sumberMalam ini aq buka email n banyak bgt yg dari milis smu-q. Biasanya c langsung q delete2 bis banyak yg g penting gt.. Hehe..
Tapi perhatianq langsung tercurah k sebuah email yg dari subject-nya aja keliatan menarik bgt, yaitu tentang ajakan agar kita waspada terhadap gerakan NII.
Disitu si pengirim email tsb menceritakan pengalamannya diajak gabung oleh NII, padahal pengirim sudah sejak lama diingatkan oleh temannya tentang kegiatan tsb. Tapi seperti biasa.. Experiencing is believing!! Hehe..
Singkat kata, berikut penjelasan singkat dan syarat2 untuk menjadi anggota "N sebelas" ato NII ini, menurut pengalaman pengirim dan dari beberapa sumber yang saya temukan, adalah :
- Tidak memiliki saudara ABRI, polisi, ato yg b'bau2 militer, karena katanya mereka pasti akan menentang ideologi mereka (gerakan NII).
- Terdapat jabatan2 dalam NII, presiden, mentri, gubernur, hingga RW, RT, dan rakyat biasa. Lapisan jabatan tsb hanya dapat berinteraksi dengan lapisan yang berada tepat diatas dan dibawahnya, sehingga tak jarang para gubernur tidak tahu siapa yang menjadi presidennya. Dan para anggota diwajibkan memberikan iuran bulanan sesuai dengan jabatannya, mereka mewajibkannya dengan dalil "...segunung emas pun g bisa membalas karunia Allah".
- Mereka selalu merujuk pada ayat2 Al Qur'an, tapi hanya setengah2, sehingga sebenarnya pengertiannya tidak seperti itu, tapi dijadikan seperti itu.
- Mereka akan melakukan baiat kepada anggotanya dengan meminta uang "penyucian jiwa", dan jika calon anggota tidak mampu membayarnya akan dianggap hutang sang calon yang harus dibayar.
- Sejumlah iming2 dijanjikan kepada pengikut NII, seperti masuk surga, bahagia dunia akhirat, dsb.
- Dalam ajarannya boleh berzinah dan tidak solat asal membayar denda. (?????!!!!!!!!)
- Calon target adalah orang yang sudah lama diincar, diintai, dan tak jarang "pengumpan" kita adalah orang dekat kita sendiri.
- Pola dakwah relatif singkat (biasany kurang dr 3 x pertemuan). Sehingga yang dipaksakan disini bukannya keikhlasan, melainkan ideologi.
- Calon biasanya memiliki kelebihan harta, atau orang tua yg kaya, dan biasanya memiliki pengetahuan dinul Islam yg rendah.
- Mereka biasanya mengekslusifkan diri.
Jujur pada awalnya saya tidak begitu mengerti tentang NII, setau saya hanya gerakan ini tak jauh beda dan merupakan penerus dari DI/TII. Dan setelah membaca email tersebut pandangan saya tentang NII menjadi amat sangat buruknya. Tapi entah knapa saya jadi penasaran dan mencoba mencari tahu tentang gerakan tersebut.
Sangat mengejutkan mengetahui lebih jauh tentang NII. NII memang adalah gerakan yang berobsesi untuk mewujudkan Negara Islam Indonesia (kalau untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara Islam dan memberlakukan hukum2 syariah didalamnya c saya setuju sekali!!). Dan gerakan2 untuk mewujudkannya tak akan pernah pupus.
Tapi tahukah kamu bahwa NII yg sebenarnya beda jauh dari pandangan yang saya dapat pertama kali setelah membaca email dari milis ??
Bagi NII sendiri mereka pantang bertindak radikal, semisal mengajak anak muda bergabung dengan paksaan ideologi yang tujuannya untuk menghimpun dana, mengkafirkan orang, atopun memusuhi orang yang pemikirannya berbeda dengan mereka dalam membela Islam. Dan menurut sumber yg saya baca, kalau ada yang menamakan dirinya NII dan berbuat radikal, itu patut ditanyakan. Karena menurutnya NII memiliki kebijakan untuk berintegrasi pada masyarakat. Dan dengan kebijakan tersebut ada dua garis besar pembinaan pada masyarakat, yaitu kedalam pribadi Muslim itu sendiri dan dalam kehidupan rumah tangganya sehingga terbentuklah untuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahamah, dan senantiasa selalu mengharap ridho Allah.
Na ini dia yang menurut kebanyakan orang membuat masyarakat menjadi berpandangan negatif tentang NII. Dalam NII terdapat banyak faksi2, dan ada satu faksi yang ajarannya berbeda jauh dari konsep awal NII. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, begitulah pribahasa yang tepat.
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ungkap dan jabarkan tentang gerakan ini, tapi karena sudah larut, jadi saya hentikan. Artikel ini dibuat bukan untuk memaksakan pendapat atau juga mendoktrin. Dan saya meminta maaf sebesar-besarnya bagi pihak yang merasa tersinggung olehnya. Pendapat anda tentang NII, tergantung bagaimana anda menyikapi dan melihatnya dari sudut pandang mana.
Allah telah mengingatkan agar kita senantiasa selalu waspada terhadap berita. Apa yang kita dapat, hendaklah jangan ditelan mentah-mentah. Dengan lebih mencari tahu akan membuat kita memiliki pandangan sendiri terhadap berita tsb.
======================================
za...
temenku juga ada yg ikut NII (dulu, entah sekarang masih ato enggak)
aku juga sempet ikut ngaji sebentar sama ibu2 dari NII (kayaknya dia istrinya wali wilayah cirebon dan sekitarnya). mereka juga bilang, gosip2 negatif ttg NII tu karena adanya perpecahan di tubuh NII, dan ada yg menyimpang gitu,,
but... kenapa aku ga masuk NII, ada banyak alasan za...
ga bermaksud menjelek2an, tapu kenyataannya, mereka emang mengkafirkan orang islam di luar NII. That's fact..
lebih jauh lagi, mereka mengklaim telah mendirikan negara, padahal mereka dakwahnya underground karena mereka mengklaim masih berada di masa Mekkah. nah, padahal pada masa Rasulullah, Islam menjadi daulah (negara) tuh pas masa Madinah. Jadi mereka ga konsisten.. Klo memang udah jadi negara, ya show up dong, trus kita hijrah rame2 ke negara itu. dan lagi, konsep pemerintahannya masih rancu. Terbukti, mereka menghalalkan demokrasi, yg mereka musuhi tuh cuma pancasila dan UUD 45. ditambah struktur pemerintahannya ga seperti yg dicontohkan Rasulullah saw dan para shahabat, NII malah pake sistem presiden.. Kan harusnya khilafah za...
Lho, jadi panjang...
yah, itulah pokona ^_^
ayo berjuang menegakkan syariat Islam!!