Monday, October 30, 2006

Baiah Pemuda Kahfi, Negara Kurnia Allah(NI/NKA): Antara Gimik, Harapan, dan Kenyataan....

  1. Saya menyatakan baiah ini kepada Allah di hadapan dan dengan persaksian pemimpin negara yang bertanggungjawab
  2. Saya menyatakan baiah ini sungguh-sungguh kerana ikhlas dan sucihati lillahitaala semata-mata dan tidak sekali-kali kerana sesuatu di luar dan keluar dari agama Allah, agama Islam dan Negara Kurnia Allah Negara Islam (NI).
  3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa raga dan nyawa saya serta apa pun yang ada pada saya berdasarkan sebesar-besar taqwa dan sesempurna tawakkal alallah bagi:
    1. a) Menegakkan kalimatillahi ilahi kalimatillah dan
    2. b) Mempertahankan berdirinya NI hinggu hukum syariat Islam keseluruhannya berlaku dengan seluas-luasnya dalam kalangan umat Islam.
  4. Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Allah, perintah rasul dan perintah ulul amri saya serta menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati
  5. Saya tidak akan berkhianat kepada Allah, rasulullah, dan ulul amri saya serta pemimpin negara dan tidak pula akan membuat noda atas umat Islam
  6. Saya sanggup membela pemimpin-pemimpin NI daripada segala bahaya bencana dan khianat dari mana dan apa pun jua.
  7. Saya sanggup menerima hukuman dari ulul amri saya sepanjang keadilan hukum Islam bila saya ingkar dari baiah yang saya nyatakan ini
  8. Semoga Allah berkenan membenarkan penyertaan baiah saya ini dan berkenan pula kiranya ia melimpahkan tolong dan kurniaNya atas saya sehingga saya dipandaikannya dalam melakukan tugas suci ialah haq dan kewajipan tiap-tiap mujahid menggalang Negara Kurnia Allah Negara Islam .
  • Amin
  • Allahuakbar 3x
[disiarkan di dalam akhbar KOSMO, Oktober 2006, MALAYSIA]
------------------------------------------------------------------------------------------

Bandingkan dengan teks laporan "Ma’had Al-Zaytun Sebuah Gerakan Keagamaan Dalam Perspektif Hermeneutika" dari Tim Peneliti INSEP (Indonesia Instutute for Society Empowerment) Jakarta dan kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI 2004:


Bismillahirrahmanirrahim,
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi la haula wala quwwnta illa billah
Asyhadu anla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah
Wallahi, demi Allah
1. Saya menyatakan bai’at ini kepada Allah, di hadapan dan disaksikan Komandan Tentara/Pemimpin
Negara yang bertanggung jawab.
2. Saya menyatakan bai’at ini sungguh-sungguh karena ikhlas dan suci hati lillahi ta’ala semata-mata,
dan tidak sekali-kali karena sesuatu di luar dan keluar daripada kepentingan agama Allah, agama
Islam, dan Negara Islam Indonesia.
3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa saya serta apa pun yang ada pada saya,
berdasarkan sebesar-besar takwa dan sesempurna-sempurna tawakkal ‘alallah bagi:

a)Menegakkan kalimatillah, li i’lai kalimatillah.
b) Mempertahankan berdirinya Negara Islam Indonesia,
hingga hukum syariat Islam seluruhnya berlaku dengan seluas-luasnya dalam kalangan umat Islam bangsa Indonesia di Indonesia.
4. Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Allah, kepada perintah Rasulullah dan kepada perintah
ulil amri saya, dan menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati.
Saya tidak akan berkhianat kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada Komandan Tentara, serta
Pemimpin Negara, dan tidak pula akan membuat noda atas umat Islam.bangsa Indonesia.
6. Saya sanggup membela komandan-komandan Tentara Islam Indonesia dan pemimpin-pemimpin
Negara Islam Indonesia daripada bahaya, bencana, dan khianat dari mana dan apa pun jua.
7. Saya sanggup menerima hukuman dari ulil amri saya sepanjang keadilan hukum Islam bila saya
ingkar daripada bai’at yang saya nyatakan ini.
8. Semoga Allah berkenan membenarkan pernyataan bai’at saya ini, serta berkenan pula kiranya Ia
melimpahkan tolong dan karunia-Nya atas saya, sehingga saya dipandaikan-Nya melakukan tugas
suci ialah haq dan kewajiban tiap-tiap mujahid: menggalang Negara Kurnia Allah Negara Islam
Indonesia.
9. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

No comments: