sourceDialog kesembilan:
Nidah dan gerakan Islam
Dalam hal ini terpaksa saya katakan bahwa mbak Nidah pengetahuannya tentang gerakan Islam amatlah minim, terbukti sampai beberapa lama dia tidak bisa membedakan mana gerakan Islam yang benar, mana yang tidak benar. Sebenarnya kalau sejak awal dia tahu dogma gerakan itu menghalalkan menipu, merampok, menganggap halal harta orang lain di luar kelompoknya, bahkan dianggap kafir, maka saya katakan cepatlah lari jauh-jauh dari kelompok itu. Itu jelas sudah enggak benar dari sisi manapun apalagi Qur’an dan Sunnah. Sebab tidak ada perjuangan suci menegakkan syari’ah tetapi di sisi lain dikotori dengan cara-cara nista, keji, dan kotor. Apakah kita berniat membersihkan air kencing dengan air kencing? Kalau memang cara-cara tersebut menjadi andalan dalam mewujudkan syari’at Islam yang suci maka dapat dikatakan mereka bukanlah gerakan Islam tetapi justru gerakan yang menghancurkan dari dalam.
Buat para wanita saya ingatkan kalau memang anda ingin aktif di gerakan Islam carilah gerakan Islam yang ingin menerapkan Islam ini secara kaffah, cari-carilah setiap hari apa yang dibicarakan dalam gerakan itu, keseluruhan Islam ataukah salah satu bagian Islam saja, misalnya hari-harinya yang dibicarakan politik saja dan melupakanyang lain seperti: aqidah, syari’ah, akhlak, penyucian jiwa, dll. Atau mengurus ekonomi saja melupakan aqidah. Pendek kata, carilah gerakan Islam yang syamilah (menyeluruh), bukan juz’iyyah (parsial). Carilah ajaran Islam yang mengurusi baiknya qolbiyah (hati), fikriyyah (pemikiran), dan jasadiah (tubuh kita)....
Nidah dan gerakan Islam
Dalam hal ini terpaksa saya katakan bahwa mbak Nidah pengetahuannya tentang gerakan Islam amatlah minim, terbukti sampai beberapa lama dia tidak bisa membedakan mana gerakan Islam yang benar, mana yang tidak benar. Sebenarnya kalau sejak awal dia tahu dogma gerakan itu menghalalkan menipu, merampok, menganggap halal harta orang lain di luar kelompoknya, bahkan dianggap kafir, maka saya katakan cepatlah lari jauh-jauh dari kelompok itu. Itu jelas sudah enggak benar dari sisi manapun apalagi Qur’an dan Sunnah. Sebab tidak ada perjuangan suci menegakkan syari’ah tetapi di sisi lain dikotori dengan cara-cara nista, keji, dan kotor. Apakah kita berniat membersihkan air kencing dengan air kencing? Kalau memang cara-cara tersebut menjadi andalan dalam mewujudkan syari’at Islam yang suci maka dapat dikatakan mereka bukanlah gerakan Islam tetapi justru gerakan yang menghancurkan dari dalam.
Buat para wanita saya ingatkan kalau memang anda ingin aktif di gerakan Islam carilah gerakan Islam yang ingin menerapkan Islam ini secara kaffah, cari-carilah setiap hari apa yang dibicarakan dalam gerakan itu, keseluruhan Islam ataukah salah satu bagian Islam saja, misalnya hari-harinya yang dibicarakan politik saja dan melupakanyang lain seperti: aqidah, syari’ah, akhlak, penyucian jiwa, dll. Atau mengurus ekonomi saja melupakan aqidah. Pendek kata, carilah gerakan Islam yang syamilah (menyeluruh), bukan juz’iyyah (parsial). Carilah ajaran Islam yang mengurusi baiknya qolbiyah (hati), fikriyyah (pemikiran), dan jasadiah (tubuh kita)....