataan diri atau identitas.

Bagaimana nuansa keagamaan di sekolah-sekolah umum saat itu?

Unik. Saya bergairah mengikuti rohis (rohani Islam) karena ada ruang kontemplasi yang saya tidak temukan di televisi dan teman-teman yang suka dugem atau jalan-jalan. Saya justru menemukan kepuasan spiritual di sana. Saya dulu kan tidak peduli dengan orang lain dan egois. Beranjak dari rohis itu, saya bertemu dengan kelompok-kelompok tarbiyah. Ada halaqah dan segala macam kegiatan.

Tapi saya tidak cepat puas. Karena ketidakpuasan, saya mulai mencari perbincangan tentang isu-isu perempuan. Sejak itu saya membuat mading (majalan dinding) bersama teman-teman dan para ikhwan. Tapi kemudian, saya dilarang membuat gambar-gambar kartun, hanya karena saya perempuan. Laki-laki justru boleh. Alasan itu sangat tidak masuk akal bagi saya.

Saya langsung mundur dan mencari aktivitas lain. Lalu saya ikut lomba karya tulis tentang sekolah ideal dan meraih juara satu. Sekolah ideal yang saya bayangkan waktu itu adalah yang mensegregasi antara anak perempuan dan laki-laki. Saolnya, isu perempuan yang saya dapati waktu itu adalah tentang banyaknya pelecehan terhadap perempuan. Makanya, saya berpikir solusinya adalah dipisahkan, supaya prestasi perempuan kelihatan. Sebab, kebanyakan siswa perempuan introvert dihadapan laki-laki. Jadi mereka tidak bisa muncul.

Adakah titik balik cara pandang Anda terhadap agama di kemudian hari?

Ya, dan itu karena kekecewaan. Saya kan orang sangat idealis. Ketika tak menemukan yang ideal di sana (gerakan tarbiyah), saya mencari yang lain, tapi masih dalam aspek yang sama, yaitu Islam. Waktu juara lomba karya tulis itu, saya didatangi seseorang yang mengajak aktif di halaqah dia. Dulu saya juga sempat ikut ICMI Orwil Jakarta. Nah, orang itu mengajak saya untuk membuat kajian teoritis-analitis tentang Islam dan kenegaraan.

Ternyata, setelah datang beberapa kali, tiba-tiba saya dibaiat dan diminta berganti nama jadi Fatimah Azzahra. Di situ saya kemudian menemukan agama bisa menggunakan logika lebih banyak. Saya diajak berpikir tentang bagaimana Islam di Mekah dan mengapa Nabi hijrah ke Madinah; bagaimana Tuhan dan lain-lain. Analogi-analogi itu menurut saya bisa masuk akal.

Seperti apa ikrar baiat ketika itu?

Aduh, saya lupa. Tapi sifatnya agak militeristik. Loyalitas ditujukan hanya kepada Rabb. Tapi Rabb yang mereka pikirkan bukan hanya sesuatu yang imaginer, tapi nyata: berupa negara. Kita diajak hijrah dari Mekah ke Madinah, dari jahiliah ke Islam. Saya merasa jadi orang yang disucikan, atau dalam istilah mereka, sudah tazkiah. Di situ banyak masalah unik yang saya temukan. Menarik juga sih untuk ukuran waktu itu.

Tapi lama-lama kok ada tugas macam-macam seperti tugas kenegaraan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia). Mereka menyebut tugas itu untuk memperjuangkan tegaknya Negara Islam Indonesia (NII). Bagi mereka, di Indonesia itu sebenarnya ada dua negara: RI dan NII. Ada yang aktual dan ada yang sedang diimpikan. Mereka mengklaim, ketika sudah berganti nama menjadi Fatimah Azzahra, maka saya sudah hidup di negara yang diimpikan itu (NII).

Saya benar-benar merasakan bahwa pikiran dan jiwa saya bukan lagi di negara kesatuan republik Indonesia. Saya tidak bilang itu ilusi di waktu itu, tapi sebuah kenyataan. Karena itu, saya juga bersedia dikenakan pajak dan sebagainya. Setiap bulan saya harus menyumbang Rp. 50.000 untuk gerakan. Lama-lama angkanya naik menjadi Rp. 100.000 per bulan. Wah, sampai lima tahun dalam gerakan, saya merasa ternyata cuma ditarik uang doang.

Adakah hak-hak Anda yang diakui di negara impian itu?

Kalau dihitung-hitung, yang ada kewajiban semua. Jadi harus membayar infak lah, merekrut orang lah. Setiap bulan, saya harus merekrut orang, dan selama seminggu, diusahakan dapat sebelas orang. Saya sampai turun ke Terminal Pulo Gadung untuk mencari orang yang bisa ditarik ke NII. Untuk beberapa orang, saya berhasil. Ada sopir Metromini, beberapa mahasiswa, dan sebagian pelajar yang sampai dicari-cari kepala sekolahnya, yang berhasil saya rekrut. Pokoknya militansi saya luar biasa.

Saya berpikir, kalau ingin bikin revolusi, memang harus begitulah caranya. Saya bekerja hampir tanpa pamrih. Tidak ada hak sama sekali, kecuali kepuasan hati. Itu justru dianggap kepahlawanan dan pengabdian kita terhadap negara yang kita impikan. Dan memang banyak sekali iming-imingnya. Misalnya, kalau NII sudah futuh atau menang dan RI kalah, maka kamu akan mendapatkan surga sebagaimana yang digambarkan Alquran. Waktu itu, saya berpikir “boleh juga, ini!” Makanya saya bisa bertahan sampai lima tahun.

Kapan Anda berpikir itu hanya ilusi lalu banting setir ke persoalan lain?

Saya banting setir ketika mulai melihat adanya ideologi yang fasistik di situ. Manusia benar-benar tidak dilihat keberadaannya. Jadi apapun yang dikatakan pimpinan kita, kita harus sepenuhnya nurut. Disuruh membunuh orang, kalau perlu, ya bunuh orang. Mencuri, kalau perlu, ya mencuri. Saya akhirnya sempat mencuri untuk membayar infak. Itu fakta, bukan omong-kosong. Yang tidak fair dari gerakan ini: kita selalu dikasih mimpi terus, sama seperti sinetron Hidayah.

Sejak kapan Anda merasa ada yang tidak beres dalam utopia Anda itu?

Pada tahun keempat dalam gerakan. Tahun kelima saya keluar. Itu terjadi saat masih kuliah dan menjelang skripsi. Skripsi saya betul-betul belang-blentong. Tapi setelah pelan-pelan keluar, akhirnya beres juga skripsi itu. Sejak itu saya langsung melakukan titik balik. Saya pergi dan tak peduli lagi dengan banyak orang yang mencari. Saya mulai masuk teater Taman Ismail Marzuki. Dan justru di situlah saya merasakan diri saya sebenarnya.

Saya merasakan dunia lebih ramah. Saya sudah masuk di fase sebelumnya yang terisolasi. Makanya, saat masuk fase keterbukaan, keragaman, kok saya justru diterima dan merasa jadi diri sendiri. Akhirnya saya mengekspresikan perasaan itu lewat seni dan teater. Saya sempat ngamen di jalan, nyanyi-nyanyi, dan lain sebagainya. Di situ saya merasakan kehidupan yang sebenarnya.

Ketika memutuskan keluar dari NII, Anda tak takut akan disanksi?

Nggak sama sekali. Semua adalah ilusi. Saya tak pernah mendapat teror. Sampai sekarang, saya kira gerakan ini masih ada, tapi under ground. Karena sebagai perempuan, keanggotaan saya hanya sampai level umat. Hanya laki-laki yang bisa jadi pemimpin. Karena itu, informasi tentang sistem NII sangat tertutup bagi saya. Saya agak kaget dengan temuan-temuan intelijen tentang kasus terorisme saat ini karena mereka juga memakai sistem sel seperti NII.

Jadi, selama ini saya tak bisa masuk ke dalam. Dan begitu keluar, saya tidak lagi bisa menemui mereka dan mereka pun seperti raib entah kemana. Memang sempat juga kami digrebek polisi ketika bikin rekrutmen di base camp Bekasi. Polisi sebenarnya tahu itu, tapi kucing-kucingan saja.

Ada berapa lapis dalam sistem sel kelompok seperti itu?

Mereka ada tujuh lapis. Istilah ini merujuk ke surah al-Baqarah tentang tujuh lapis langit. Jadi, ada lapisan Musa, Ibrahim, sampai Adam. Nah, kita yang umat hanya boleh tahu sampai level Musa. Kalau kita nanya soal level di atasnya, kita akan dibilang kayak Ibrahim yang ingin melihat matahari tapi justru silau. ”Kamu harus melihat ke bumi, jangan ke matahari, kalau tidak mau silau!” kata mereka. Perumpamaan-perumpamaan seperti itu, saya pikir kok bagus banget waktu itu.

Tapi saya tak tahu perkembangan yang sekarang. Laki-laki yang pangkatnya sampai level Ibrahim atau Hud, mungkin bisa lebih banyak tahu. Tapi biasanya, mereka cenderung trauma karena sudah terjebak di dalam sistem. Saya pikir, abang saya pernah jadi anggota pada level itu dan mengalami latihan-latihan militer. Karena itu, abang saya ingin keluar, tapi takut diteror. Untungnya dia tidak sampai diteror. Sekarang, dia seperti mengalami trauma. Nah, hal-hal seperti itu tak pernah diinformasikan kepada kita yang di level umat.

Apakah orangtua ikut mengamati perubahan-perubahan Anda?

Jelas. Waktu saya masuk rohis, saya sudah diamati, terutama soal pakaian. Pernah juga saya ditegur teman, ”Kok jilbabnya makin panjang?!” Saya mengamuk: ”Emangnya apa urusan Anda?!” Banyak sekali waktu itu kejadian yang membuat saya cepat marah. Disenggol dikit langsung marah. Waktu itu, saya memang sangat emosional. Tapi pelan-pelan, ketika masuk ke fase baru, perkembang emosi dan pikiran saya langsung melejit. Kreativitas makin tumbuh.

Sampailah ketika saya masuk Program Pascasarjana Kajian Wanita Universitas Indonesia. Di situ saya makin menemukan jati diri saya sebenarnya. Saya tak lagi menyandarkan diri pada sistem, perintah, atau pimpinan. Saya lebih bersandar pada diri sendiri. Saya kemudian menemukan teori yang cocok untuk diri saya sendiri.

Akhirnya, saya masuk Jurnal Perempuan dan di situ bisa melihat banyak orang dari atas. Rupanya, banyak juga orang yang punya sejarah hidup seperti saya. Banyak ilusinya; banyak utopia yang sama sekali tidak riil. Tapi saya tidak menyesali pengalaman itu, karena itu merupakan bagian dari perjalanan hidup saya. Saya jadi tahu banyak.

Apa pengaruh Kajian Wanita bagi Anda?

Sebelum di Kajian Wanita, saya seperti manusia yang buta. Begitu masuk di sana, tanpa harus diperintah untuk belajar ini-itu, teori ini-itu, saya cepat dapat menangkap persoalan dan menemukan solusi dan kesimpulannya. Nggak tahu, pokoknya Kajian Wanita memberikan saya alat-alat produksi sosial untuk bisa menghadapi kehidupan sebagai perempuan. Ternyata, saya sendiri yang harus berpikir. Ternyata, ada masyarakat yang diciptakan oleh posisi sosial tertentu. Pokoknya saya berpikir tidak hitam-putih lagi, lebih ingin mengejar ke akar-akar persoalan.

Adakah buku-buku yang ikut mempengaruhi perkembangan Anda?

Saya cenderung bisa seperti jet, keluar dari NII, ketika diberi novel oleh kakak saya. Novel itu dikarang oleh penulis Timur Tengah, yaitu Nawal El Saadawi. Kelompok-kelompok seperti NII itu kan suka terjebak simbol Islam. Kebetulan namanya Nawal Arab gitu. Wah ini dikira Islam; ditulis perempuan yang saleh. Makanya saya baca. Padahal isinya sangat memberontak.

Waktu itu saya tak tahu kalau novel Nawal mengandung isu feminisme. Jadi, perkenalan saya dengan isu feminisme justru tidak dimulai dari penulis Barat, tapi penulis Arab: Nawal El Saadawi dan Fatimah Mernissi. Dari situlah saya lalu menentukan pilihan kuliah S2 di Kajian Wanita. Saya masuk seperti orang yang sudah tahu isu gender karena telah membaca karya-karya itu.

Jadi karya-karya sastra itu mengubah sesuatu, ya?

Ya, sangat mengubah. Menurut saya, tulisan-tulisan Nawal mengilhami orang yang membacanya untuk bertindak revolusioner, bukan dalam konteks negara, tapi dalam konteks pribadi. Dengan membacanya, saya merasa harus berubah secara radikal. Nawal sangat to the point ketika membicarakan dirinya, menukik langsung ke kehidupan nyata, ke dalam kondisi sosial masyarakat.

*image taken from here

Thursday, May 03, 2007

Fenomena Kaslanis

source

Dialog kesembilan:
Nidah dan gerakan Islam

Dalam hal ini terpaksa saya katakan bahwa mbak Nidah pengetahuannya tentang gerakan Islam amatlah minim, terbukti sampai beberapa lama dia tidak bisa membedakan mana gerakan Islam yang benar, mana yang tidak benar. Sebenarnya kalau sejak awal dia tahu dogma gerakan itu menghalalkan menipu, merampok, menganggap halal harta orang lain di luar kelompoknya, bahkan dianggap kafir, maka saya katakan cepatlah lari jauh-jauh dari kelompok itu. Itu jelas sudah enggak benar dari sisi manapun apalagi Qur’an dan Sunnah. Sebab tidak ada perjuangan suci menegakkan syari’ah tetapi di sisi lain dikotori dengan cara-cara nista, keji, dan kotor. Apakah kita berniat membersihkan air kencing dengan air kencing? Kalau memang cara-cara tersebut menjadi andalan dalam mewujudkan syari’at Islam yang suci maka dapat dikatakan mereka bukanlah gerakan Islam tetapi justru gerakan yang menghancurkan dari dalam.

Buat para wanita saya ingatkan kalau memang anda ingin aktif di gerakan Islam carilah gerakan Islam yang ingin menerapkan Islam ini secara kaffah, cari-carilah setiap hari apa yang dibicarakan dalam gerakan itu, keseluruhan Islam ataukah salah satu bagian Islam saja, misalnya hari-harinya yang dibicarakan politik saja dan melupakanyang lain seperti: aqidah, syari’ah, akhlak, penyucian jiwa, dll. Atau mengurus ekonomi saja melupakan aqidah. Pendek kata, carilah gerakan Islam yang syamilah (menyeluruh), bukan juz’iyyah (parsial). Carilah ajaran Islam yang mengurusi baiknya qolbiyah (hati), fikriyyah (pemikiran), dan jasadiah (tubuh kita)....

Aku Masih Exist


source

Asslamualaikum Warahmatullah Wb.

sekedar ingin berbagi dengan kegelisahan dari mantan NII,
sekarang gerilya nii-kw9 yang bermarkas di XYZ semakin merajalela,
korban-korban baru makin banyak berjatuhan,
Jika di telaah lebih jauh, gerakan ini hanyalah kedok untuk merusak umat
islam dari dalam,
terutama generasi muda, mental mereka yang sudah ikut rata-rata akan
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

- sering berbohong dan selalu minta uang (jka masih kuliah) dengan dalih
yang tidak jelas
- kuliah terbengkalai bahkan sampai DO (drop out)
- kalau diajak bicara sering tidak "konek"
- menganggap diluar golongan mereka adalah binatang dan sampah

masih banyak lagi ciri-ciri kalau di tuliskan disini,

salah satu bukti gerakan mereka ada sampai saat ini kita
bisa refer di salah satu postingan blog di
http://bangsari.blogspot.com/2007/02/lagi-lagi-nii.html

sebetulnya banyak bertebaran sekali artikel tentang NII-KW9 di internet,
namun mengapa gerakan ini tetap eksis sampai sekarang ???? tanya kenapa ????

saya miris sekali, begitu banyak generasi muda yang menjadi target gerakan
mereka.
Untuk itu mohon kita semua untuk waspada dan menginformasikan hal ini ke
khayalak yang lainnya.

Wassalamulaikum wr. wb.
*picture taken from www.flyingdogshow.com

Tuesday, May 01, 2007

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Memoir Luka Seorang Muslimah


source

Ringkasan Isi Buku
Buku tersebut mengisahkan ulang perjalanan seorang muslimah yang menjadi pelacur. Awalnya, Nidah Kirani, seorang mahasiswi dan aktivis jemaah Islam yang mencita-citakan tegaknya Islam kaffah dalam Daulah Islamiyah Indonesia, mengalami kekecewaan yang dalam. Sebab spiritualitas kawan sepergerakannya ternyata biasa-biasa saja, dan di samping itu dia merasa dibodohi karena tidak tahu program dan arah gerak jemaah. Pemikiran jemaah dinilainya sebagai dogma-dogma yang tak masuk akal. Maka Nidah Kirani memberontak dan lari dari jemaah dan mulai mencoba hidup baru secara bebas.

Dia lalu bergaul dengan kehidupan malam, seks, dan narkoba. Lalu menjadi perempuan penganut free-sex yang liar dan akhirnya menjadi pelacur profesional, di bawah seorang germo yang juga dosennya sendiri sekaligus anggota DPRD dari sebuah fraksi yang sering meneriakkan tegaknya Syariat Islam. Semua perilakunya ini dilakukannya karena kekecewaannya yang dalam, di samping untuk memberontak kepada Tuhan yang dianggapnya telah menghancurkan dirinya. Pada akhirnya, dia melakukan perenungan, dan sampailah dia pada suatu kemantapan untuk menjadi seorang pelacur, sebagai upaya untuk memaknai eksistensi dirinya, sekaligus untuk menunjukkan bahwa menjadi pelacur berarti menguasai dan menundukkan laki-laki, bukan dikuasai dan ditundukkan laki-laki seperti halnya dalam sebuah lembaga pernikahan.


*nota gambar-diambil kepada jawab buku "Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur" , selanjutnya di sini