Monday, February 26, 2007

Tafsiran & Mukjizat Nabi yang boleh ditiru

sumber

Skang nih tengah panas isu pemuda kahfi nih. Jakim dan Abim dah labelkan sebagai sesat. Aku pun sebenarnya sedang diajak ber'hudan' oleh golongan kahfi nih. Ikhlasnya, banyak yang dioang cakap nih make sense apalagi semuanya berlandaskan Al-Quran dan Hadith. Yang tak surenya aku ialah samada tafsiran Al-Quran golongan nih adalah tafsiran yang haq. Yang benar. Yang diredhai. Macam mana aku nak tau tuh. Dioang nih asas perjuangannya ialah pembentukan negara Islam yang kononnnya telah tertegak cuma belum boleh dideclare sebab tak cukup umat. Ko jelas ke tentang gerakan pemuda kahfi nih? Atau kau pun sebahagian darinya?

Walau bagaimanapun, banyak yang diragukan mengenai pergerakan kahfi nih contohnya bertaubat dengan membayar zakat (bersuci diri dengan duit), kalo buat salah atau berdosa, hanya bayar dam, tidak wajib bersolat kerana kondisi Mekah (syariat Islam belum tertegak sepenuhnya), semua yang tidak berpegang pada Al-Quran adalah kafir malahan seperti binatang, mengurangkan kehebatan Muhammad dengan menganggapnya sebagai 'just another messenger', menceritakan versi sirah nabi-nabi dengan cara logik seperti tongkat nabi Musa A.S. sebenarnya membelah lautan manusia dan bukannya laut betul seperti yang kita semua maklum, dan banyaklah lagi yang meragukan aku. Satu-satu benda yang membuat aku bingung ialah, bunyi macam salah, tapi semuanya ada dalil dan nas. (siap ditunjukkan dalam Quran, ayat dan surah).


Response saya (pengendali blog ini):

Anda boleh rujuk di

Sini

dan

sini

# Tafsir Tentang Mu’jizat dan Sejarah para Nabi (diedit untuk tidak dilampirkan nama institusi yang termegah & terkenal itu)

Dalam Penafsiran tentang Mu’jizat dan Sejarah para Nabi semuanya difokuskan dalam aktualisasi program dan kondisi pribadi serta umum yang dihadapi para Nabi sebagai contoh dan gambaran konkret sebuah perjuangan, yang berarti pula bahwa Mu’jizat yang Allah berikan kepada pa ra Nabi Allah tersebut akan didapatkan juga oleh warga NII yang berjuang di jalan Allah, namun dengan bentuk dan sifat penempatan maupun kadar yang sedikit berbeda. Berikut ini penafsiran NII tentang Mu’jizat para Nabi:

--Mu’jizat Nabi Muhammad SAW

Mu’jizat Nabi Muhammad saw. adalah Al-Qur’an, sehingga beliau pun sebagaimana digambarkan hadits sebagai wujud Al-Qur’an yang berjalan. Kalangan NII pun melakukan penafsir an analogis terhadap seluruh program-program negara (NII) adalah telah sama dengan melak sanakan Al-Quran yang berarti bahwa tiap-tiap warga NII yang melaksanakan program nega ra atau baramij secara otomatis telah melaksanakan Al-Qur’an, kesimpulannya semakin ting gi intensitas seseorang dalam berprogram dan semakin pula menyatu dengan Al-Qur’an maka mereka itu sama saja layaknya Nabi Muhammad seperti Al-Qur’an berjalan.

--Mu’jizat Nabi Isa A.S

Mu’jizat Nabi Isa A.S adalah menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati. Hal ini ditafsirkan sebagai berikut:

Menghidupkan orang mati yang dimaksud dalam doktrin NII adalah bila diantara mereka telah mampu dan berhasil menghijrahkan seseorang untuk menjadi ummat atau warga NII atau menghidupkan hati orang yang mati (ummat kalangan RI) tersebut menjadi hidup dengan me lalui proses Hijrah kepada NII.

Sedangkan yang dimaksud dengan menyembuhkan orang yang sakit berarti bila seorang warga NII dapat menyadarkan warga lain yang sedang dalam keraguan terhadap NII untuk bisa kembali aktif dan menjalankan program seperti sedia kala.

--Mu’jizat Nabi Ibrahim A.S

Mu’jizat Nabi Ibrahim A.S adalah tidak bisa dibakar api (kebal) ketika beliau melakukan aksi atau akibat menghancurkan berhala. Hal ini ditafsirkan dalam doktrin NII, bahwa didalam proses menjalankan program (baramij) terutama program Hujumati Tabsyiriah yang juga berarti program penghancuran berhala atau sembahan selain Allah pada diri orang yang belum melakukan Hijrah atau masuk dan bergabung menjadi warga NII. Bila dalam perjalanan nantinya banyak kalangan orang RI yang kemudian marah, kesal dan emosi (yang menurut doktrin NII ditafsir kan sebagai api), maka warga NII harus tetap dingin dan tenang agar tidak terbakar layaknya Nabi Ibrahim A.S.

--Mu’jizat Nabi Musa a.s

Mu’jizat Nabi Musa a.s adalah tongkat dan telapak tangannya, dengan tongkatnya Nabi Musa mampu membelah lautan dan dengan tongkatnya itu pula yang akhirnya menjadi ular untuk mengatasi sihir para pengikut Fir’aun. Maka hal ini dalam doktrin NII ditafsirkan sebagai berikut :

Membelah Lautan dengan tongkat berarti membelah lautan massa RI dengan Al-Qur’an (melalui program NII) hinggaakhirnya nanti terbelah menjadi dua, Massa kalangan yang Iman (warga NII), Massa yang kafir (yang belum atau tidak mau Hijrah ke NII).

Merubah tongkat menjadi ular besar yang memakan ular-ular para penyihir fir’aun berarti program NII adalah program yang sangat besar dan spektakuler yang akan melibas habis seluruh program -program RI.

--Mu’jizat Nabi Sulaiman a.s.

Mu’jizat Nabi Sulaiman A.S adalah mampu berkomunikasi dengan binatang. Hal ini ditafsir kan bahwa bagi setiap warga NII atau orang yang telah hijrah akan mempunyai titel mukmin sedangkan orang yang belum hijrah masih dikategorikan sebagai binatang. Maka komunikasi secara langsung antara orang yang telah hijrah dengan orang yang belum hijrah di-ibaratkan sebagai komunikasi antara manusia dengan hewan.

Keistimewaan yang lain dari Nabi Sulaiman a.s. adalah mempunyai pasukan Jin, pasukan burung dan pasukan semut yang senantiasa patuh dan ta’at menjalankan perintah perintahnya. Hal ini dalam doktrin NII ditafsirkan sebagai berikut:

Pasukan Jin asal kata dari Jinda yang menurut tafsir NII berarti otak yang juga diartikan sebagai JENIUS atau cendekiawan yang mampu memproyeksikan program NII dalam bentuk real.
Sedangkan pasukan Burung diartikan sebagai Mas’ul atau para aparatur negara yang bertugas mengawasi perjalanan program-program NII (baramij) yang sedang an akan dilaksanakan.
Adapun pasukan Semut diartikan sebagai Pekerja dan Ummat yang tugasnya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam rangka pemenuhan program negara.

Ketiga pasukan ini bergerak dan bekerja secara bahu membahu untuk mewujudkan Istana Kerajaan Sulaiman berdasarkan bidang pekerjaan masing-masing.

--Sejarah Nabi Yusuf a.s.

Nabi Yusuf adalah anak ke-9 dari 9 bersaudara (padahal Nabi Yusuf masih punya adik yang bernama Bunyamin). Nabi Yusuf juga terkenal karena kepandaiannya dan kerupawanannya, namun hal itu juga yang justru menyebabkan dirinya disisihkan dan dibuang ke dalam sumur oleh saudaranya yang lain. Namun karena pertolongan Allah pada akhirnya justru Nabi Yusuf yang mampu keluar dari segala masalah bahkan mampu membiayai saudara-saudaranya yang lain. Hal ini dalam doktrin NII ditafsirkan bahwa pribadi Nabi Yusuf adalah sebagai KW IX
yang dikucilkan oleh KW yang lain akibat program-programnya, sehingga keberadaannya pun sama sekali tidak diakui alias diingkari. Namun dalam kenyataan, ternyata dengan segala kemampuan yang ada justru KW IX malah mampu membuktikan kepiawaiannya dalam meng olah Sumber Daya (SDM) yang ada dengan management dan programnya yang canggih sehi ngga akhirnya mampu membiayai KW yang lainnya dan berhasil mengubah persepsi buruk tentang KW IX dikalangan NII yang ada selama ini.

Dalam hal lain pernah disebutkan bahwa Nabi Yusuf difitnah hendak memperkosa Siti Zulaiha permaisuri Raja hingga akhirnya dimasukkan ke penjara. Namun Nabi Yusuf dapat membuktikan kebenarannya dengan mengumpulkan wanita sambil disuguhkan buah dan sebilah pisau. Ketika Nabi Yusuf berjalan dihadapan para wanita tersebut tanpa terasa pisau yang ada digenggaman mereka mengiris jari mereka sendiri karena terpesona melihat kerupawanan Nabi Yusuf dan merekapun tidak sadar akan hal itu.

Hal ini dalam doktrin NII ditafsirkan bahwa hari ini NII faksi "X" sedang difitnah dan dihujat sehingga banyak orang tidak simpati terhadap NII faksi "X". Namun fitnah tersebut kelak akan pudar dengan sendiri nya dan simpati orang akan berbalik dengan adanya wujud kerupawannya NII faksi "X" yang kelak akan menjadi pusat perhatian, bahkan karena sangat indahnya banyak orang yang terkesima dan ta’jub akan keberadaan NII faksi "X" hasil karya nyata ummat NII.

--Sejarah Nabi Nuh A.S

Nabi Nuh A.S membangun sebuah bahtera diatas gunung pada musim panas karena perintah Allah yang bila dalam pemikiran logis adalah perbuatan yang konyol dan gila. Namun dengan izin Allah setelah selesai bahtera itu hujan turun dan menenggelamkan orang-orang kafir di bawahnya yang tidak beriman kepada Allah dan Nabi Nuh A.S. Hal ini ditafsirkan sebagai NII yang mempunyai program mercusuar yang konyol melihat kondisi Indonesia pada hari ini. Membangun NII faksi "X" dengan kemegahannya sementara Indonesia sendiri dalam kondisi krisis moneter yang berkepanjangan. Pembangunan yang jauh dari peradaban mengundang keanehan dan kecurigaan dari berbagai pihak. Banyak fitnah yang dilontarkan namun tidak menyurutkan langkah NII untuk mengemban amanah Allah, tetap pembangunan berjalan sampai tuntas. Biarkan orang bicara, semua itu mereka lakukan karena ketidak pahaman mereka terhadap NII dan tidak imannya mereka kepada Allah. Suatu saat mereka akan menjilat ludah mereka sendiri dan menyatakan kebenaran tentang NII, namun itu semua akan terlambat karena Allah akan menurunkan azabnya.

Friday, February 23, 2007

Pengertian Struktur Teritorial NII (Komwil 9)

Struktur Teritorial adalah Aparat dan Warga NII yang bergerak di bawah tanah (undeground movement) yang bertugas dan bertanggungjawab untuk menyediakan keperluan seluruh program NII,dalam bentuk:

  • Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan pemasukan dan sebagai kader mas'ul Teritorial dan kader yang akan dimutasi ke struktur fungsional sebagai muwadzhof (Karyawan,Korwil dan Korda YPI, Eksponen, Guru dan Kesihatan (Doktor,Bidan dan Perawat)

  • Penggalangan Dana sebagai kekuatan untuk membangun Ibukota Negara MAZ dan pusat pendidikan lain setingkat sekolah dasar di 340 kota di Indonesia serta dalam rangka penguasaan ekonomi lewat jalur pertanian, perkebunan, perikanan dan industri.

Struktur Teroterial dalam gerakannya memiliki susunan keaparatan sebagai berikut:

1. Gubernur Wilayah (Mas'ul Wilayah)

Jumlah Personil (Mas'ul Wilayah) berlaku untuk Wilayah Jawa:
  • Gubernur
  • Wakil Gubernur
  • Sekretaris Gubernur
  • Kepala Personalia
  • Waka. Personalia + 2 staff
  • Kabag. Keuangan + 2 staff
  • Kabag. Pendidikan dan Bimbingan + 2 staff
  • Kabag Kesra. Umum + 2 staff
  • Kabag Pertahanan dan Perhubungan + 2 staff
  • Kabag Logistik + 2 staff

Tanggungjawab Gubernur Wilayah adalah untuk mengatur program dan koordinasi di seluruh jajaran di bawahnya, untuk memenuhi target yang telah ditentukan dalam forum Syura Wilayah bersama Imam dan seluruh Menteri.

2. Daerah/Residen (Mas'ul Daerah)

Jumlah Personil (Mas'ul Daerah):
  • Kepala Daerah
  • Wakil Kepala Daerah
  • Sekretaris Daerah
  • Kepala Staff Daerah
  • Kabag Pendidikan
  • Kabag Personalia
  • Kabag Keuangan
  • Kabag Logistik
  • Kabag Perhubungan
  • Kabag Kesejahteraan Ummat
  • Kabag Pertahanan

Tanggungjawab kepala daerah (residen) adalah mengatur koordinasi distrik dalam pemenuhan program yang harus dilaporkan kepada wilayah dan penyampaian instruksi dari Wilayah kepada Distrik. Dalam hal penyetoran dana dari daerah ke Wilayah melalui kemudahan bank (akaun bank) yang telah ditentukan (pada tahun lalu masih atas nama Abu Ma'ariq dan keluarga di bank CIC).

3. District Office (Mas'ul Kabupaten)
Jumlah Personil (Mas'ul Kabupaten):
  • Kepala District (Bupati)
  • Wakil District
  • Sekretaris District
  • Kabag Personalia
  • Kabag Pendidikan
  • Kabag Keuangan
  • Kabag Logistik

Tanggungjawab parab bupati NII mengagihkan tugas dari Gubernur (Wilayah) kepada Desa yang dikoordinasikan dengan Kecamatan, dan menyerahkan hasil setoran dana harian-bulanan negara yang diterima dari tingkat ODO kepada Kabag Keuangan Daerah (residen) dalam saat forum breifing setiap pagi dan taqrir (pelaporan) sore.


[dipetik dan disesuaikan dari tulisan Abu Ahmad Khalid Ismail, "Konspirasi Neo Orba Mega, Hendro & NII al Zaytun", LPDI-SIKAT & CEDSOS, September 2004]

RMU, Akar+Buah+Batang & "Negara" itu?

source

Saya ex NII
Oleh : Redaksi 21 Feb 2007 - 5:42 am

Oleh Endang Agustin
Sebelumnya perlu diketahui bahwa setiap Desa dan Qobilah/Tim dalam NII memiliki ilmu yang agak berbeda-beda namun pada intinya sama, saya akan menjelaskan secara umum tentang NII. Adapun kesalahan yang dilakukan NII biasanya ditujukan kepada oknum sebagai kambing hitamnya. Seolah mereka yang merasa benar tidak menganggap NII yang salah sebagai bagian darinya.

NII atau Negara Islam Indonesia adalah salah satu gerakan Islam di Indonesia. Secara teritorial keberadaan negara ini tidak tampak karena istilah ibukota dan bagian negara lainnya hanyalah bayangan atau mereka sendiri yang menamai. Contohnya, ibukota NII berada di Indramayu tepatnya di Ma’had Az-zaitun sebagai Madinah Indonesia. Struktur negara dibagi menjadi 7 tingkatan: Dewan 1, Dewan 2, Wilayah, Dauroh, Distrik, ODO, Desa.

Setiap Desa memiliki RT. Ada pula aturan, setiap RT tidak boleh bertukar informasi. Bisa jadi mereka tidak tahu orang-orang dari RT dengan RT lainnya, apalagi beda desa. Hal ini cukup aneh mengingat surat (49:13): “Bahwa manusia diciptakan berbagai bangsa dan suku untuk saling kenal” . Tujuan mereka tidak dibenarkannya mengenal yaitu tidak lain untuk tidak merusak antara satu dengan yang lainnya di sini terlihat bahwa rapuh sekali konsep jaringannya.

Gerakan ini beranggapan bahwa merekalah yang akan membangkitkn Islam di hari kemudian kelak. Memang benar bahwa banyak dalil yang menjelaskan Islam akan berjaya kembali namun tidak ada penjelasan bahwa NII-lah yang menjayaknnya. Hal ini masih ghaib dan tidak ada yang tahu secara pasti seperti yang dijelaskan pada QS An-Naml ayat 65: “Katakanlah: ‘Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.”

Historis


NII atau Negara Islam Indonesia didirikan pertama kali oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949, kemudian diteruskan oleh beberapa imam hingga akhir ini dipimpin oleh Syeh Panji Gumilang. Gerakan ini mempercayai sunnatullah bahwa kejadian Futuh Mekah akan terulang serupa kembali di Indonesia. Seperti yang telah saya jelaskan, bahwa Sunnatullah yaitu hukum Allah yang telah ditetapkanNya atau ketetapan yang tidak akan berubah namun tidak ada penjelasan dalam Al-Quran bhwa kejadian-kejadian dalam Al-Quran akan terulang kembali secara identik.

Aqidah


Tauhid mereka diambil dari surat Al-Fatihah dan An-Nas karena mereka berpendapat bahwa apabila kita membaca buku pembuka dan penutup maka inti sari buku itu akan ditemukan. Kata-kata yang sama di antara 2 surat tersebut dimaknai Trias Politica atau Syarat berdirinya sebuah negara.


Tauhid mereka yang membedakan dari tauhid yang lainnya yaitu tauhid mulkiyah yang ditujukan pada Malik yang artinya Raja Manusia. Coba kita teliti lebih lanjut apa hubungannya Raja Manusia dengan wilayah/tempat? Ini salah satu pembelokan tafsiran atau pena’wilan. Raja memang punya wilayah tapi yang dimiliki raja bukan cuma wilayah. Kenapa bukan tahta, kekuasaan, kekayaaan, rakyat yang diambil sebagai maknanya. Ini adalah penyempitan pola pikir yang disebut "Ghazwul Fikri".

Oleh karena itu seluruh isi Al-Qur’an dianggap sebuah buku tata negara. Dan ketaatan kepada negara sama saja sepeti ketaatan mereka terhadap Allah. Negara hanyalah sebuah benda mati, yang menggerakannya adalah para pemimpin. Pimpinan yang menjalankan perintah negara dianggap rasul, sebab menurut mereka tugas rasul menyampaikan isi kandungan Al-Quran sama halnya seperti pemimpin.

Selajutnya pada setiap mereka menafsirkan (asma Allah, din, agama, darul) segalanya dihubungkan pada “negara” dan penafsiran (rasul, nabi-nabi termasuk nabi muhammad) dihubungkan kepada “pemimpin negara” karena menurutnya tugas pemimpin negara sama halnya seperti nabi dan rasul yang tidak lain adalah menerapkan isi Al-Quran.

Syari’at


Syari’at yang ditegakkan hanya menggunakan Al-Quran sebagai segala sumber
pengambilan keputusan. Karena menurutnya Al-Quran adalah buku tata negara yang terdapat segala ilmu kehidupan manusia di dalamnya. Mereka tidak menggunakan hadis dikarenakan menurut mereka banyak yang dhaif, kecuali hadis itu menguntungkan bagi mereka, seperti perintah taat pada pemimpin.

Jadi istilah fiqih tidak jelas, atau NII merupakan gerakan LIF (Lintas Ilmu Fiqih) atau Ingkar Sunah. Singkat kata, hukum yang digunakan di NII bersifat setengah-setengah yaitu mengambil syari’at dari Al-Qur’an kemudian dijelaskan menurut tafsiran mereka sendiri.

Tafsiran mereka tidak disandarkan pada dalil-dalil yang lainnya melainkan menggunakan logika. Contohnya saja tafsiran mereka seperti pada surat Al ‘Ankabuut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar.”


Mereka menafsirkan dengan mempertanyakan apakah shalat yang telah kalian lakukan dapat mencegah perbuatan keji dan munkar? Hanya perbuatan langsunglah yang dapat mencegahnya, maka muncullah aturan shalat universal yaitu mengajak orang-orang untuk masuk NII.

Adapun contoh lainnya berupa zakat yang kadarnya ditentukan oleh pimpinan bukan berdasarkan hadis.

Dari pengertian mereka tentang sunnatulah saja sudah salah, begitu pula hal-hal yang di dalamnya. Seperti halnya sunnatullah yang mereka percaya akan terulang mereka melakuan hijrah dan perang (mengajak orang masuk NII). Namun yang dilakukan banyak sekali perbedaannya dengan zaman dulu, seperti dakwah sembunyi-sembunyi yang telah dilakukan bertahun-tahun. Padahal, Nabi Muhammad dakwah sembunyi-sembunyi hanya berselang 3 tahun, dan itu juga keadaanya berbeda dengan keadaan sekarang ini sebagaimana yang dilakukan oleh NII.

Hal lainnya, mengenai futuh Indonesia atau masa kebangkitan NII yang ditetapkan pada tahun 2004 berdasarkan penafsiran sunnatullah mereka, tidak terlaksana hingga sekarang, diundur 2009, bahkan Desa lain ada yang bilang 2010. Saya pernah mencoba mengkalkulasi ulang sebenarnya tahun berapa futuh menurut tafsiran perhitungan mereka. Ternyata seharusnya beberapa puluh tahun silam.

Mengapa hadits/sunnah itu perlu digunakan sebagai hukum Islam?

Al-Qur’an tidak memberi penjelasan menyeluruh tentang syarat-syarat apa yang mesti dipenuhi dalam ibadah. Persoaalan itu diserahkan kepada sunnah Nabi, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Sunnah itu yang menafsirkan yang masih bersifat umum, menerangkan yang masih samar, memperkhusus yang terlalu umum, memberikan contoh konkrit pelaksanaannya, dan membuat prinsip-prinsip aktual dan bisa diterapkan dalam kehidupan manusia. Hal itu karena Rasulullah SAW adalah yang bertanggung jawab menjelaskan Al-Qur’an dengan ucapan, perbuatan, dan ketetapan beliau, dan beliau pulalah yang lebih paham tentang maksud firman Allah dalam Al- Qur’an. Contohnya seperti bagaimana shalat, tahkim/hukum dan syarat menunaikan zakat, hal tersebut tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an.

Rasullulah bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah.

Di bawah ini adalah dalil-dalil Al-Qur’an yang telah “jelas/terang maknanya” tentang pandangan perintah rasul – Apabila disebutkan rasul-rasul maka rujukannya pada seluruh rasul dan jika hanya rasul maka rujukannya yaitu Nabi Muhammad SAW. Apabila kurang mengerti maka bacalah ayat sebelumnya dan sesudahnya atau silahkan tanya orang yang lebih faham.

Bagaimana pandangan orang kafir menurut Al-Qur’an:

An-Nisaa’ (4) ayat 150: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan(*) antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) ,

An-Nisaa’ (4) ayat 151: merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

(*) Maksudnya: beriman/percaya kepada Allah, tetapi tidak beriman/percaya kepada rasul-rasul-Nya.

Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu:

An-Nisaa’ (4) ayat 59: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Perintah taat pada Rasul:

Al-Hasyr (59) ayat 7: …Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya,.

Nabi Muhammad membawa petunjuk dan penjelas:

Ash-Shaff (61) ayat 9: Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

Rasul menjelaskan dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan:

Al-Maa’idah (5) ayat 15: Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan (*).

(*) Cahaya maksudnya: Nabi Muhammad SAW, dan Kitab maksudnya: Al-Qur’an.

Ibarat sbuah lampu pijar, pelitanya adalah Al-Qur’an dan cahayanya sebagai penjelas adalah Hadis.

Taatilah Allah dan taatilah Rasul:
Dalilnya: (47:33), (33:31), (2:285), (48:17), (49:17), (3:132), (4:13), (24:52), (24:54), (9:71).

Az-Zumar (39) ayat 33: Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Perjuangan


Seperti yang telah saya singgung di atas bahwa NII tidak memiliki hukum yang jelas, begitu pula syariah ibadah/perjuangannya tidak jelas, apakah itu wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram.

Apabila dilihat dengan seksama dari apa yang dilakukan aktivis NII, mereka semua
menjurus pada mengumpulkan uang untuk negara, kurang-lebih untuk kebutuhan politik, dari mulai shalat universalnya untuk target uang shadaqah, tahkim atau hukuman bagi yang bersalah harus mengeluarkan dam/denda, begitu pula zakat/shadaqah mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta yang dalilnya tidak jelas hanya sebatas taat pada pimpinan. Padahal segala sesuatu ada rujukannya/dalilnya. Mereka yang menjalakan ibadah seperti itu sebenarnya subhat, dikarenakan mereka hanya menjalakan saja atas dasar sumpah ketaatan mereka kepada pimpinan.

Rasulullah Bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” (HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Apabila anda menannyakan kepada pencuri kenapa dia mencuri, maka dia akan mejawab: “saya melakukan ini untuk menafkahi keluarga saya.” Dari kasus tersebut yang kita lihat bahwa niat dari pencuri untuk menafkahi keluarga adalah tugas mulia, namun jika dilakukan dengan cara yang salah tetap saja salah. Hal serupalah yang dilakukan aktivis NII untuk menjalakan perjuangannya dengan niat yang benar untuk menegakkan syari’ah Islam namun dilakukan dengan cara yang salah.

Apa yang menyebabkan umat NII melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya?

1. Fa’i atau rampasan perang. Menurut mereka keadaan sekarang sedang perang jadi harta orang di luar NII (kafir) boleh diambil.

2. Nukson atau krisis keuangan. Pada beberapa Desa memiliki target mendapatkan uang yang tinggi sekali yang harus diserahkan kepada negara tiap bulannya. Ada kalanya Desa itu tidak mendapatkan umat baru. Loh apa hubungannya umat baru dengan target keuangan Desa? Setiap umat baru yang berhasil mereka doktrin diwajibkan membayar shadaqah tuk membersihkn diri dikarenkan keadaan mereka yang sebelumnya kafir (banyak dosa) menuju tempat suci harus dibesihkan dengan jumlah uang yang jumlahnya mulai dari jutaan sampai puluhan juta.

Bagaimanapun ceritanya Desa harus mencapai target keuangnnya, maka saat krisis umat diharuskan mengeluarkan uang dengan segala cara, entah itu berhutang, jual atau gadai barang, puasa tidak makan bahkan sampai menipu orangtua dengan alasan uang kuliah, les atau menghilangkan barang teman. Setiap orang akan memetik buah amalnya sendiri, perilaku mereka yang menyimpang dari moral mengakibatkan mereka dipandang buruk oleh orang sekitar.

Sekali lagi saya ingatkan bahwa setiap ibadah ada tata cara/rujukan/dalilnya. Dan janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu:

Al-Maa’idah (5) ayat 77: Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah
kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”


Ibadah adalah amalan yang mulia, apakah pantas dilakukan dengan cara berbohong (menipu). Mengingkari ayat-ayat Allah, mencampur-adukkan antara yang haq dengan yang bathil dan menyembunyikan kebenaran:

Ali ‘Imran (3) ayat 70: Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah(*), padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

Ali ‘Imran (3) ayat 71: Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur-adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran(*), padahal kamu mengetahuinya?

Kesimpulan:


Siapakah yang benar dalam beribadah menurut padangan Al-Quran dan Hadis?

Dalam salah satu hadits masyhur, Rasulullah SAW bersabda, “...Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok, setiap kelompok akan masuk neraka kecuali satu saja.” Para sahabat bertanya, “Kelompok apa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH (artinnya: Mereka yang keadaannya seperti keadaanku dan sahabat-sahabatku saat ini).

Penjelasan:


Suatu saat umat Islam akan terpecah menjadi banyak sekali kelompok-kelompok, golongan-golongan, manakah yang benar? AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH bukan
aliran tapi sebutan bagi mereka yang menjalankan ibadah sesuai dengan Al-Qur’an
dan Hadits (petunjuk Nabi Muhammad) seperti zaman Nabi Muhammad SAW dulu, selain daripada itu adalah salah (telah telah menyimpang). Sebutan-sebutan ini seperti halnya sebutan kaum mu’min kepada kaum/kelompok/golongan orang beriman ataupun kaum musyrikin kepada kaum yang syirik kepada Allah SWT.

Tidak ada perubahan aturan ibadah yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad
SAW karena agama Islam telah sempurna saat Haji Wada:

..... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al – Maidah, 5:3)

Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Endang Agustin
Email endang.agustin@gmail.com

Contact me : forgive_v3@yahoo.com

Tuesday, February 13, 2007

Memangnya wajib kahfi untuk berquran?

source

Saya terjebak dgn golongan yang kononnya nak ajak saya memahami Al Quran. tetapi pendekatan yang diberi ialah menggunakan kitab terjemahan yang biasa di pasaran. Tanpa diperkuatkan dgn nas/hadith untuk menterjemah ayat-ayat AlQuran dan mengatakan bahawa Al Quran telah dipermudahkan dan logik. Golongan ini sedang berkembang dgn pesat di Malaysia dan jika dibandingkan terjemahan Al Fatiha sahaja dlm website ini amat jauh berbeza.Saya jadi mushkil apabila golongan ini mengatakan surah Al Fatihah ini bicara sistem/negara Islam. Cara golongan ini bergerak juga seolah macam kumpulan bawahtanah/underground yang mana kalau nak ke kuliahnye perlu tutup mata hingga samapai ke markasnye utk tujuan keselamatan. Katanye juga sama dgn cara Rasulullah sebar kan islam iaitu cara berkahfi atau bersembunyi dari musuh Islam. Ada proses penghijrahan minda dan juga hijrah ke negara Islam yang saya tak tahu di mana....katanya negara Islam itu wujud tapi bernaung di bawah negara lain yang di ikhtiraf PBB. Kerana bimbang dan musykil saya tinggalkan golongan ini atas sebab-sebab keselamatan dan dikuatiri ajaran sesat. Depa kata PAS, ABIM, JIM dan lain-lain tak betul kerana perjuangkan Islam cara terbuka dan tak ikut cara Rasulullah sebarkan Islam dahulu. Harap dapat sedikit penjelasan dari uztaz agar saya terlepas dari kekusutan dan ingin menyelamatkan kawan-kawan dan saudara mara yang telah terjebak ke dalam golongan ini.

Thursday, February 08, 2007

Sebahagian Kontra terhadap modus operandi N11

source

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta'i nuhu wanastaghfiruhu wanaudzubillahi min syururi anfusina waminsayyiati a'malina..mayyahdillahu..fala mudillalah..wamayyudlilhu fala hadiyalah.

Asyhaduallaa ilaa haillallaah wa asyhaduanna muhammadarasulullaah..amma ba'du

Tersiar kabar bahwa akhir-akhir ini ’gerakan sesat’ ini mulai bergerak lagi dikantor-kantor, dikampus-kampus, disekolah-sekolah(SMP dan SMA sederajat), ada baiknya kita memiliki pemahaman yang cukup terhadap ciri-ciri dan modus dari gerakan ini. Agar kita kemudian dapat membentengi diri, menyampaikan kepada sahabat-sahabat dan anggota keluarga kita yang lain agar mereka tidak terjebak ke dalam doktrin gerakan sesat ini. Dan agar sahabat-sahabat yang mendapati teman/ anggota keluarganya terlanjur masuk ke dalam gerakan sesat ini, agar bisa segera diselamatkan. Karena sudah banyak korban akibat dari gerakan sesat N11 ini, siswa-siswa yang putus sekolah, siswi-siswi yang terpaksa melacur untuk memenuhi tuntutan infaq gerakan ini, orang tua-orang tua yang kehilangan anak-anaknya, mahasiswa yang drop out, dan lain sebagainya.

Islam adalah agama yang sempurna, sehingga tidak diperlukan lagi tambahan-tambahan yang baru atas syariat agama ini, apalagi mengurangi bahkan menghilangkan apa yang telah menjadi syariat atas agama ini yang kita kenal dengan istilah "BIDAH". Sedangkan rasulullah sholallahu'alaihi wassalam bersabda "Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan (perkara baru) dalam urusan (agama) kami ini, maka hal itu tertolak.” (HR Bukhari), dan didalam riwayat yang lain rasulullah sholallhu'alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa mengerjakan suatu amalan tanpa ada dasar dari urusan (agama) kami, maka ia tertolak.”(HR Muslim), serta didalam riwayat yang lain, lebih tegas rasulullah sholallahu'alaihi wassalam bersabda "Sebaik-baik perkataan adalah Kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang baru dan setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Nasa’i)

Karena Islam hanya Allah subhanahu wata'ala turunkan kepada rasulullah sholallahu'alaihi wassalam saja, sehingga hanya pemahaman yang merujuk kepada beliau sholallahu'alaihi wassalam atas diin(agama) ini saja yang benar dan sesuai dengan syariat Allah azza wajalla.

Dan apa-apa yang dibicarakan atas nama Islam tetapi tidak sesuai bahkan bertentangan dengan syariat agama ini maka hal itu adalah tergolong "pemahaman yang sesat dan menyesatkan" atau yang biasa kita kenal dengan "Aliran sesat". Mereka inilah orang-orang yang berlebih-lebihan terhadap agama yang mudah ini, dengan mewajibkan ini dan itu dengan pertimbangan hawa nafsu..seringkali mereka menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah dan rasulNya..dan dilain waktu mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah dan rasulNya. Sungguh aneh jika hendak mendirikan negara Islam tetapi justru tindak lakunya malah bertentangan dengan syariat Islam.

Padahal Allah subhanahu wata'ala telah mengingatkan kita dalam firmanNya "Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan" (Annisa : 14).

Berbicara tentang aliran sesat yang mengidam-idamkan negara islam indonesia ini, tentu akan banyak nama yang bisa disebut, tetapi mungkin saja seiring dengan perkembangan waktu, atau mungkin atas alasan keselamatan 'gerakan' mereka(karena umat telah mengenal kesesatan mereka), mereka mengganti nama dan slogan-slogan mereka sehingga menjadi sulit untuk dibuktikan. Disamping itu, gerakan utama mereka adalah 'gerakan bawah tanah'(underground), berpindah-pindah, , sehingga kadang sebagian mereka memang berada diantara umat, berinteraksi dengan mereka, dan menyusupkan ideologi itu kedalam hati dan pikiran orang-orang yang belum mengetahui dasar-dasar Islam dengan khayalan-hayalan akan berdirinya negara Islam tetapi sejatinya hanya demi rupiah dan melemahkan barisan umat islam mereka ada. Karena itu, point penting kita hanya akan memaparkan ciri-ciri 'kesesatan' atau 'gaya' gerakan mereka untuk kemudian dikenali dan kita hindari. Tidak perlu takut menghadapi orang-orang ini, yakinlah bahwa Allah azza wajalla dan orang-orang beriman bersama kita.

Berikut ciri-ciri modus mereka diambil dari berbagai sumber :

1. Biasanya mereka mendekati laki-laki muslim/ wanita muslimah yang belum mengetahui dasar-dasar islam dengan baik atau juga dalam kondisi psikologis yang labil, atau kepada mereka yang memang belum memiliki ilmu tentang islam sama sekali tetapi senang diskusi. Sebelum mereka melakukan pendekatan kepada 'target', mereka juga mengamati dan mempelajari kecenderungan si target, terkadang kita diminta untuk mengisi sebuah quesioner tentang agama, mungkin untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kita tentang agama Islam. Secara umum pendekatan yang dilakukan ada 2, yakni pendekatan bisnis atau melalui 'kajian islam??'. Jika si target senang dengan 'bisnis' maka akan dilakukan dengan menawarkan bisnis(biasanya MLM atau bisnis dengan model investasi) dsbnya, jika si target senang dengan islam maka akan didekati dengan menawarkan 'pengajian' dsbnya. Melalui pendekatan bisnis itu, akhirnya akan ditarik juga untuk mengikuti 'pengajian??' yang mereka selenggarakan. Dimana 'pengajian??' yang mereka lakukan sesungguhnya adalah proses doktrinisasi pemikiran 'nyeleneh' mereka terhadap si target. Biasanya si target akan diberikan tentang perumpamaan ini dan itu, misalkan tentang banyaknya musibah, tidak bersatunya umat islam, kejahatan dimana-mana, terpuruknya ekonomi umat islam dan lain2 yang notabene akibat jauh umat islam dari pengamalan ajaran Islam yang sesungguhnya, tetapi semakin diikuti..arah pembicaraannya justru malah bertentangan dengan pemahaman Islam yang lurus. Atau dengan cara yang 'klasik' misalkan mengajak si target ke tempat pengajian, dengan sebelumnya mengutarakan berbagai macam alasan, seperti : minta diantar ke rumah temannya untuk meminjam buku, dan lain-lain yang setibanya ditempat yang telah ditentukan(tak jarang pertemuan diadakan di restoran2 sepat saji di MALL/ PLAZA) ternyata sudah ada beberapa orang 'ahli' mereka yang akan berbicara tentang 'Islam'??, dan ’hebatnya??’ lagi seringkali mereka selalu melengkapi diri dengan Al Quran agar terlihat lebih meyakinkan.

2. Kemudian setelah si target mau mengikuti kajian2 mereka dan mulai terwarnai, masuk ke tahapan selanjutnya yakni "HIJRAH". Menurut mereka saat ini seluruh umat islam diluar jamaah mereka adalah kafir, sehingga wajib "HIJRAH" kedalam kelompok mereka jika ingin menjadi orang islam. "HIJRAH" itu sediri diikuti dengan berbagai "kewajiban" lain yang sesungguhnya tidak dikenal dalam islam, seperti yang utama adalah "zakat hijrah", dan zakat lainnya yang kemudian diikuti oleh bermacam-macam infaq setiap bulannya. Dahulu, tidak dibedakan kewajiban zakat ini antara calon anggota yang kaya dan miskin, sekarang sepertinya gerakan ini agak 'melunak'. Boleh jadi antara anggota yang kaya dan miskin dibedakan nominal kewajiban zakatnya tetapi intinya, semua anggota baru wajib berzakat. Padahal didalam Islam, kewajiban zakat hanya jatuh kepada mereka yang kaya, dan harta tersebut telah terpenuhi secara nisab dan haulnya.

3. Terkadang si target diikutkan dalam kajian 'tafsir Al Quran??' yang mereka adakan sendiri secara ’gratis??’, sebagai kamuflase agar gerakan ini terlihat 'islami'dan untuk mempersiapkan kader ahli(perekrutan)??. Padahal dalam kajian itu mereka hanya berbicara tentang apa yang sesuai dengan hawa nafsunya saja. Sama sekali tidak ilmiah, bahkan seringkali mempertentangkan ayat2 Al Quran yang ada didalamnya. Bahkan.. jika ada yang mempertanyakan kejahilan tersebut akan dianggap sebagai 'perusak'dan jika si target tetap 'keukeuh' dengan pemahamannya, serta terus mempertanyakan 'penafsiran jahil' tersebut maka si pentilawah akan mengulang-ulang ayat yang dibacakan beserta penafsiran jahil yang diinginkan..serta melabeli si target sebagai tong sampah yang najis karena enggan menerima 'kebenaran??'. Yang lebih 'lucu' lagi meski kajian itu disebut sebagai 'kajian tafsir gratis' tetapi para target akan diwajibkan dengan sejumlah infaq.

4. Jika si target adalah anggota biasa2 saja, biasanya mereka tetap akan diikutkan dalam pengajian?? yang seringkali berpindah tempat. Pada kesempatan itulah sesuai dengan kapasitas pemahaman target akan dasar-dasar keislaman, maka mereka akan dengan perlahan memasukkan pemikiran-pemikiran yang menyalahi aqidah Islam. Mereka beranggapan bahwa sholat itu tidak perlu gerakan ritual, cukup dengan niat saja atau digantikan dengan aktifitas yang lain. Mereka juga beranggapan bahwa karena saat ini belum sampai pada kondisi futuh(pembebasan) maka syariat Islam tidak berlaku, sehingga mereka bebas melakukan segala macam dosa(menurut syariat) tanpa perlu bertobat kepada Allah azza wajalla, tetapi jika melanggar aturan pemimpin/ jamaah maka target akan mendapatkan hukuman yang ujung-ujungnya harus digantikan dengan sejumlah uang tertentu.

Hal-hal yang menyalahi syariat serta penyelewengan Aqidah yang mereka lakukan :

1. Segala aturan,perintah dan arahan dari Negara Islam (N11) adalah sama dengan arahan Allah yang wajib dipatuhi. Sehingga ada konsekuensi(hukuman yang ujung-ujungnya setoran yang berat bagi para jamaahnya jika melanggar aturan2 jamaah, sedangkan melanggar syariat Allah subhanahu wata’ala adalah sah-sah saja. Dan beranggapan bahwa para anggota jamaah adalah suci..sesuci malaikat di sisi Allah.

2. Menekankan bahwa Kerasulan dan kenabian belum berakhir dengan alasan bahwa setiap orang yang menyampaikan da'wah Islam adalah juga rasul(utusan) Allah. Ini menunjukkan mereka tidak memahami makna rasul dan nabi disisi Allah yang hanya untuk mereka yang menerima wahyu secara langsung dari Allah sebagai satu-satunya perwakilan Allah dalam menjelaskan syariat kepada hamba-hambaNya . Bahkan mereka menambahkan kesesatan mereka dengan mengakui bahwa Al Quran sebagai wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, tetapi manusia mempunyai kebebasan untuk menta'wil dan mentafsirkan ayat2 baik ayat muhkamat(ayat2 hukum seperti waris dll dan yang pasti dan juga dikuatkan dengan hadits) dan mutasyabihat(dengan makna umum dan dijelaskan oleh hadits atau didiamkan/ tanpa penjelasan lebih lanjut seperti pada awal-awal surat alif..lam mim). Padahal didalam agama islam, semua hal harus didasarkan dengan Ilmu. Bayangkan jika setiap orang berhak berbicara tentang Islam, dapat dipastikan bahwa akan lebih banyak aliran sesat yang mengatasnamakan Islam dimuka bumi ini.

3. Mereka membagi shalat menjadi 2 bagian, yakni sholat aktifitas dan sholat ritual. Anggapan mereka karena belum adanya negara Islam Indonesia, maka syariat (Islam) atas sholat tidak berlaku. Anggapan mereka yang jahil adalah bahwa hal yang jauh lebih penting dari itu(ritual sholat) adalah sholat aktifitas, yang juga berarti mengikuti segala macam program yang telah ditentukan oleh jamaah N11.

4. Mereka mengkafirkan seluruh umat islam yang berada diluar mereka. Dan dalam melancarkan aksinya, jamaah ini menghalalkan segala cara, bahkan dianjurkan untuk menipu, berbohong, mencuri barang-barang diluar jamaah mereka, apakah itu barang-barang milik keluarga sendiri, teman, bahkan perusahaan tempat dimana mereka bekerja dengan alasan untuk 'memenangkan'?? agama Allah. Mereka juga mengharamkan pernikahan diluar jamaah mereka(sekarang sepertinya agak "melunak", dengan dalih manambah anggota baru mereka boleh menikahi diluar jamaah mereka) karena menganggap tidak sah menikah dengan orang-orang kafir.

5. Jika melanggar syariat jamaah N11 maka mereka akan dikenakan dam/ denda yang harus dibayarkan dengan jumlah tertentu yang disebut dengan uang taubat. Ibadah qurban menurut anggapan mereka bukan dengan menyembelih hewan qurban, tetapi dengan menyerahkan sejumlah uang untuk kegiatan jamaah. Syurga dalam anggapan mereka hanya bagi mereka yang telah menjadi warganegara N11, dimana mereka boleh menikmati hal-hal 'bebas' yang ada disyurga nanti dengan apa yang ada didunia. Bagi jamaah N11, perzinahan itu bagian dari menikmati 'syurga' dunia.

6. Isra mi'raj dalam anggapan mereka adalah bertemunya seorang 'rasul(baca: kader mereka) kepada pemimpin tertinggi jamaah N11. Para jamaah(terutama wanita) tidak diwajibkan untuk menutup auratnya karena alasan masa kahfi(dinisbatkan pada fase pemuda kahfi yang bersembunyi digoa selama 309th demi berlindung dari raja yang dholim). Setiap orang diwajibkan dengan berbagai macam infaq dalam setiap bulannya, dan diharuskan sanggup untuk melaksanakan segala perintah 'ulil amri' mereka. Harta anggota menurut anggapan mereka adalah milik Allah dan hendaklah diberikan jika Pemimpin menghendakinya.

7. Kewajiban zakat yang tidak dikenal didalam Islam, seperti zakat "hijrah"?? dan zakat-zakat yang lain. Tidak mengenal kaya atau miskin, semua diwajibkan untuk berzakat. Kemudian dikemanakan uang zakat itu?? apakah kemudian sesuai dengan ketetapan Al Quran seperti didalam surat At Taubah : 60 "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu'allaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana."??? ternyata tidak, setelah diserahkan ke pimpinan, maka hal itu untuk pembangunan sarana NII dan mendukung kegiatan2 mereka.

8. Menyentuh dan membaca AL Quran tidak perlu berwudhu, bahkan mereka beranggapan bahwa Al Quran itu adalah buatan manusia dan yang lebih penting adalah 'memahami??' dan 'mengamalkan??'nya, sehingga mereka pun dengan seenaknya saja menafsirkan sendiri sesuai dengan hawa nafsu, boleh menginjak-injaknya, ataupun meludahinya. na'udzubillah.dll.

Sebenarnya masih banyak hal-hal lain yang menjadi ciri dari gerakan ini hanya saja pokok-pokok(inti) dari modus dan gerakan NII ini insyaAllah seperti yang tertulis diatas. Ada lagi model 'penghijrahan'nya dilakukan dengan cara diculik, kemudian mata mereka diikat, dan dibawa ke sebuah tempat. Ditempat itu mereka disuruh berbaiat(janji) bahkan diakhiri dengan 'ritual' zina, na'udzubillah tsumma na'udzubillah. Mereka yang hendak keluar dari jamaah ini pasti akan mendapat teror dibunuh, tetapi ketahuilah, bahwa Allah azza wajalla bersama orang-orang yang beriman. Jika kita telah memohon perlindungan kepada Allah azza wajalla, siapa lagi yang bisa mengalahkan kita?? Jangan pernah takut menceritakan kepada orang-orang terdekat atau keluarga bahkan ke polisi, jika ada diantara sahabat mengalami satu diantara 'gejela-gejala' tersebut diatas. Atau jika diantara sahabat ada yang merasa resah dengan 'kajian-kajian' yang diikuti, jangan tunda-tunda untuk bertanya kepada ahlinya, bisa melalui www.eramuslim.com atau www.syariahonline.com dan lain-lain atau kepada teman-teman(ROHIS) yang dianggap memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar agama Islam agar segera dapat menjauh dari orang-orang yang menyebarkan paham rusak ini. Jamaah ini juga dikenal dengan nama NII/ N11, alias "NEGARA KARUNIA ALLAH" alias "Gerakan Pemuda Kahfi" dan mungkin ada label-label lainnya. Istilah-istilah yang sering mereka gunakan seperti tingkatan pejabat daerah yakni lurah, camat, gubernur, dan khalifah.

Akhir kata, aliran-aliran seperti ini sampai kiamat pun akan tetap ada, hanya kepada Allah subhanahuwata'ala kita kembali dan kepada pemahaman rasulullah sholalallahu'alaihi wassalam saja yang menjadi rujukan kita dalam mempelajari agama ini serta para ulama-ulama hanif pewaris nabi. Rasulullah sholallahu'alaihi wassalam bersabda "“Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah-ku.” (HR Al HAkim)

semoga bermanfaat..

Aquluqawlihdza fastaghfirullahal adhim

wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wabarakatuh

Tanggapan Terhadap Tafsir N11

source

Ayat Al Quran yang diselewengkan N11

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillaahirrahmanirrahim

Berbicara tentang Al Quran, tentu mereka yang paling paham adalah ahlinya, para ulama yang mendalami tafsir. Sudah sewajarnyalah ketika kita tidak atau belum memahami suatu ayat, maka ‘palabuhan’ pertanyaan kita adalah kepada para ulama tersebut. Agar tidak tersesat jalan kita, dan agar kita memahami syariat Agama ini sesuai dengan apa yang telah diwasiatkan oleh rasulullah sholallhu’alaihi wassalam. Tidak perlu ragu mempertanyakan ‘sumber’ sebuah penafsiran yang kita dapatkan dari orang lain, agar menjadi jelas kedudukan penafisiran itu apakah sesuai dengan kaidah yang dibenarkan oleh syariat ataukah justru menyalahinya. Karena banyak terjadi akhir-akhir ini mereka yang mengatasnamakan Islam, dengan dalih melakukan ‘rekonstruksi’ penafsiran, tetapi kenyataannya, penafsiran mereka jauh dari apa yang dipahami oleh para ulama(ahli agama), apalagi mendekati pemahaman rasulullah sholallahu’alaihi wassalam sebagai satu-satunya pembawa risalah agama ini. Padahal rasulullah sholallahu’alaihi wassalam telah mewanti-wanti umatnya agar tidak sembarangan berbicara tentang Al Quran, dalam sabdanya “Barang siapa berbicara tentang Al Qur'an dengan akal nya atau tidak dengan ilmu, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraka’(HR Tirmidzi), ini berarti ketika kita hendak bericara tentang Al Quran harus jelas ilmu dan sumbernya, disamping sebagai tanggungjawab kita dalam menjaga agama Allah ini, juga kaitannya dengan keselamatan kita diakhirat, karena ancaman bagi mereka yang berbicara tentang Al Quran hanya dengan akal saja, siap-siap memilih tempatnya dineraka, na’udzubillah.



Berbicara tentang Al Quran harus merujuk kepada ahlinya(ahli tafsir). Dizaman rasulullah sholallahu’alaihi wassalam, selain keempat sahabat khulafaur rasyidin, sahabat-sahabat yang dikenal memiliki pemahaman Al Quran yang baik adalah Ibn Mas’ud ra, Ibn Abbas ra, Ubai bin Ka’b ra, Zaid bin Tsabit ra, Abu Musa al-Asy’ari ra, dan Abdullah bin Zubair ra,serta istri rasulullah sholallahu’alaihi wassalam ummul mukminin ‘Aisyah radhiallahu anha. Dan yang terbaik diantara yang baik tadi adalah pemahaman Ibnu Abbas ra, karena secara khusus rasulullah sholallahu’alaihi wassalam mendoakan beliau ra seperti dalam beberapa riwayat dikatakan Rasulullah pernah merengkuhnya ke dada beliau seraya berdoa, "Ya Allah, ajarilah ia al-hikmah." Dalam suatu riwayat disebutkan, "(Ajarilah ia) al-Kitab (Alquran)." Dan didalam riwayat yang lain rasulullah sholallhu’alaihi wassalam berdoa sambil mengusap kepalanya ''Ya Allah, anugerahilah pemahaman agama kepadanya”. Bahkan beliau ra dalam usianya yang sangat muda telah menjadi rujukan para sahabat-sahabat rasulullah sholallahu’alaihi wassalam dalam masalah agama, dimana Umar bin Khattab pernah berkata "Apa pendapat kalian mengenai firman Allah, 'Bila telah datang pertolongan Allah dan Penaklukan.' (surat An-Nahsr hingga selesai). Maka, sebagian mereka berkata, "Kita diperintahkan agar memuji Allah dan meminta ampun kepada-Nya bila kita menang (dapat menaklukkan Mekkah)." Sebagian lagi hanya terdiam saja. Lalu, Umar pun berkata kepada Ibnu Abbas, "Apakah kamu juga mengatakan demikian?" Ia menjawab, "Tidak." Lalu Umar bertanya, "Kalau begitu, apa yang akan kamu katakan?" Ia menjawab, "Itu berkenaan dengan ajal Rasulullah sholallahu’alaihi wassalam di mana Allah memberitahukan kepadanya bila telah datang pertolongan-Nya dan penaklukan kota Mekkah, maka itulah tanda ajalmu (Rasulullah-red), karena itu sucikanlah Dia dengan memuji Rabbmu dan minta ampunlah kepada-Nya karena Dia Maha Menerima Taubat." Umar pun berkata, "Yang aku ketahui memang seperti yang engkau ketahui itu.". Itulah Abdullah bin Abbas, atau yang dikenal dengan Ibnu Abbas ra, sahabat yang paling paham Al Quran. Dan ‘kaidah’ tafsir yang beliau(Ibnu Abbas ra dan para sahabat yang lain) lakukan menjadi dasar seluruh ulama tafsir hingga saat ini dalam memahami Al Quran. Menafsirkan ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, ayat dengan perkataan sahabat karena merekalah yang dianggap paling mengetahui Kitabullah, atau dengan perkataan tokoh-tokoh besar tabi’in wat tabiut tabi’in(generasi setelah sahabat dan setelahnya) karena mereka pada umumnya menerimanya langsung dari para sahabat rasulullah sholallahu’alaihi wassalam. Itulah penafsiran yang ‘tertinggi’, tafsir yang ma’tsur, yang sampai kepada pemahaman rasulullah sholallhu’alaihi wassalam. Dan dalam perjalanan generasi setelahnya,banyak mufassirin yang mencoba menafsirkan kembali ayat-ayat Al Quran nul kariim itu dengan mengaitkan realita zaman meneruskan tradisi keilmuan dalam Islam tsb, tanpa keluar dari kaidah-kaidah penafsiran yang benar,salah satunya yang masih aktual sampai saat ini adalah tafsir Ibnu Katsir, dimana jawaban terhadap ayat-ayat ‘penafsiran’ N11 berikut ini diinspirasi dari tafsir ibnu katsir rahimakumullah.



Mungkin sahabat pernah mendengar ada orang yang tidak menyukai islam mengambil potongan sebuah ayat(Al ma'un:4) yang artinya "maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat". Ayat ini mereka gunakan dalam rangka mendoktrin bahwa ada ketidakkonsistenan didalam Al Quran, disatu sisi menyuruh mendirikan sholat, diayat yang lain malah disumpahi agar celaka jika melakukan sholat. Padahal akan jauh lebih jelas kepada siapa 'kecelakaan bagi mereka yang sholat' itu, jika orang itu mau jujur membaca kelanjutan ayat2nya (Al ma'un 5 - 7) yang artinya "(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna". Meski begitu, kita jangan berhenti pada "arti" saja, karena pemahaman pada ayat diatas tidak cukup bermodalkan arti atau terjemahan, lanjutkan dengan bertanya kepada ahli ilmu(ahli agama/ ahli syariah / ulama)sehingga apa saja yang dimaksud oleh Al Quran sebagai "orang2 yang lalai", "orang2 yang berbuat riya", dan "orang yang enggan menolong dengan hal2 yang berguna" dapat kita pahami makna sebenarnya.



Ternyata begitu juga yang dilakukan oleh para rekruter N11 terhadap Al Quran, mereka dengan serampangan dan sepotong-potong mencuplik ayat tanpa ilmu agar sesuai dengan maksud yang mereka inginkan, agar para rekruter berhasil menimbulkan dalam diri target 'ketakutan' dan 'kepatuhan' terhadap doktrin yang mereka sampaikan, karena seolah-olah sesuai dengan Al Quran. Padahal sejatinya hanya menjadikan ayat-ayat Allah itu sebagai olok-olok dan permainan tipu daya saja, na'udzubillah. Yang diperparah lagi dengan hilangnya sikap “kritis” para target terhadap apa yang diberikan kepada mereka. Para rekruter N11 ini selalu berbicara mengatasnamakan Al Quran, padahal kebenaran Al Quran tidak akan mungkin keluar(baca: bertentangan) dari fitrah manusia dalam mencernanya(dengan akal dan hati), karena Al Quran itu petunjuk bagi manusia. Ambil contoh, kewajiban berzakat itu hanya bagi mereka yang telah mencapai haul dan nisab, atau karena sebab2 misalkan ia mendapatkan harta yang tidak diduga-duga, atau karena dalil-dalil zakat yang lainnya, tetapi tidak pernah dikenal ada syariat zakat hijrah didalam Islam sejak 14 abad yang lalu sampai sekarang kecuali seperti yang dilakukan oleh N11, mewajibkan seluruh anggotanya untuk membayar sejumlah tertentu sebagai infaq wajib bulanan, atau menganggap tidak berlakunya syariat Allah azza wajalla karena perjuangan masih dalam fase Mekkah, dll, padahal jelas-jelas syariat agama Allah ini telah sempurna, dan diperintahkan untuk kita(sebagai seorang muslim) masuk secara kaffah(keseluruhan), bukan dengan mengambil yang cocok, dan membuang yang tidak cocok, bahkan lebih jauh dari itu, mengubah apa-apa yang telah ditentukan(halal dan haram) oleh Allah azza wajalla didalam syariatNya. Itulah sebagian dari rekaan, khayalan dan penipuan mereka terhadap ayat-ayat Allah dan umat Islam Indonesia serta Malaysia. Tidaklah Allah azza wajalla menjadikan agama Islam ini begitu sulit, karena Allah tidak mungkin membebankan sesuatu melebihi kemampuan hambaNya.



Berikut ayat-ayat yang sering digunakan untuk N11 dalam doktrinya kepada para target sebagai pembenaran atas apa yang mereka tawarkan :



===============================

1. Surat Adz Dzariyat ayat 56 (51:56)

“Dan aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah”.

N11 berkata : Arti menyembah: Ibadah ------- yang bermaksud umat Islam harus melaksanakan aturan Islam di negara karunia Allah SWT.



Bantahan : Ayat itu menurut terjemahan kata per kata pada surat adzdzariyat: 56 ini berbunyi "Dan (Aku) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku". Secara umum pengertian ibadah adalah apa-apa yang dilakukan dan tidak dalam rangka bermaksiat kepada Allah dan diniatkan karena Allah. Para ulama membagi ibadah kedalam 2 jenis ibadah. Yakni ibadah mahdah berupa ibadah yang cara, waktu, dan berbagai halnya telah ditentukan secara pasti dan jelas oleh nash(dalil Quran dan Hadits) serta merupakan inti ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala dimana contoh dari ibadah mahdah adalah salat, puasa, zakat, dan haji. Sementara ibadah ghairu mahdah adalah semua perbuatan yang mendatangkan kebaikan seperti minum, makan, mencari nafkah, dsb yang dilaksanakan dengan niat kebaikan karena Allah subhanahu wata’ala. Disamping itu dalam tafsir ibnu katsir, dijelaskan bahwa ayat ini merupakan pernyataan Allah azza wajalla kepada hamba-hambaNya dari golongan Jin dan Manusia agar jangan merasa sombong dengan keberadaan mereka dimuka bumi ini. Allah azza wajalla sekali-kali tidak membutuhkan seluruh ibadah jin dan manusia, tetapi jin dan manusia lah yang membutuhkan ibadah kepada Allah azza wajalla, ibadah(kepatuhan terhadap syariat Allah) kepada Allah itulah 'makanan' lain yang sangat dibutuhkan oleh jin dan manusia. Didalam tafsir yang sama, dari ali bin abi talhah dari ibnu abbas ra(salah satu sahabat didikan rasulullah sholallahu'alaihi wassalam yang paling paham Al Quran) berkata, maksud dari ayat itu adalah agar jin dan manusia tunduk(kepada syariat Allah) baik secara suka rela maupun terpaksa, dan ibnu juraij menambahkan, ibadah yang dilakukan oleh jin dan manusia itu dalam rangka mengenal Allah azza wajalla.



Sekarang bandingkan dengan "tafsiran" N11 yang menyempitkan makna ibadah itu dengan melaksanakan aturan islam dinegara karunia Allah(N11). Aturan/ syariat Allah tidak mengenal tempat, meski seorang muslim berada didaerah kafir sekalipun, syariat Islam itu tetap berlaku untuknya, karena seluruh bumi dan alam semesta ini milik Allah azza wajalla. Darimana mereka mendapatkan "bisikan" aneh(jika tidak dikatakan sesat) seperti ini? Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan hidayah kepada mereka, aamiin.



=======================

2. Surat Al Maidah ayat 50 (5:50)

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah SWT bagi orang yang yakin.”



N11 berkata : Didalam Negara RI manusianya : Judi juga shalat juga, mabuk juga puasa juga, zina juga zakat juga, Dll



Didalam N11 (Negara Islam) / Negara Karunia Allah hanya ada : shalat, puasa, zakat dll yang semuanya terhitung ibadah.



N11 berdalih ”bagaimana mungkin kita bisa beribadah dengan khusyu', sementara kejahatan dimana-mana, bahkan yang sholat saja masih berjudi dan sebagainya’

Dalilnya “Janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil” (Al baqarah:42)

Negara RI menggunakan hukum jahiliyah, berarti negaranya negara jahiliyah, yang artinya juga rakyatnya adalah jahiliyah. Oleh karena itu kita harus berhijrah.



Bantahan : Sangat tidak logis(terlalu dipaksakan) ketika mengaitkan ada sebagian orang yang masih melakukan sholat tetapi masih melakukan maksiat sebagai sebuah alasan untuk mengajak orang ’berhijrah’ ke N11. Pertama, sholat yang dijamin oleh Allah subhanahu wata’ala sebagai sholat yang mampu menghindarkan pelakunya dari perbuatan keji dan munkar, adalah sholatnya mereka yang memiliki ilmu tentang sholat itu sendiri ditambah dengan ilmu tentang rukun iman dan islam. Ilmu bagaimana sholat yang benar menurut rasulullah sholallahu’alaihi wassalam, dan sholat yang hanya diniatkan untuk Allah subhanahu wata’ala. Kedua, perintah Hijrah sendiri didalam Islam turun karena semakin meningkatnya ancaman pembunuhan terhadap kaum muslimin dan kepada rasulullah sholallahu’alaihi wassalam, bahkan rumah beliau sholallahu’alaihi wassalam telah dikepung oleh kaum kafirun, kemudian atas ijin Allah azza wajalla, pasukan kaum kafirun itu diserang kantuk yang berat, hingga kaum kafirun itu tidak menyadari rasulullah sholallahu’alaihi wassalam telah lolos melewati kepungan mereka. Ketiga, rasulullah hijrah ke tempat yang baru, yang mana sebelum peristiwa hijrah itu, rasulullah sholallahu’alaihi wassalam telah mengutus seorang da’i muda Mushab bin Umair untuk mendakwahkan Islam, dakwah tauhid kepada Allah subhanahu wata’ala, dan atas izin Allah, mayoritas masyarakat madinah saat itu menerima Islam dengan lapang dada. Meski dakwah Mushab bin Umair adalah dakwah yang 'sirr'(rahasia), semua orang tahu siapa yang mendakwahkan Islam dan memiliki kebebasan untuk menanyakan segala hal tentang Islam kepada beliau ra. Bahkan pada suatu kesempatan Mushab bin Umair pernah dihunus oleh orang-orang Yahudi yang tidak menyukai dakwahnya, beliau ra dengan tenang berkata ’kenapa anda tidak duduk dulu bersama kami untuk mendengarkan apa yang saya sampaikan? Bila tertarik, alhamdulillah, bila tidak, kami pun tidak akan memaksakan apa-apa yang tidak kalian sukai." . Dan setelah mendengarkan penjelasan Mushab bin Umair ra tentang Islam, masuklah orang-orang Yahudi itu secara sukarela ke dalam Islam. Ini semata-mata semakin menunjukkan bahwa dakwah Islam itu adalah dakwah yang terbuka, tidak memaksa, dan jauh dari tipu daya. Inilah akhlak seorang muslim yang shahih / benar dari 14 abad yang lalu hingga sekarang.



Sekarang bandingkan dengan apa yang dilakukan N11 dan doktrin-doktrinnya, apakah sudah terpenuhi sebab-sebab seorang muslim harus hijrah? Apakah jiwa mereka terancam di Negara RI ini? Kalaupun mereka hijrah demi menyelamatkan ’diri dan agamanya’ apakah mereka hijrah ke negara lain diluar teritorial negara RI? Jika tidak, apanya yang hijrah?? Jika dikatakan ’pemikiran’nya yang hijrah, pemikiran yang seperti apa yang dihijrahkan oleh N11 ini, jika bukan pemikiran yang merendahkan Islam itu sendiri, dengan dalih ’jihad’ seseorang diwajibkan berhijrah, dan membayar zakat, serta infaq wajib tiap bulannya dengan besaran yang ’wah’ tanpa ada satupun dalil yang benar dan membenarkan tindakan seperti itu, apakah ini yang disebut dengan berhukum pada hukum Allah? Disamping itu, apakah doktrin N11 itu adalah doktrin terbuka layaknya seperti Islam yang diajarkan rasulullah sholallahu’alaihi wassalam? Padahal Islam yang benar pasti didakwahkan dengan cara terbuka, tidak mungkin ada dakwah Islam dengan ketertutupan, kebohongan, apalagi dengan teror kecuali yang terjadi pada aliran sesat.



Sebenarnya ayat ke 50 dari surat Al Maidah itu berlaku secara umum, bahwa hukum Allah adalah syariat Allah tidak menunjukkan ke salah satu hukum(misal hukum bernegara saja). Ayat ini seharusnya tidak dapat dipisahkan dari ayat sebelumnya yang berbunyi ”.. dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah SWT bagi orang yang yakin.” (Al Maidah:49-50) Didalam tafsir ibnu katsir, dijelaskan, ayat ini terkait dengan sebuah kasus zina yang dilakukan oleh 2 orang yahudi dimana mereka meminta rasulullah sholallahu'alaihi wassalam untuk memutuskan perkara diantara mereka, jika hukuman rajam(tubuh ditanam ketanah sedalam setengah badan, kemudian orang yang ditanam tersebut dilempari batu) yang rasulullah pilih untuk mereka, maka akan mereka abaikan. Padahal telah jelas didalam kitab mereka, Taurat, hukuman atas dosa zina itu adalah juga rajam, tetapi diantara mereka kemudian mengubah ketetapan Allah subhanahu wata'ala atas dosa zina tersebut dengan cambukan. Dalam salah satu riwayat, satu diantara mereka menutupi(dengan tangan) ayat tentang rajam tersebut, dan mereka hanya membaca ayat yang telah mereka ubah, hingga salah seorang sahabat rasulullah melihat hal itu dan mengangkat tangan yahudi yang menutupi ayat tentang rajam tersebut, dan terbongkarlah kebohongan mereka.



Terkait dengan doktrin N11 diatas dengan menjadikannya ayat ini sebagai ”dalil” pembenaran perintah ”hijrah” yang mereka doktrinkan, justru dengan ayat ini juga, kita menjawab doktrin mereka diatas, karena disatu sisi mereka seolah-olah bersikap agar kita menggunakan hukum Allah, tetapi disisi yang lain mereka(N11) malah mengabaikan hukum-hukum Allah, dan menggantinya dengan apa-apa yang datang dari hawa nafsu mereka, diantaranya menetapkan hijrah diikuti dengan ibadah zakat ini dan itu,ditetapkan tanpa dalil yang dibenarkan oleh syariat. Apakah mereka menganggap Allah dan RasulNya ’kurang’ jeli sehingga tidak menetapkan aturan hijrah dan zakat itu dengan sempurna? Siapakah yang justru mengabaikan hukum Allah, umat Islam atau N11?



Ayat ke-42 dari surat Al Baqarah yang secara lengkap memiliki arti "Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui". Ayat ini justru berbicara tentang perintah Allah subhanahu wata’ala agar tidak mencampur kebenaran dengan kesesatan (menetapkan apa-apa yang tidak pernah ditetapkan Allah dan rasulNya atas dasar syariat Islam), justru seperti yang dilakukan N11, padahal sebagian orang-orang N11 ini tahu mana yang benar, tetapi mereka malah menyembunyikan kebenaran itu, dan menggantinya dengan kesesatan, meski begitu ada sebagian dari mereka tidak tahu tentang kebenaran Islam, tetapi juga tidak/ belum berusaha untuk mencari kebenaran itu. Padahal ada kewajiban bagi setiap muslim untuk terus belajar(membaca dan bertanya kepada ahlinya, para ulama) dan mengamalkan kebenaran Islam itu dengan sungguh-sungguh.

Dan diakhir ayat Allah berfirman agar setiap muslim wajib menyampaikan setiap kebenaran yang ia ketahui agar bisa memberikan manfaat kepada sesama.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan mereka hidayah untuk bertaubat, aamiin.

===========================



N11 berkata:

Kemana kita hijrah? Dari RI ke NI, jika kita tidak berhijrah, sama saja sholat kita dengan siulan dan tepuk tangan.

Dalil : Surat Al Anfal ayat 35 (8:35)

“Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanya siulan dan tepuk tangan, maka rasakan adzab disebabkan kekafiran itu”.



Negara RI ibarat sampah, karena bercampurnya yang hak dan batil(ada yang sholat dan ada yang maksiat). Padahal jika diibaratkan keislaman seseorang seperti buah apel yang bagus(muslim yang berduit/ berpotensi untuk memberikan duit) dan berada ditempat sampah(negara RI), maka tidak mungkin kita membiarkannya ditempat sampah(negara RI), tetapi mesti kita mengangkatnya(ajakan HIJRAH) ke tempat yang meja dan diberikan tempat(ke Negara Karunia Allah).



Bantahan : Dalam tafsir ibnu katsir, dalam menafsirkan ayat 35 dari surat Al Anfal ini tidak berdiri sendiri tetapi terkait dengan ayat sebelumnya(ayat ke 34) sehingga menjadi jelas siapakah ”mereka” yang dimaksud oleh ayat ke -35 dengan ”sembahyang mereka disekitar Baitullah...”, selengkapnya terjemahan kedua ayat itu adalah ” Kenapa Allah tidak mengajak mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya. Orang-orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertaqwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.”(Al Anfal :34-35).

Jelas sekali bahwa “mereka” yang dimaksudkan oleh ayat ke-35 itu adalah orang-orang musyrikin mekkah. Pada saat itu ‘ibadah’ yang mereka lakukan adalah dengan berthawaf mengelilingi ka’bah dalam keadaan telanjang, dengan tepuk tangan dan siulan. Mereka beranggapan bahwa karena ibadah-ibadah(selain thawaf ada diantara mereka bertugas memberi minum para penziarah baitullah) yang mereka lakukan, mereka berhak atas Baitullah itu, padahal hak kepemilikan itu hanya milik orang-orang yang beriman sebagaimana firman Allah azza wajalla “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, me.nunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”(At Taubah :17-18).



N11 menganggap seluruh kaum muslimin yang belum “HIJRAH” adalah kafir musyrik, sehingga menyamakan sholatnya kaum muslimin sebagai siulan, dan tepuk tangan. Padahal pada merekalah tanda-tanda yang menunjukkan kriteria “musyrik” itu ada, karena menambah-nambah syariat Allah subhanahu wata'ala dengan misal menganggap sholat ritual tidaklah penting, padahal pembeda(furqan) utama antara seorang muslim dan seorang yang musyrik adalah pada sholat ritualnya, sebagaimana sabda rasulullah sholallahu'alaihi wassalam “Batas antara seseorang dengan kekufuran dan syirik adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan mereka hidayah untuk bertaubat, aamiin.

=======================

Menurut N11, balasan bagi orang yang tidak hijrah adalah pada ayat berikut :



Surat An Nisa ayat 97

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri kepada mereka malaikat bertanya: “dalam keadaan bagaimana kamu?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (makkah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahannan itu seburuk tempat kembali.”



Oleh karena itu hijrah dari negara RI ke negara Islam tujuannya adalah ibadah 9:20.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. dan itulah orang yang mendapat kemenangan.” (At Taubah 20 )



Bantahan : Dalam tafsir ibnu katsir, dijelaskan bahwa pada saat perintah hijrah itu turun, ada sebagian muslim yang karena lemahnya keimanan mereka, mereka ’tertinggal’ di mekkah. Mereka sulit ’melepaskan’ diri dari penguasaan kaum musyrikin mekkah saat itu. Bahkan ketika pada kaum musyrikin itu membentuk pasukan untuk menyerang kaum muslimin, ada sebagian dari kaum muslimin itu karena ketakutannya yang sangat bergabung dengan pasukan kaum musyrikin, sebagian kaum muslimin yang tertinggal lainnya memilih disiksa dan tetap menolak untuk bergabung dengan pasukan kaum musyrikin. Dan tatkala pasukan kaum muslimin madinah yang dipimpin rasulullah sholallahu’alaihi wassalam telah berhadapan dengan kaum musyrikin mekkah, melesatlah anak panah dari pasukan muslimin madinah mengenai kaum muslimin yang bergabung dengan kaum musyrikin mekkah tersebut, rasulullah sholallahu’alaihi wassalam bersabda ”barangsiapa yang bergabung dengan orang musyrik dan tinggal bersamanya berarti ia sama seperti mereka”(HR. Abu Dawud). Hal inilah yang menjadi penjelasan ayat ke-37 dari surat Annisa yang berarti ” Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?". Mereka menjawab : "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata : "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”(An Nissa:97).



Dan sebagian muslim lainnya yang tidak berhijrah bersama rasulullah sholallahu’alaihi wassalam, tetapi tidak turut bergabung dengan pasukan kaum musyrikin mekah, dan 'memilih' tetap ditindas karena meskipun mereka berhasil kabur, mereka tidak tahu Madinah itu kearah yang mana, ada pengampunan Allah azza wajalla untuk mereka, yang kita ketahui pada ayat selanjutnya, ayat ke-98 & 99 dari surat Annisa, dimana Allah berfirman “kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allah mema`afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.( Annisa:98-99). Jadi ayat tersebut diatas, tidak ada sangkut pautnya dengan doktrin ’Hijrah’ N11 dari RI ke negara karunia Allah? Tidak karena sebab-sebab kesamaan historis, apalagi dalil Qurani. Sehingga semakin tidak ada kaitannya dengan ayat ke-20 dari surat At taubah yang memberitakan keutamaan dan ketinggian derajat orang-orang yang berhijrah dan berjihad dijalan Allah azza wajalla dengan mereka yang "hijrah" ala N11 itu. Malah melihat konteks kekinian, hijrah yang utama(bagi umat Islam Indonesia) adalah hijrahnya pemikiran kita kepada pemikiran Islam yang kaffah, dan Jihad yang utama bagi kita adalah bersungguh-sungguh dalam mengerjakan kebaikan dalam segala bidang, dan menjauhkan diri dan keluarga serta masyarakat dari kemaksiatan(syirik, tahayul, bid'ah dll) kepada Allah. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan hidayah kepada mereka untuk bertaubat, aamiin.


N11 mengumpamakan :

Buah di umpamakan dengan umat Islam

Batang di umpamakan dengan tempat Negara Islam

Akar di umpamakan dengan aturan hukum Islam Dalil dari Surat Ibrahim ayat 24-25



Tidak mungkin pohon mangga buahnya pisang, itulah perumpamaan yang menggambarkan negara. Kalau ingin menegakkan negara harus dengan hukum Islam. Negaranya harus negara Islam. Rakyatnya Ummat Islam, tidak mungkin yang lain.



Bantahan : Didalam surat ibrahim ayat 24-25 , Allah berfirman yang artinya ” Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”

Didalam tafsir ibnu katsir dijelaskan, dari ali bin abi thalhah dari Ibnu Abbas ra, "kalimat yang baik" adalah syahadat, "pohon yang baik" adalah orang-orang mukmin, "akar yang teguh" adalah menghunjamnya makna tauhid didalam hati orang-orang mukmin, dan “cabangnya ke langit” adalah amalan-amalan baik orang-orang mukmin yang selalu diangkat ke langit dan diterima oleh Allah azza wajalla. Dan pada kalimat “pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizing Tuhannya” memiliki makna agar setiap mumin hendaknya seperti pohon itu(ibnu Abbas mengatakan pohon yang dimaksud adalah pohon kurma), menebarkan kebaikan tanpa mengenal musim, kebaikan yang banyak, baik, bagus, dan penuh barokah. Hal-hal diataslah yang sangat berguna bagi perbaikan diri dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wata’ala, bandingkan dengan penafsiran N11 yang sangat dipaksakan sekali agar sesuai dengan hawa nafsu mereka dan cenderung mengada-ada, mengaku-ngaku bahwa negara Islam rakyatnya harus islam? padahal sejarah membuktikan bahwa negara madinah pertama bentukan rasulullah sholallahu'alaihi wassalam terdiri dari berbagai suku dan berbagai agama, dan semua hak warga negara madinah tanpa memandang agamanya apa adalah sama dimata hukum. Bagaimana misalkan kasus pencurian baju besi milik khalifah Ali bin Abi thalib ra, dimana didalam pengadilan justru si pencurilah yang dimenangkan oleh Hakim, dan khalifah Ali bin Abi Thalib menerima keputusan itu dengan lapang dada karena pertama ia tidak memiliki bukti bahwa yahudi tersebut mencuri baju beliau ra, kedua, menunjukkan kepada umat(sebagai pelajaran) bahwa seorang khalifah Ali bin Abi Thalib memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan rakyatnya dimata hukum, tetapi karena sebab ini pula si yahudi akhirnya memeluk Islam dan mengembalikan baju besi yang telah dicurinya dari sang khalifah. Adakah ini bisa ditemukan pada diri orang-orang N11?

Semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan hidayah kepada mereka untuk bertaubat, aamiin.





=======================




RI adalah Neraka karena tidak memakai hukum Allah. (bantahan : N11 berkhayal bahwa mereka lah yang justru menggunakan hukum Allah? Hukum Allah yang mana yang menyatakan orang RI harus berhijrah ke N11?? Na’udzubillah. )



Mengapa kita harus memejamkan mata ketika akan tiba ? Jawabannya adalah menguji keikhlasan karena kondisi orang Islam yang sedang perang dengan kafir. (bantahan : Yang bisa menguji keikhlasan seseorang itu hanyalah Allah, karena ikhlas adalah salah satu perkara hati, Allah jualah yang tahu kadar keikhlasan kita. Disamping itu ikhlas itu terkait dengan apa-apa yang diniatkan(lintasan sesuatu yang akan dikerjakan, meliputi keinginan dan cara ) karena Allah, sedangkan apa yang dilakukan oleh N11 tidak sedikitpun diniatkan karena Allah(menegakkan kalimat Allah, mengajak kepada perbuatan baik, dan mencegah kemungkaran), hanya untuk kepentingan "negara karunia Allah".)



Ulama à hafal, tetapi tidak paham maka ulama itu Islamnya hanya ikut-ikutan. Rasul hijrah karena Abu Jahal tidak memakai hukum Allah 4:97 (An Nisa: 97) . Diluar/selain N11 tidak ada jihad, jadi harus hijrah (9:20/At Taubah: 20) lihat 14:28



Bantahan : Pertama mereka mengatakan ulama hafal(mungkin hafal Al Quran maksudnya), tetapi tidak paham. Yang ’paham’ itu seperti N11(menurut mereka), berbicara banyak hal dengan membawa-bawakan ayat Al Quran, menjelaskan tentang ini dan itu dengan ayat-ayat yang seringkali tidak ada hubungannya. Apakah yang seperti ini yang dianggap memahami Al Quran? Kedua, mereka menyatakan rasulullah sholallhu’alaihi wassalam hijrah karena abu jahal tidak memakai hukum Allah, apa hubungannya hijrah dengan abu jahal yang tidak mau masuk Islam. Hal mengada-ada seperti ini pun batal demi sejarah. Tidak berdasar dan asal keluar saja dari mulut mereka. Merekan menambahkan ’dalil’ tentang hijrah yakni pada ayat ke 28 dari surat ke 14, surat Ibrahim. Mari kita lihat, didalam surat Ibrahim ayat ke-28 tsb tidak dapat dipisahkan dengan 2 ayat selanjutnya, yakni ayat 29 dan 30, Allah subhanahu wata’ala berfirman ” Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni`mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman, Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka"’ ( Surat Ibrahim 28-30)

Yang dimaksud dengan “nikmat Allah’ adalah perintah-perintah Allah yang mencakup mengerjakan yang ma’ruf(kebaikan) dan mencegah kemungkaran. N11 menggunakan ayat ini untuk menakut-nakuti target agar tunduk kepada perintah pemimpin ‘negara karunia Allah’, bukankah justru karena hal ini, N11 malah ‘menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah’ seperti yang dimaksudkan pada ayat setelahnya?? Karena sejatinya mereka(para target) bukan diarahkan untuk takut kepada Allah dan melaksanakan perintah-perintah Allah, tetapi para target diarahkan untuk takut kepada N11 dan mematuhi program-program N11. Mengerikan ancaman Allah azza wajalla terhadap orang-orang yang menyesatkan orang lain dari jalan Allah, Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan hidayah kepada mereka untuk bertaubat, aamiin.



========================

61:3 /Ash Shaff ayat 3

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”



Jadi umat Islam RI mengaku-ngaku mengerjakan hukum Islam, padahal tidak (bohong) maka 61:3 tidak sah ibadah tanpa hijrah.

Dari mana hijrah? Dari : Republik Indonesia + Pancasila + Thogut -> ke : Negara Islam Indonesia + Hukum Islam /Al Qur’an + Allah SWT .



Untuk apa hijrah? Untuk ibadah

Memangnya di RI tidak ibadah? Di RI ibadah, tetapi bukan pada tempatnya. Di RI ada judi, mabuk, zina (yang dilarang ada)

Di RI shalat, zakat, puasa, (yang diperintah ada) Ibadahnya tidak diterima.



Supaya puasa, salat ,zakat diterima, maka harus pindah (hijrah) ke negara Islam Indonesia. Tujuan ibadah apa? Umat Islam melaksanakan hukum Islam di N11.



Bantahan : didalam tafsir ibnu katsir, ayat ke -3 dari surat Ash shoff tidak terlepas dari ayat ke-2 , secara lengkap dapat kita lihat, Allah berfirman ” Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?, Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan, (Ash Shaff :2-3)” Ayat ini berbicara tentang pengingkaran Allah terhadap orang yang menetapkan suatu ucapan tetapi tidak memenuhinya, dalil Qurani tentang orang-orang munafik. Rasulullah sholallahu’alaihi wassalam menjelaskan dengan sabdanya “Tanda-tanda orang munafik itu ada 3, jika berjanji ia mengingkari, jika berbicara ia berdusta, dan jika dipercaya ia berkhianat”.

Umat Islam RI tidak pernah mengaku-ngaku sudah mengerjakan hukum Islam, tetapi memang sedang berusaha untuk menegakkan hukum Islam. Sehingga meski ada beberapa hal dimana umat Islam masih belum mampu melaksanakan hukum Islam itu secara total (misalkan membendung tayangan-tayangan pornografi pada televisi dan media Indonesia, dll), setidaknya beberapa hal pokok(sholat, puasa, zakat, haji, dll) dalam agama ini tidak dipersulit oleh Negara. Artinya Negara RI komit agar kebebasan beribadah dan melaksanakan syariat agama itu memiliki hak yang sama dan dilindungi oleh undang-undang. Meski tidak seideal Negara madinah dizaman rasulullah, tetapi setidaknya umat Islam dapat belajar banyak dari sejarah rasulullah sholallahu’alaihi wassalam, bahwa dimanapun seorang muslim berada, tugas yang utama adalah menegakkan kalimat laa ilaa haillallah, dan amar ma’ruf nahi munkar. Justru dengan ayat ini seharusnya bisa menjadi introspeksi bagi N11(jika mereka masih menggunakan karunia Allah azza wajalla berupa akal dan hati nurani), sejauh mana mereka melaksanakan hukum Allah?? Jika mereka tidak bisa menunjukkannya, bukankah justru mereka yang mengaku-ngaku mengerjakan hukum Islam? Jika kemudian menetapkan sesuatu yang tidak ada ketetapannya didalam agama Islam ini.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan hidayah kepada mereka untuk bertaubat, aamiin.



=============================





N11 berdalih : Mengapa sudah tahu kok diam!!

4/140, 30/31:32, 42/13

Surat An Nisa ayat 140 (4/140)



“Dan sesungguhnya Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang–orang munafik dan kafir di dalam jahannam.”



“Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertaqwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang yang mempersekutukan Allah”. Surat Ar Ruum 31, 32 (30: 31, 32).



“Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan tiap golongan mereka merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. Surat Asy Syuura :13 (42:13)



“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan–Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki–Nya dan memberi petunjuk kepada agamaNya orang yang kemballi kepadanya.”



Ayat-ayat diatas sudah seharusnya menjadi bahan perenungan diri bagi mereka yang bergabung di N11, dan semoga mereka mau menggunakan akal dan hatinya untuk kembali mereview apa yang telah mereka lakukan selama ini terkait keterlibatan mereka didalam N11. Siapakah yang sedang mengingkari dan memperolok-olok ayat-ayat Allah? Sederhana saja cara memandang hal itu, mereka yang suka mengingkari dan memperolok-olok ayat-ayat Allah itu adalah mereka yang berbicara mengatasnamakan Allah, tetapi kenyataannya malah menyalahi syariat Allah. Siapakah yang sedang merendahkan kedudukan sholat ritual bagi seorang muslim? Siapakah yang sedang menjauhkan umat dari ulama-ulama yang hanif dalam agama ini? Siapakah yang sedang mewajibkan ibadah zakat hijrah didalam Islam? Dll.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan hidayah kepada mereka untuk bertaubat, aamiin.



==========================





Sebenarnya ada banyak ayat yang sering mereka gunakan dalam memuluskan doktrin yang mereka sampaikan, hanya saja, ayat-ayat yang terangkum diatas adalah ayat-ayat ”wajib” yang kadang mereka(rekruter N11) hafalkan guna meyakinkan(menipu) target mereka. Biasanya mereka akan ’membentengi’ si target dengan kalimat-kalimat ”jangan dengar kata ulama-ulama Islam, mereka hanya bisa berkata-kata tetapi nol dalam prakteknya”, atau ”apa yang sudah kamu perbuat untuk Islam, jangan tanyakan apa yang telah Islam berikan untuk kamu”, atau ’jihad itu amwal wa anfus..harta dan diri, omong kosong jika mereka berbicara tentang jihad tetapi disuruh bayar 3 juta sebulan malah ga sanggup”, dan masih banyak hal lain yang pada akhirnya bertujuan agar orang mau "HIJRAH" ke N11 dan mau membayar ini dan itu sebagai bentuk 'ketaatan' kepada hukum Allah, na'udzubillah. Boleh jadi sebenarnya mereka paham bahwa yang mereka sampaikan itu sesat dan menyesatkan, hanya saja ’ketakutan’ yang begitu sangat jika mereka keluar dari N11 itu mengalahkan akal sehat mereka, mereka inilah seperti kisah sebagian orang- orang muslimin yang ’bergabung’ dengan pasukan musyrikin. Mereka mendhalimi diri sendiri karena membiarkan diri tersesat dari jalan Allah dan bahkan lebih jauh dari itu mereka turut menyesatkan dan menghalang-halangi orang dari jalan Allah, padahal sangat jelas perbedaan antara yang Haq(kebenaran) dan Bathil(kesesatan)itu disisi Allah subhanahuwata'ala yang dapat kita ketahui melalui kajian yang benar terhadap Al Quran dan Sunnah, Wallahu'alam.



Akhir kata, marilah kita tutup dengan salah satu doa rasulullah sholallahu'alaihi wassalam "wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamamu”(HR. Tirmidzi), agar semakin ditunjukkan kepada kita kebenaran itu sebagai sebuah kebenaran, dan kesesatan itu sebagai sebuah kesesatan, serta agar kita memiliki keistiqomahan dalam meniti jalan yang lurus ini, yakni al Islam, Allahumma aamiin.


Semoga bermanfaat, Aquluqawlihadza, fastaghfirullahal adhim

wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh