Monday, October 30, 2006

Baiah Pemuda Kahfi, Negara Kurnia Allah(NI/NKA): Antara Gimik, Harapan, dan Kenyataan....

  1. Saya menyatakan baiah ini kepada Allah di hadapan dan dengan persaksian pemimpin negara yang bertanggungjawab
  2. Saya menyatakan baiah ini sungguh-sungguh kerana ikhlas dan sucihati lillahitaala semata-mata dan tidak sekali-kali kerana sesuatu di luar dan keluar dari agama Allah, agama Islam dan Negara Kurnia Allah Negara Islam (NI).
  3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa raga dan nyawa saya serta apa pun yang ada pada saya berdasarkan sebesar-besar taqwa dan sesempurna tawakkal alallah bagi:
    1. a) Menegakkan kalimatillahi ilahi kalimatillah dan
    2. b) Mempertahankan berdirinya NI hinggu hukum syariat Islam keseluruhannya berlaku dengan seluas-luasnya dalam kalangan umat Islam.
  4. Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Allah, perintah rasul dan perintah ulul amri saya serta menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati
  5. Saya tidak akan berkhianat kepada Allah, rasulullah, dan ulul amri saya serta pemimpin negara dan tidak pula akan membuat noda atas umat Islam
  6. Saya sanggup membela pemimpin-pemimpin NI daripada segala bahaya bencana dan khianat dari mana dan apa pun jua.
  7. Saya sanggup menerima hukuman dari ulul amri saya sepanjang keadilan hukum Islam bila saya ingkar dari baiah yang saya nyatakan ini
  8. Semoga Allah berkenan membenarkan penyertaan baiah saya ini dan berkenan pula kiranya ia melimpahkan tolong dan kurniaNya atas saya sehingga saya dipandaikannya dalam melakukan tugas suci ialah haq dan kewajipan tiap-tiap mujahid menggalang Negara Kurnia Allah Negara Islam .
  • Amin
  • Allahuakbar 3x
[disiarkan di dalam akhbar KOSMO, Oktober 2006, MALAYSIA]
------------------------------------------------------------------------------------------

Bandingkan dengan teks laporan "Ma’had Al-Zaytun Sebuah Gerakan Keagamaan Dalam Perspektif Hermeneutika" dari Tim Peneliti INSEP (Indonesia Instutute for Society Empowerment) Jakarta dan kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI 2004:


Bismillahirrahmanirrahim,
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi la haula wala quwwnta illa billah
Asyhadu anla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah
Wallahi, demi Allah
1. Saya menyatakan bai’at ini kepada Allah, di hadapan dan disaksikan Komandan Tentara/Pemimpin
Negara yang bertanggung jawab.
2. Saya menyatakan bai’at ini sungguh-sungguh karena ikhlas dan suci hati lillahi ta’ala semata-mata,
dan tidak sekali-kali karena sesuatu di luar dan keluar daripada kepentingan agama Allah, agama
Islam, dan Negara Islam Indonesia.
3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa saya serta apa pun yang ada pada saya,
berdasarkan sebesar-besar takwa dan sesempurna-sempurna tawakkal ‘alallah bagi:

a)Menegakkan kalimatillah, li i’lai kalimatillah.
b) Mempertahankan berdirinya Negara Islam Indonesia,
hingga hukum syariat Islam seluruhnya berlaku dengan seluas-luasnya dalam kalangan umat Islam bangsa Indonesia di Indonesia.
4. Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Allah, kepada perintah Rasulullah dan kepada perintah
ulil amri saya, dan menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati.
Saya tidak akan berkhianat kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada Komandan Tentara, serta
Pemimpin Negara, dan tidak pula akan membuat noda atas umat Islam.bangsa Indonesia.
6. Saya sanggup membela komandan-komandan Tentara Islam Indonesia dan pemimpin-pemimpin
Negara Islam Indonesia daripada bahaya, bencana, dan khianat dari mana dan apa pun jua.
7. Saya sanggup menerima hukuman dari ulil amri saya sepanjang keadilan hukum Islam bila saya
ingkar daripada bai’at yang saya nyatakan ini.
8. Semoga Allah berkenan membenarkan pernyataan bai’at saya ini, serta berkenan pula kiranya Ia
melimpahkan tolong dan karunia-Nya atas saya, sehingga saya dipandaikan-Nya melakukan tugas
suci ialah haq dan kewajiban tiap-tiap mujahid: menggalang Negara Kurnia Allah Negara Islam
Indonesia.
9. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Wednesday, October 11, 2006

Pesan Imam SMK 1930

sumber

S.M. Kartosoewirjo, Tentang Sembahjang Djoem’ah dan Pendirian Masdjid (P.S.I.I. Malangbong Mendapat Ganggoean) Fadjar Asia, (11 April 1930)

Tentang Sembahjang Djoem’ah dan Pendirian Masdjid
(P.S.I.I. Malangbong Mendapat Ganggoean)
Fadjar Asia, (11 April 1930)

Bismillahirrahmanirrahim
,,Ahasibannasoe ajjoetrakoe aamanna wahoem la joeftanoen?”
,,Apakah orang2 itoe mengira, bahwa mereka soedah tjoekoep dengan mengatakan, saja pertjaja” dengan tidak dioedji (sehingga mana ketebalan atau ketipisan Imannja ?” Soerah Al-Ankaboet: 2.
Sjahdan, maka tentang kepentingan sembahjang Djoem’ah dan masdjid bagi pembatja agaknja ta’ perloe lagi kita oeraikan. Semoeanja tentoelah mengakoei, bahwa sembahjang Djoem’ah itoe wadjiblah bagi kita. Demikian poela tentang pendirian masdjid. Wadjib, karena diperintahkan oleh Allah Soebhanahoe wa Ta’ala! Wadjib, karena faedah dan manfa’atnja bagi sekalian jang memperlakoekannja! Wadjib, karena kita dapat memperboeat ‘ibadah bersama2 kepada Toehan kita jang Esa, Rabboel ‘alamin, Toehannja sekalian machloek! Sekali lagi, wadjib! Wadjib! karena Allah! Lillahi Ta’ala!
Dari sebab itoe, berdosalah kita terhadap kepada Allah Ta’ala, bila kita melalai-kannja! Berdosalah poela bagi orang2 jang mempertengahkan kita berboeat jang demikian itoe! Maka jang hendak kita bentangkan ini ialah tentang perganggoean Sembahjang Djoem’ah, jang wadjib hoekoemnja itoe. Ialah satoe halangan, satoe rintangan, jang sedang terderita oleh P.S.I.I. Malangbong. Itoelah sebabnja, maka soe’al ini mendjadi kepentingan bagi sekalian oemmat Islam, teroetama jang tergaboeng dalam lingkoengan P.S.I. Indonesia.
Pembatja jang boediman !
Beginilah doedoeknja perkara. P.S.I.I. Malangbong mempoenjai satoe masdjid di kampoeng Panjingkiran, onderdistrict Malangbong. Tidak koerang dari 17 tahoen masdjid itoe berdiri di tempat terseboet.
Semendjak itoe hingga kini masdjid itoe mendjadi tempat ‘ibadah, tempat moe-sjawarah dlls, pendeknja mendjadi poesat bagi sekalian kaoem P.S.I..I. Malangbong, sebagaimana masdjid Islam jang pertama jang didirikan oleh Nabi kita jang Soetji. Moehammad c.’a.s., ialah masdjid di Qoeba, dekat Madinah. Selain dari pada itoe poen di masdjid tadi --ketjoeali sembahjang lima waktoe-- soedah beberapa lamanja diadakan (didirikan) Sembahjang Djoem’ah. Tiba2 kira2 seminggoe jang laloe sdr. Hoesain, nadhir dan imam dari masdjid terseboet, dipanggil oleh naib Mlb. Sesoedah sdr. Hoesain bertemoe dengan naib dan poenggawanja (djoeroetoelis zakat dll.), maka terdjadilah perbantahan antara kedoea fihak itoe tentang soe’al masdjid, jang didirikan oleh P.S.I.I.tadi, teroetama tentang Sembahjang Djoem’ahnja.
Doea djam mereka itoe bersoe’al djawab, tetapi fihak naib beloem dapat alasan dalam sjara’ Islam oentoek membatalkan atau tidak mengesahkan Sembahjang Djoem’ah, jang diadakan dalam masdjid di Panjingkiran tadi. Pertemoean jang pertama habis sampai di sitoe. Seminggoe kemoedian daripada itoe sdr. Hoesain dipanggil lagi di kaoem (masdjid Mlb.) boeat ditanja tentang hal pendirian sembahjang Djoem’ah di Masdjid di Panjingkiran terseboet. Ini kali boekan sdr. Hoesain sadja jang dipanggilnja, tetapi beberapa kjai (adjengan) lainnja poen dipanggil poela.
Sekarang boekan perkara Sjara’ Islam, melainkan tentang:....,,apakah sdr. Hoesain soedah meminta dan mendapat idzin dari Boepati Garoet boeat mendirikan Sembahjang Djoem’ah tadi”. Pertanjaan ini didjawab oleh wakil sdr. Hoesain, ja’ni sdr. Ardiwisastra, president P.S.I.I. Malangbong, bahwa tentang pendirian Sembahjang Djoem’ah (boekan roemah masdjid) itoe dia ta’ minta dan djoega tidak mendapat idzin dari boepati, karena menoeroet djawab pemerintah dalam sidang Volksraad berhoeboeng dengan Motie M.A.I.H.S. (di Bogor). Oentoek mendirikan Sembahjang Djoem’ah kita tidak diwadjib-kan minta dan mendapat idzin dari boepati. Dinjatakan dalam djawab itoe, bahwa boepati ta’ boleh anggap dirinja sebagai kepada agama dalam dairahnja, Adjengan2 itoe poen melahirkan pertimbangannja masing2, tetapi tidak ada jang menjinggoeng atau menggoegoerkan djawab sdr. Ardiwirasastra, walaupoen mereka itoe ,,kjai2 jang mendapat bisloeit dari boepati” dan kena pengaroeh dari perkoempoelan T.B.T.O. (batja: tebe te—o). Naib dan poenggawanja poen ta’ mengeloearkan pemandangan jang berhoe-boeng dengan hal itoe. Katanja, mereka itoe tjoema dapat perintah dari ,,kandjeng” boepati dan mereka tidak bermaksoed bikin apa2.
Sekian chabar jang haroes kita hidangkan dihadapan sekalian pembatja. Dalam asasnja maka mereka itoe boekannja hendak bermoesjawarat tentang agama, tetapi maksoednja ta’ lain melainkan hendak merintangi pergerakan, teristimewa menghalang-halangi pergerakan seperti P.S.I.I., jang berangan2 hendak mentjapai kemerdikaan bangsa, tanah air dan agama, agar soepaja sjara’ agama Islam dapat berlakoe atas tiap2 langkah, gerak dan hal ihwal kita. Bagaimana achirnja perkara ini, kita beloem dapat meramalkan. Maka kewadjiban kita sekarang hanja mesti bertaqwa kepada Allahoe Akbar, mengingat Firman Allah: ,,Fattaqoellaha masta-tha’toem.....” (,,Maka takoetlah kamoe kepada Allah dengan sekoeat-koeatmoe....”).
Erti ,,takoet” dalam hal ini boekannja kita disoeroeh diam seperti patoeng, atau mengemis-ngemis perdamaian, akan tetapi diperintahkan mendjalankan perintah Allah dan Rasoeloellah dan mendjaoehi larangannja, tegasnja membela dan mendjalankan barang jang benar dan melarang barang jang batal (moenkar).
Apa jang terseboet di atas soedah tjoekoeplah hendaknja memberi djalan kepada kita oentoek menentoekan sikap kita terhadap kepada soe’al tadi. Soenggoehpoen demikian, tidak ada tjelanja djika kita tambah lagi dengan menoendjoekkan Firman Toehan, agar soepaja kita mengetahoei soenggoeh2 apa jang mendjadi kewadjiban kita sebagai orang Moe’min dan oentoek menebalkan dan mengkoekoehkan Iman kita dan “last but not least” bagi mempertegoehkan dan mengoeatkan Tauhid kita. Demikianlah ajat jang menoendjoekkan kewadjiban kita: ,,Bahwa sesoenggoehnja (kewadjiban) orang2 jang pertjaja ialah beriman kepada Allah dan Rasoel-Nja, kemoedian mempergoenakan harta-benda dan djiwanja bagi membela (agama) pada djalan Allah”.
Demikianlah pertoendjoek Toehan kepada kita oentoek membela dan mendjalankan Agama Allah, Agama jang benar. Ta’ dapat ditambah, ta’ dapat dikoe-rangi! Kalau ditambah (melewati batas), maka berdosalah jang menambahnja! Kalau dikoerangi, maka berkoerang atau lenjaplah Iman orang jang mengoerangi! Inilah djalan jang benar, jang loeroes ialah djalan ac cirathal moestaqim. Inilah djalan, jang dikatakan orang sana ,,de guldenmiddenweg” atau ,,optimum”, djalan jang ada ditengah2! Moedah2an Allah Ta’ala menoentoen kita pada djalan itoe. Pendeknja: Kita haroes beroesaha dengan sekoeat-koeat tenaga dan fikiran kita, ringan atau berat, siang dan malam, pada djalan Allah (sabilillah), dengan harta benda dan djiwa kita.
Hidoep dalam Islam! Mati poen dalam Islam poela hendaknja! Demikianlah kejakinan dan sikap kita! Rintangan dan halangan wadjib ada dan wadjib kita memeranginja, wadjib kita membasminja sampai kepada akar2nja! Rintangan dan halangan bagi kita boekan soeatoe malapetaka, jang dapat menjebabkan kita berdoeka-tjita, dan djoega boekan soeatoe kesenangan jang menoemboehkan soeka-tjita, melainkan hanjalah satoe oedjian dari Allah oentoek mengoedji Iman kita, ialah soeatoe sjarat bagi kemadjoean pergerakan kita, soeatoe peringatan soepaja kita djangan melalai-kan perintah Toehan, dan satoe tjamboek agar kita mendjalankan perintah Toehan dengan soenggoeh2.
Ingatlah kepada apa jang terloekis di atas, nistjajalah tambah lama tambah keras perdjalanan kita menoentoet tjita2 kita, ialah kemerdikaan Agama. Inilah satoe adjaran soepaja kita menempoeh segala bahaja dan bentjana dengan tegak, berhadapan dengan rintangan dan halangan dengan hati jang tetap, berdjoeang pada djalan Allah dengan segala kekoeatan jang ada pada kita dan berlawanan dengan moesoeh kita dengan ichlas hati.
Sekianlah pemandangan kita tentang hal terseboet. Moedah2an keterangan kita jang sependek ini mendjadi faedah dan manfa’at bagi sekalian saudara kaoem Moeslimin. Amin, Ja Rabbil’alamin.
Achiroelkalam, kepada sidang pengarang soerat chabar ini kita mengoetjapkan diperbanjak2 terima kasih atas kemoerahan toean2. Wassalam
S.M. Kartosoewirjo Malangbong, 9 April 1930.

(dalam Bahasa Indonesia Klasik)

Monday, October 09, 2006

Suamiku dijebak al-kahfi....

Tuan,

Suami saya telah lama terjebak dalam kumpulan ini melalui teman-teman rapatnya. Saya tidak pasti sejauh mana, tetapi beliau telah pergi 'berhijrah'. Suami saya adalah seorang yang jujur dan tidak pernah berbohong dgn saya atau ibunya. Tetapi sejak menyertai kumpulan itu dia telah barangkali banyak kali berbohong dgn saya dan ibunya. Saya tidak suka dgn cara barunya ini. Tetapi saya sayangkannya dan turuti sahaja segala kemahuannya agar saya menyertainya walaupun saya curiga dgn apa yg disampaikan. Saya bukanlah muslim yang 'alim' tetapi saya cuba sebaik mungkin memenuhi kehendak rukun Islam dan Iman seperti sembahyang dan berzakat. Saya amat terkejut diberitahu bahawa zakat saya selama ini 'sia-sia' sahaja. Memang perkara yg dibentang seperti ayat-ayat amat sukar disangkal oleh org biasa yg kurang pengetahuan agama apatah lagi jika mereka tidak pernah sembahyg tak tahu mengaji dan tak pernah baca Al-Quran, pokoknya cetek pengetahuan agama dan hanya ikut-ikutan sahaja juga tidak faham bahasa arab. Kalau mereka ini cukup bagus mungkin boleh cuba 'dakwahkan' ustaz dari Universiti Islam contohnya. Tetapi mereka mencari mangsa yg senang dibuli dan digertak. Saya juga terkejut diberitahu bahawa dosa saya boleh ditebus dgn wang semata-mata ! Pernah juga siri kelas mereka melewati waktu sembahyg dan kami dibacakan satu ayat (tidak ingat yg mana) bahawa ditafsirkan bahawa kita boleh tinggalkan sembahyang kerana 'kelas' ini. Dan apabila kita meragui sesuatu mereka mencabar adakah ajaran ini 'sesat' ? Memang sah sesat pun. Hanya sekarang saya tidak pasti bagaimana hendak 'keluar' dan 'larikan suami saya ' dari mereka. Saya ingin minta jika ada sesiapa yg boleh tolong beri pandangan/pertolongan dalam hal ini. Saya amat sedih dan tidak mahu suami saya selamanya begini dan mati dalam keadaan sesat.

Negara EMPAT MUSIM?

saya dan husband dah kene...tatau laaa cemana leh kene..tp masa sesi intro tuh macam real jek...tak saspek pape lagi...tapi bila dah kene bayar duit..-kononnya utk mguji harta dan diri sebanyak RM600 saya dah rasa lain dah...then...1/4 wang taubah pon dah bayar...wang taubah=RM2500..sehari sebelum MOU saya terbaca modus operandi yg sama kat harian metro online...then saya terus search dan jumpa ur blog...rasa nak gugur jek jantung...yg saya ni dah masuk ajaran sesat. Suami saya lagi laa trauma......org tuh dok call dia...tapi lastly dia gertak nak report polis terus senyap....
saya tak sempat MOU lagi...
husband dah MOU tp masih awal lg..tak pegi BIPS lg...
apa tindakan saya lepas ni?patut ke saya report kat kat polis?JAIS?MAIS?
kalo kita mintak blk duit tuh ada tak derang nak bg...(mcm impossible)
saya ada search pasal al-zaytun dan dpt homepage ni...
http://al-zaytun.tripod.com/home.htm --> ada laaa macam yg derang dok citer2...tp bukan negara 4 musim laa...maybe 4 musim bg derang...hujan, panas kemarau, jerebu...

Salam Sayang dari Mantan Pimpinan

Hi,
Pada Jumaat malam baru-baru ini saya berjumpa dengan bekas pengikut kelas tafsir al-quran ini. Dia adalah pengarang artikel PERSENTREN AL ZAYTUN, SEBUAH NEGARA ISLAM?.
Katanya, memang group ini tidak mempunyai nama tetap. Pada awalnya ialah gerakan pemuda khafi tetapi disebabkan nama itu sudah di ketahui umum, so namanya bertukar-tukar mengikut masa. Begitu juga aktiviti-aktiviti dalam kelas tafsir itu. Sering bertukar-tukar nama mengikut kesesuaian. Tetapi motif utamanya ialah untuk mengumpul duit dari pengikut-pengikutnya. Dan apa yang di beritahu olehnya, berlaku penyelewengan di peringkat atasan yang mana duit yang di beri alasan untuk membina negara islam or duit taubat or etc telah di salah guna oleh peringkat atasan untuk kepentingan peribadi dan duit itu juga di salurkan ke Indonesia untuk tujuan pembangunan kawasan mereka di situ.
Para pengikut terutamanya wanita tidak akan mengetahui berlakunya penyelewengan tersebut kerana jawatan tertinggi hanya di pegang oleh lelaki dari peringkat executives hingga ke ulul amri. Di peringkat executive, mereka ini di ibarat kuli kepada ulul amri. Apa juga yang di suruh oleh ulul amri mereka kena patuhi. Hisap dadah adalah perkara biasa bagi ulul amri dan juga executive. Alasannya, Rasulullah tidak maksum dan pernah melakukan banyak dosa tetapi tidak diceritakan dalam sejarah. Mustahil Rasullullah dapat berdakwah pada orang seperti Umar Al Khattab jika peribadi baginda berbeza dengannya. Tetapi ini hanyalah di ketahui oleh pemimpin peringkat atasan sahaja.
Ulul amri akan memilih kawasan untuk di jadikan markas bagi kelas tafsir al-quran ini. Pemilihan di buat berdasarkan apa yang di terangkan oleh executivenya. Pada kebiasannya para executive akan pergi menyisiat kawasan itu terlebih dahulu sebelum ianya boleh di jadikan tempat kelas tafsir al-quran. Dia memberitahu beliau pernah bermalam di sebuah rumah kedai hanya untuk melihat sama ada tempat itu sesuai ke tidak, berapa kerap rondaan oleh pihak polis dan sebaginya. Jika sesuai maka proses pengubahsuaian akan di jalankan. Ini termasuk meletakkan papan tanda contohnya kelas tuisyen, syarikat insurans and etc bagi mengelak dari ianya di ketahui oleh pihak berkuasa.

Duit adalah peranan penting dalam survival group ini. Dari duit taubah, duit hijrah, duit aktiviti and etc adalah menuntungkan pihak atasan sahaja. Kalau ingkar ayat-ayat al-quran akan di baca. Selain itu, dia memberitahu, kaum wanita adalah lebih ramai dari kaum lelaki dalam group ini. Walaupun mereka tidak boleh memegang jawatan apa-apa tetapi kaum wanita yang masuk ini kumpulan tafsir al-quran ini di anggap penting sebab merekalah yang mengeluarkan wang dengan begitu banyak dan mudah terpengaruh di sebabkan ayat2 al-quran di bacakan depan mereka jika ingkar. Seperti apa yang di beritahu olehnya, wanita sehingga ke akhir tidak akan tahu berlakunya penyelewengan duit di peringkat atasan kerana meraka tidak memegang jawatan apa-apa dalam kumpulan ini.

Pada peringkat awal pengajian, memang ini tidak di nampak sebagai sesat sebab ianya berlandaskan al-quran semata2. Di percayai bila seseorang sudah melangkah ke peringkat PDU2 maka bab2 solat serta benda2 lain akan di beritahu. dia mengambil contoh solat, nanti suatu ketika ulul amri akan memberitahu walaupun kamu semua solat tetapi islam masih berada di peringkat bawah. Kamu semua yakin solat di terima allah?. Di sini serangan psikologi akan bermula kepada pengikut2nya. Di fahamkan Salat terbahagi kepada 2 bahagian, iaitu salat actual dan ritual. Solat yang lebih utama mahunya Allah ialah solat actual iaitu segala bentuk aktiviti ,program yang ditetapkan oleh kumpulan ini. Solat ritual ialah solat lima waktu tidak diwajibkan hingga setelah futuh. Hingga setelah futuh bermaksud bila negara islam betul2 telah di tubuhkan barula solat and ibadah2 lain perlu di kerjakan. So kesimpulannya ianya mengambil masa yang lama untuk seseorang dalam kumpulan tafsir ini sembahyang or melakukan ibadah Allah kerana bukan semudah itu untuk menubuhkan Negara Islam.

Dia juga memberitahu, orang yang di luar dari kelas tafsir ini di anggap kafir. Orang2 luar di anggap sebagai orang mekah. Mereka yang masuk dalam group ini di anggap sebagai orang madinah. Inilah yang membuatkan orang-orang dalam kelas tafsir kena berkahwin dengan orang dalam kelas tafsir itu jugak kalau tak ianya di anggap tidak sah sebab kahwin ngan orang kafir.

Ketika berdakwah, mereka ini akan datang secara berdua. Bukan bertiga atau one by one. Alasannya mereka ikut zaman nabi musa. Pada zaman ini nabi musa di bantu nabi harun menyampaikan dakwah kepada umatnya. Dan orang yang kena dengar apa yang diaorang cakap itu adalah firaun.
dia memberitahu, kumpulan ini mempunya ahli fikirnya yang tersendiri. Contohnya bila keluar dalam paper tentang mereka, mereka akan membuat discussion bagimana nak memberitahu kepada pengikut2nya terutamanya yang baru masuk yang artikel itu tidak benar, or mereka ini bukan pemuda khafi yang di sangkakan. Meraka ini membuat demikian supaya pengikutnya tidak akan keluar dari kelas tafsir al-quran ini
Pada peringkat MOU2 or JB2, mereka perlu pergi ke Indonesia dan melihat pembangunan Negara Islam di sana. Selepas mereka pulang, mereka ini akan di asingkan dari pengikut-pengikut yang baru masuk kelas tafsir ini. Nama juga akan di tukar. Alasannya tidak mahu mereka ini yang sudah berhijrah ke Indonesia selama seminggu menceritakan pengalaman mereka di indonesia. Di fahamkan pada peringkat PDU1, tenaga pengajar dalam kelas tafsir tidak akan memberitahu di mana Negara Islam ini wujud.
Kelas2 tafsir yang di adakan tiap2 minggu adalah adalah sebagai latihan untuk mereka berdakwah nanti. Di fahamkan mereka ini tidak menghafal satu surah pun dalam al-quran. Mereka hanya menghafal ayat demi ayat yang di anggap sesuai untuk mereka berdakwah nanti.
Itu jerla rasanya yang saya leh terangkan.