Tuesday, June 26, 2007

Buku Mantan NII KW 9

source



Dia muslimah yang taat, badannya dihijabi oleh jubah dan jilbab besar, hampir semua waktunya dihabiskan untuk sholat, baca Al Qur’an, dan berdzikir. Dia memilih hidup yang sufistik demi ghirah kezuhudannya kerap dia hanya mengkonsumsi roti ala kadarnya di sebuah pesantren mahasiswi. Cita-citanya hanya satu untuk menjadi muslimah yang kaffah.

Tapi di tengah jalan, ia diterpa badai kekecewaan. Jama’ah yang mencita-citakan tegaknya syariat Islam di Indonesia yang diharapkan menghantarkannya ber-Islam secara kaffah, ternyata malah merampas harta, studi, masa depan, dan juga nalar kritisnya. Setiap tanya yang ia ajukan dijawab dengan dogma dan bentakan !

Telp. +62-274-7457184

E-mail : scripta_manent2005@yahoo.com

Monday, June 25, 2007

Pesan dan Kesan

source

harusnya kita-kita bangga kalau madinah yang di ridhoi allah swt itu ternyata di azzaytun. lo tau gak sih haji yang syah itu ya ke azzaytun. disana itu tempat ka’bah yang syah. sebab hanya azzaytun tempat bermula isam akan bangkit dan memancarkan cahanya. kalian musti tahu bahwa selain azzaytun semuanya adalah ahli kitab, apakah kalian nyadar. berkorban itu wajib, masa disuruh shodaqoh/infaq aja musti ngitung2, emang allah ngitung2 apa atas nikmat yang di berikan pada kita. harusnya kalian ikhlas berkorban, bantu perjuangn syaikh, bukannya ngitung2 pengorbanan kalian.

Saturday, June 16, 2007

Loh, kok malah ketawa?

source

udah lama nih ga posting, maklum gw sedikit kesel, komentar2 gw ga ada yang meresponse. Disini banyak orang menyudutkan nii, ada yang menyudutkannya dari akhlak, ada yang dari syariat, ada yang dari sejarah dan bahkan ada juga yang menyalahkan nii dari aqidahnya, tapi ketika gw komentarin, gw klarisifikasi dan mencoba mengajak diskusi secara komperhensif mengenai benar or salahnya nii(kecuali kw 9), eh malah ga ada yang nanggapi(komentar 358 n 372). Komentar2nya hanya berputar seperti komentar2 diawal, padahal sodara iman_islam telah mencoba memberikan masukan yang bagus pada comen no 348, yaitu “..bagaimana kalo disepakati (karena qt orang islam) Al-Quran dan As-Sunnah sebagai rujukan/timbangan untuk menguji benar dan salahnya sesuatu, bukan hanya sekadar pengalaman yang bersifat relative dan belum tentu benar” saya tambahin: dan bukan berdasarkan kebanyakan orang (6:116) serta rasa (hawa nafs)!.
Ada sebuah cerita yang mungkin bagi sebagian orang cerita ini lucu n menggelikan. Kemarin[gw lupa tanggalnya], FUUI yang diketuai oleh KH.Athian Ali, melaporkan kepada polda bahwa NII KW 9 adalah gerakan yang sesat [Sesat dikarenakan banyak ajarannya yang menyimpang, mulai dari aqidah, syariat, dan akhlaknya] dan meresahkan karena banyak mayarakat yang telah menjadi korban dari gerakan ini[mungkin juga ada diantara lo yang posting di web ini]. FUUI memberikan data2 yang bisa dijadikan bukti. Dari bukti2 yang mereka miliki, mereka meminta kedapa polda untuk menindak atau membubarkan NII KW 9. Coba tebak polda bersikap seperti apa???
Mungkin tebakan Lo salah, polda menertawakannya!! Polda bilang[mungkin tidak terlalu prĂ©cis tapi initinya sepaerti ini],”maaf bapak, kalau boleh, ini saya tunjukan data2 yang lebih lengkap mengenai NII KW 9 yang kami miliki. Data yang bapak miliki mungkin hanya 1/9 dari data yang kami miliki”. Perwakilan FUUI lalu bertartanya,”lah, kalau sudah lengkap sepeti ini kok ga DITINDAK??”. Mereka[polada] tersenyum….
Begitulah, jika kita tidak memiliki sebuah sikap al-wara dan al-bara atau biasa bisebut sikap furqan, kita akan terjebak oleh sebuah ilusi, dimana kita tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. Melaporkan taghut kepada taghut. Ya..ditertawaain dech.[menurut gw lucu]
MAAF bukan maksud gw menjelekan FUUI, gw hanya ingin membuktikan bahwa NII KW 9 adalah sebuah konsfirasi besar-besaran RI. Sebuah konsfirasi yang dibuat, dimana salah satu tujuannya adalah untuk mencemarkan NKA NII yang merupakn musuhnya[ini sunatullah yang menimpa Al Amin dahulu, diman beliau diisukan sesat,gila,tukang sihir,dll]. Targetnya, membuat mansyarakat pobi terhadap NII. Konsfirasi ini dinamakan teori black flag[gw udah jelasi sdikit pada comen no 358], teori yang mungkin digunakan juga salah satunya oleh Aulia Ali eh Ali [kelihatanya sama orang ya : )]dalam postingan di web ini. Dimana Lo dengan memakai baju nii, mencoba memperlihatkan sikap yang buruk, sehingga komentator yang lain secara tidak sadar menilai bahwa lo [orang nii] memang seperti inilah sikapnya[akhlaknya]. sedikit pintar, tapi kalo gw mah tersenyum [geli].
Sedikit komentar.

Islam Kaffah versi al-kahfi

source



Tujuan yang baik, memang tidak cukup dalam islam. Karena syarat diterima nya amal adalah selain niat yang bersih dan tujuan baik juga cara harus sesuai dengan sunnah rosulullah. Memang bergerak, ber amal jama’i dan berdakwah untuk menegakkan syariat islam adalah sebuah keniscayaan, dan perlu persatuan dengan segenap elemen umat islam, dengan berlandaskan pada Al Qur’an dan Sunnah.

Saya beberapa lama ngaji di sana, berdiskusi, bagaimana Manhaj NII KW IX, bagaimana sholatnya, bagaimana Fa’i menurut mereka, dan benar benar sangat terlihat, bahwa tujuan yang baik saja tidak cukup.Apalagi menafsirkan Al Qur’an secara ( takalluf ) memaksakan tanpa memahami kaidah bahasa Arab, bahkan sama sekali tidak membahas Hadist yang dibahas sebagian besarnya adalah Al Qur’an terjemahan. Inilah pandangan pertama yang begitu mempesona, namun sekali lagi tidaklah cukup tanpa mengetahui bagaimana rosulullah memperlakukan orang islam yang telah bersyahadad, tanpa memahami fikih Dakwah dsb.

Kaffah yang diartikan 100 % dalam penglihatan saya untuk NII KW IX adalah kaffah dalam bidang politik saja, artinya ini tidak kaffah. Apalagi diperbolehkannya berbohong, menganggap ibadah orang lain sepeti bertepuk tangan saja dsb. Masya ALLAH.

Jika tidak berhati hati, hanya mengandalkan semangat, pesona ini pada awalnya bagi sebagian orang mempesona sehingga menyebabkan sebagian diantaranya takut untuk masuk dan takut untuk keluar sehingga mengalami split personaliti.

Saya tidak tahu apakah hal ini masih marak sekarang ini di kampus kampus namun sekitar tahun 1991 - 1997 hal ini cukup marak, bahkan sampai saat ini saya, keluarga saya di bdg ikut organisasi korban NII KW IX dibawah FUUI Bandung KH Athian Ali Da’i. Wallahu a’lam

Sunday, June 10, 2007

Sapi Perah Tanpa Akhir

Jakarta- Gerakan yang dilakukan oleh NII (Negara Islam Indonesia), sebuah organisasi yang hendak menegakkan khalifah Islam di Indonesia, menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), M Amin Djamaluddin, hanyalah penipuan.

Sasarannya hanya untuk uang saja. Ini penipuan,” tegasnya.

Selasa kemarin (20/03) sekitar 50 orang yang mengaku menjadi korban NII melapor ke Polda Bandung. Mereka menuntut polisi mengusut tuntas organisasi yang telah merugikan mereka secara ekonomi ini. Bahkan tidak sedikit yang melakukan tindak kriminal untuk memenuhi kewajiban sadaqah jariyah yang dibebankan kepada setiap anggota.

Sebelumnya, pada tahun 2000, pengaduan serupa juga dilakukan namun tidak ada tindak lanjut.

Ada beberapa ajaran NII yang mesti diikuti oleh para pengikutnya. Di antaranya, mengajarkan bahwa orang di luar NII dianggap kafir atau jahiliyah, bodoh. Bagi mereka tidak wajid untuk menunaikakan shalat. Oleh karena itu, mereka diharuskan untuk hijrah, pindah. Hijrah merupakah inti ajaran NII.

Selain itu bagi setiap anggota juga dibebani dengan sadaqah jariyah.

Amin mengatakan maraknya gerakan NII ini sebenarnya hanya bertujuan untuk mendapatkan uang dari korbannya. Jumlah uang yang harus disetor oleh korban disesuaikan dengan kekayaan yang dimiliki. Biasanya 10% dari harga rumah.

Menurut hasil penelitian LPPI, calon pengikut NII biasanya diajak ngaji bersama di salah satu tempat yang sembunyikan. Materi yang disampaikan berkisar pada permasalahan jihad dan infaq.

Setelah beberapa kali mengikuti pengajian, calon pengikut dibaiat dan disuruh membayar uang shadaqah untuk mewujudkan negara Islam di Indonesia yang jumlahnya disesuaikan dengan kekayaan yang dimiliki. Tak hanya setelah menjadi pengikut NII, masih ada banyak shadaqah yang mesti dikeluarkan. Misalnya, setiap tahun semua pengikut NII harus menyediakan 500 kilogram emas.

Uang sebesar itu, papar Amin, disetorkan ke pusat gerakan NII. Sejauh penelitian Amin tempat-tempat yang menjadi pusat NII susah diidentifikasi. Tak jarang, calon pengikut NII ditutup matanya apabila hendak diajak ke tempat persembunyiannya.

“Mereka sering pindah-pindah. Biasanya mengontrak rumah 3 bulan. Lalu pindah...,” jelas Amin kepada Syirah.[]

Keliru


sumber
Malam ini aq buka email n banyak bgt yg dari milis smu-q. Biasanya c langsung q delete2 bis banyak yg g penting gt.. Hehe..

Tapi perhatianq langsung tercurah k sebuah email yg dari subject-nya aja keliatan menarik bgt, yaitu tentang ajakan agar kita waspada terhadap gerakan NII.
Disitu si pengirim email tsb menceritakan pengalamannya diajak gabung oleh NII, padahal pengirim sudah sejak lama diingatkan oleh temannya tentang kegiatan tsb. Tapi seperti biasa.. Experiencing is believing!! Hehe..

Singkat kata, berikut penjelasan singkat dan syarat2 untuk menjadi anggota "N sebelas" ato NII ini, menurut pengalaman pengirim dan dari beberapa sumber yang saya temukan, adalah :

  1. Tidak memiliki saudara ABRI, polisi, ato yg b'bau2 militer, karena katanya mereka pasti akan menentang ideologi mereka (gerakan NII).
  2. Terdapat jabatan2 dalam NII, presiden, mentri, gubernur, hingga RW, RT, dan rakyat biasa. Lapisan jabatan tsb hanya dapat berinteraksi dengan lapisan yang berada tepat diatas dan dibawahnya, sehingga tak jarang para gubernur tidak tahu siapa yang menjadi presidennya. Dan para anggota diwajibkan memberikan iuran bulanan sesuai dengan jabatannya, mereka mewajibkannya dengan dalil "...segunung emas pun g bisa membalas karunia Allah".
  3. Mereka selalu merujuk pada ayat2 Al Qur'an, tapi hanya setengah2, sehingga sebenarnya pengertiannya tidak seperti itu, tapi dijadikan seperti itu.
  4. Mereka akan melakukan baiat kepada anggotanya dengan meminta uang "penyucian jiwa", dan jika calon anggota tidak mampu membayarnya akan dianggap hutang sang calon yang harus dibayar.
  5. Sejumlah iming2 dijanjikan kepada pengikut NII, seperti masuk surga, bahagia dunia akhirat, dsb.
  6. Dalam ajarannya boleh berzinah dan tidak solat asal membayar denda. (?????!!!!!!!!)
  7. Calon target adalah orang yang sudah lama diincar, diintai, dan tak jarang "pengumpan" kita adalah orang dekat kita sendiri.
  8. Pola dakwah relatif singkat (biasany kurang dr 3 x pertemuan). Sehingga yang dipaksakan disini bukannya keikhlasan, melainkan ideologi.
  9. Calon biasanya memiliki kelebihan harta, atau orang tua yg kaya, dan biasanya memiliki pengetahuan dinul Islam yg rendah.
  10. Mereka biasanya mengekslusifkan diri.

Jujur pada awalnya saya tidak begitu mengerti tentang NII, setau saya hanya gerakan ini tak jauh beda dan merupakan penerus dari DI/TII. Dan setelah membaca email tersebut pandangan saya tentang NII menjadi amat sangat buruknya. Tapi entah knapa saya jadi penasaran dan mencoba mencari tahu tentang gerakan tersebut.

Sangat mengejutkan mengetahui lebih jauh tentang NII. NII memang adalah gerakan yang berobsesi untuk mewujudkan Negara Islam Indonesia (kalau untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara Islam dan memberlakukan hukum2 syariah didalamnya c saya setuju sekali!!). Dan gerakan2 untuk mewujudkannya tak akan pernah pupus.

Tapi tahukah kamu bahwa NII yg sebenarnya beda jauh dari pandangan yang saya dapat pertama kali setelah membaca email dari milis ??

Bagi NII sendiri mereka pantang bertindak radikal, semisal mengajak anak muda bergabung dengan paksaan ideologi yang tujuannya untuk menghimpun dana, mengkafirkan orang, atopun memusuhi orang yang pemikirannya berbeda dengan mereka dalam membela Islam. Dan menurut sumber yg saya baca, kalau ada yang menamakan dirinya NII dan berbuat radikal, itu patut ditanyakan. Karena menurutnya NII memiliki kebijakan untuk berintegrasi pada masyarakat. Dan dengan kebijakan tersebut ada dua garis besar pembinaan pada masyarakat, yaitu kedalam pribadi Muslim itu sendiri dan dalam kehidupan rumah tangganya sehingga terbentuklah untuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahamah, dan senantiasa selalu mengharap ridho Allah.

Na ini dia yang menurut kebanyakan orang membuat masyarakat menjadi berpandangan negatif tentang NII. Dalam NII terdapat banyak faksi2, dan ada satu faksi yang ajarannya berbeda jauh dari konsep awal NII. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, begitulah pribahasa yang tepat.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ungkap dan jabarkan tentang gerakan ini, tapi karena sudah larut, jadi saya hentikan. Artikel ini dibuat bukan untuk memaksakan pendapat atau juga mendoktrin. Dan saya meminta maaf sebesar-besarnya bagi pihak yang merasa tersinggung olehnya. Pendapat anda tentang NII, tergantung bagaimana anda menyikapi dan melihatnya dari sudut pandang mana.

Allah telah mengingatkan agar kita senantiasa selalu waspada terhadap berita. Apa yang kita dapat, hendaklah jangan ditelan mentah-mentah. Dengan lebih mencari tahu akan membuat kita memiliki pandangan sendiri terhadap berita tsb.

======================================

za...
temenku juga ada yg ikut NII (dulu, entah sekarang masih ato enggak)
aku juga sempet ikut ngaji sebentar sama ibu2 dari NII (kayaknya dia istrinya wali wilayah cirebon dan sekitarnya). mereka juga bilang, gosip2 negatif ttg NII tu karena adanya perpecahan di tubuh NII, dan ada yg menyimpang gitu,,
but... kenapa aku ga masuk NII, ada banyak alasan za...
ga bermaksud menjelek2an, tapu kenyataannya, mereka emang mengkafirkan orang islam di luar NII. That's fact..
lebih jauh lagi, mereka mengklaim telah mendirikan negara, padahal mereka dakwahnya underground karena mereka mengklaim masih berada di masa Mekkah. nah, padahal pada masa Rasulullah, Islam menjadi daulah (negara) tuh pas masa Madinah. Jadi mereka ga konsisten.. Klo memang udah jadi negara, ya show up dong, trus kita hijrah rame2 ke negara itu. dan lagi, konsep pemerintahannya masih rancu. Terbukti, mereka menghalalkan demokrasi, yg mereka musuhi tuh cuma pancasila dan UUD 45. ditambah struktur pemerintahannya ga seperti yg dicontohkan Rasulullah saw dan para shahabat, NII malah pake sistem presiden.. Kan harusnya khilafah za...
Lho, jadi panjang...
yah, itulah pokona ^_^
ayo berjuang menegakkan syariat Islam!!

Thursday, June 07, 2007

Wakarimast, Bahtiar-sama


source

Buat temen2 UGM yang sedang atau pernah terpengaruh Aliran Islam sesat NII NKA KW 9 MA'HAD AL ZAYTUN.

Bisa berkonsultasi menghilangkan pengaruh atau trauma tersebut pada Rohis masing2 Jurusan atau Fakultas. Bisa juga ke Pengurus Jama'ah Shalahuddin di Masjid Kampus UGM, atau pengurus Ta'mir Masjid Mardliyah deket RS. Sarjdito dan Pengurus Pusat Masjid Syuhada. Bisa juga ke Sekretariat Cabang/Ranting Partai Keadilan Sejahtera, devisi humas dan kepemudaan punya program sangat peduli pada Korban NII NKA KW 9 Al Zaytun.

Atau kontak saya di bahtiar@gmail.com dan 08132 8484 289

Terima kasih, semoga membantu

Wednesday, June 06, 2007

NII Malaya

sumber

from wiki

Dorland's Medical Dictionary defines brainwashing (also known as thought reform or re-education) as "any systematic effort aimed at instilling certain attitudes and beliefs in a person against his will, usually beliefs in conflict with his prior beliefs and knowledge."

....

Many people have come to use the terms "brainwashing" or "mind control" to explain the otherwise intuitively puzzling success of some methodologies for the religious conversion or recruitment of inductees to groups known variously as new religious movements or as cults.

Assalamualaikum

saya tertarik untuk membuka topik ini kerana saya khuatir dengan fonemena ini yang makin bertapak dan berleluasa di negara kita. Selama ini saya hanya mendengar dari sahabat saya dan juga guru saya tapi semalam saya sendiri yang alami. Baru baru ni seorang sahabat saya (wanita) mengajak saya utk mengikuti dia ke kelas pengajian tafsir Qur'an, bagai orang mengantuk disorongkan bantal saya terima memandangkan saya tenguk sahabat saya ni baik orangnya dan kebetulan saya memang tengah mencari kelas tafsir Qur'an. semalam saya pergi la, dari apa yang sahabat saya ceritakan itu memang tiada yang mencurigakan.

sesampai saya di sana, kami berdua di bawa masuk ke sebuah bilik yang agak kecil di sebuah apartment. dalam bilik tu hanya ada saya, sahabat saya (wanita) dan dua orang lelaki yang handle pengajian tu. di situ saya mula keliru, bukan apa dua lelaki dan dua wanita dalam satu bilik dan dalam satu apartment yang pasti macam macam perkara dan fitnah buleh timbul. saya risau kot tiba tiba datang pencegah maksiat, habih la kena tangkap basah dan kena kawin. alhamdulillah tiada apa apa berlaku.

pengajian pertama di mulakan dengan penerangan tentang kalimah Bismillah, cukup menarik penerangannya buatkan saya teruja utk mengikuti kelas seterusnya. kemudia mereka menyentuh bab tafsir Al Qur'an, di sini timbul kekeliruan di fikiran saya. mereka tidak mentafsir ayat al qur'an tetapi mentafsir tafsir al qur'an. saya dah mula pening2 tapi tak pa la saya fikir saya ni kurang ilmu elok saya dengaq dlu.

sesi keduanya pula sentuh bab sunnah. bila sentuh bab sunnah ni saya lagi pening dan rasa dah tak buleh nak terima. rasa resah dan tak buleh dah. bukan apa menurut mereka, Sunnah Rasulullah itu bukan pada janggut, pakaian, serban, bersugi, kawin 4 dan lain lain tetapi pada perjuangan Rasulullah yakni Sunnah itu bermula dari umur baginda 40 tahun hingga 63 tahun itulah yang dikatakan sunnah. katanya serban, jubah, bersugi, janggut dll tu bukan sunnah tapi sunat, saya jadi pening. katanya Sunnah tu kalau tak ikut sepenuhnya akan jadi sesat. so dia kata saya ni tak pakai serban tak berjanggut jadi saya sesat lah, saya kata ikut syariat gak pasai saya ni pompuan kena ikut sunnah Rasulullah cara syariat saya sebagai perempuan. dia terus stop hujah saya dgn bagi hadis ni:-

"Aku tinggalkan kamu dua perkara yakni al qur'an dan as sunnah, jika kamu ikuti pasti kamu tak kan sesat"

saya makin bengong, saya relatekan dgn apa guru saya ajaq memang lain benar dengan apa yang mereka cakap. dan saya ingatkan balik beberapa hadis Rasulullah pasai sunnah. sempat juga kami bertekak, saya keluarkan beberapa hadis pasai sunnah ni, mereka nampak tergagap dan terus stop saya dengan kata "tok sah berdebat lagi, awak bukak al qur'an ayat sekian sekian pasai sunnah" saya pun diamlah sbb saya tak berapa tau pasai ayat qur'an ni.

kedian kelas kedua habis di situ, balik rumah saya makin bengong, jauh lari dgn guru ajaq dan apa yang saya tau. saya tanya kawan saya dan dia sahkan itulah jemaah yang dia kena dulu dan bila tanya guru pun guru pula sahkan benda sama. memang beberapa jam jugak jadi mamai tapi alhamdulillah, guru suh mandi sunat taubat dan tawajjuh alhamdulillah rasa ok dah.

sepatutnya malam tu saya kena pi sambung lagi tapi saya tak mau, guru dah cakap jgn pi, silap saya juga masa nak pi tu tak minta izin guru pun pakai pi ja cuma cakap kat guru yang saya nak join kelas tafsir tapi guru diam ja maybe dia nak saya rasa sendiri dan dapat pengajaran memang dapat pengajaran dah pung

apa komen kalian? ada tak yang kena macam saya, sahabat saya ni?

Tuesday, June 05, 2007

"Fact Distortion?"


sumber
“Siapa pun tak kan bisa menolak fakta bahwa perjuangan umat Islam-lah yang menjadikan negara ini merdeka dan mampu mempertahankannya. Semangat jihad-lah yang membuat bangsa dan negara ini kuat menghadapi berbagai gempuran para musuhnya. Tapi apakah hal ini ditulis dengan benar dan apa adanya dalam sejarah kita? Sama sekali tidak!” tegasnya.

Jenderal yang sangat bersahaya ini melanjutkan, “Jika tidak percaya dengan apa yang saya ucapkan ini, silakan Anda semua pergi ke museum. Lihat apa yang ditulis di dalam museum-museum kita tentang perjalanan sejarah bangsa ini. Apa yang mereka tulis tentang umat Islam Indonesia dan perjuangannya?

Pernyataan akhir dari lelaki tegar ini sungguh menyesakkan dada. “Museum-museum kita menuliskan bahwa umat Islam Indonesia tidak lebih sebagai para pemberontak. Ada DI/TII dan NII Kartosuwiryo, Daud Beureueh, Kahar Muzakar, Gerombolan Imron ‘Woyla’, peledakan Borobudur, dan sebagainya. Umat Islam Indonesia dilukiskan sebagai teroris. Tidak lebih.

Padahal, dihapuskannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945 itu merupakan sebuah pengkhianatan founding fathers kita terhadap cita-cita kemerdekaan, yang direbut dan dipertahankan dengan susah-payah, dengan perjuangan di bawah gemuruh takbir Allahu Akbar dan semangat jihad fisabilillah!” tegas KH. Firdaus AN.

Peristiwa pengkhianatan para founding fathers negara ini terhadap amanah rakyatnya sendiri digambarkan dengan begitu jumawa dan tanpa perasaan malu sedikit pun. Diorama ini nyata-nyata telah menafikkan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan umat Islam. Padahal, tanpa perjuangan umat Islam, tak kan pernah ada sebuah negara bernama Republik Indonesia.

Diorama-diorama selanjutnya berisi aneka peristiwa pemberontakan yang kebetulan dilakukan atas nama Islam seperti Komando Jihad dengan peristiwa Woyla, DI/TII, Kahar Muzakar, Daud Beureueh, peledakan Candi Borobudur, pemberontakan Yon 427 yang terdiri dari mantan Laskar Sabilillah dan Hisbullah, dan sebagainya.

Di museum-museum kita, perjuangan umat Islam Indonesia dihapuskan begitu saja, sama sekali tidak pernah dianggap ada. Jika pun ada maka hal itu hanya terkait dengan peristiwa pemberontakan atau terorisme. Ini yang harus diubah,” papar ZA. Maulani.