Jakarta- Gerakan yang dilakukan oleh NII (Negara Islam Indonesia), sebuah organisasi yang hendak menegakkan khalifah Islam di Indonesia, menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), M Amin Djamaluddin, hanyalah penipuan.
“Sasarannya hanya untuk uang saja. Ini penipuan,” tegasnya.
Selasa kemarin (20/03) sekitar 50 orang yang mengaku menjadi korban NII melapor ke Polda Bandung. Mereka menuntut polisi mengusut tuntas organisasi yang telah merugikan mereka secara ekonomi ini. Bahkan tidak sedikit yang melakukan tindak kriminal untuk memenuhi kewajiban sadaqah jariyah yang dibebankan kepada setiap anggota.
Sebelumnya, pada tahun 2000, pengaduan serupa juga dilakukan namun tidak ada tindak lanjut.
Ada beberapa ajaran NII yang mesti diikuti oleh para pengikutnya. Di antaranya, mengajarkan bahwa orang di luar NII dianggap kafir atau jahiliyah, bodoh. Bagi mereka tidak wajid untuk menunaikakan shalat. Oleh karena itu, mereka diharuskan untuk hijrah, pindah. Hijrah merupakah inti ajaran NII.
Selain itu bagi setiap anggota juga dibebani dengan sadaqah jariyah.
Amin mengatakan maraknya gerakan NII ini sebenarnya hanya bertujuan untuk mendapatkan uang dari korbannya. Jumlah uang yang harus disetor oleh korban disesuaikan dengan kekayaan yang dimiliki. Biasanya 10% dari harga rumah.
Menurut hasil penelitian LPPI, calon pengikut NII biasanya diajak ngaji bersama di salah satu tempat yang sembunyikan. Materi yang disampaikan berkisar pada permasalahan jihad dan infaq.
Setelah beberapa kali mengikuti pengajian, calon pengikut dibaiat dan disuruh membayar uang shadaqah untuk mewujudkan negara Islam di Indonesia yang jumlahnya disesuaikan dengan kekayaan yang dimiliki. Tak hanya setelah menjadi pengikut NII, masih ada banyak shadaqah yang mesti dikeluarkan. Misalnya, setiap tahun semua pengikut NII harus menyediakan 500 kilogram emas.
Uang sebesar itu, papar Amin, disetorkan ke pusat gerakan NII. Sejauh penelitian Amin tempat-tempat yang menjadi pusat NII susah diidentifikasi. Tak jarang, calon pengikut NII ditutup matanya apabila hendak diajak ke tempat persembunyiannya.
