Showing posts with label NII. Show all posts
Showing posts with label NII. Show all posts

Wednesday, December 03, 2008

Thursday, November 20, 2008

Tangkap?!

Pengikut 'Ajaran MLM' ditahan

SHAH ALAM - Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) semalam mengesahkan pihaknya telah mengada- kan beberapa siri tangkapan terhadap pengikut kumpulan 'Ajaran MLM' setelah kegiatan haram mereka didedahkan Kosmo! pada Ahad lalu.

Penolong Pengarah Perhubungan Awam dan Penerbitan JAIS, Moha- mad Hidayat Abdul Rani memberi- tahu, mereka ditangkap atas kesalahan mengajar tanpa tauliah dan dikesan menyebarkan dakyah yang bertentangan dengan Islam.

Beliau bagaimanapun enggan mendedahkan bilangan yang ditangkap serta lokasi serbuan memandangkan siasatan lanjut masih dijalankan.

"Siasatan awal mendapati, golongan itu telah menghina Islam dan mencabar beberapa peruntukan dalam Seksyen 14 (1) Enakmen Jena- yah Syariah 1995 (Selangor) yang memperuntukkan denda RM3,000, penjara tiga tahun atau kedua-duanya," katanya ketika ditemui di sini semalam.


Monday, July 07, 2008

Rakyat Malaysia Pencinta NII lebih dari NKRI Darul Taghut?

Pertahan kota sesat

Oleh Ahmad Shahrul Nizam Muhammad dan Ahmad Tajol Ansar Ibrahim
am@hmetro.com.my

SHAH ALAM: Puluhan rakyat tempatan, termasuk berpendidikan tinggi yang direkrut bagi mempertahankan gerakan sesat di kota Negara Islam Indonesia (NII) di Jawa Barat, wajib menandatangani perjanjian ‘Merah Dua' bagi menyatakan taat setia kepada komandan atau imam besar di tempat berkenaan.

Malah, perjanjian itu perlu dilakukan pengikut kumpulan itu di lokasi sulit di Indonesia dengan disaksikan imam besar terbabit sebelum dibenarkan memasuki kota kecil itu.

Bagaimanapun, pengikut yang sudah mencapai tahap perjanjian kedua itu perlu membayar wang tebus kira-kira RM2,000 bagi membolehkan mereka ‘berhijrah’ ke kota NII yang mereka ibaratkan sebagai Madinah yang terletak di kawasan terpencil di Jawa Barat.

Imam besar terbabit menjaga kota itu yang dihuni mereka yang kononnya bersih daripada sebarang kemungkaran.

Seorang bekas pengikut kumpulan itu memberitahu Harian Metro, gerakan itu dipercayai mempunyai rangkaian di negara ini yang digerakkan seorang lelaki korporat lingkungan 40-an yang bekerja di sebuah syarikat gergasi negara.

Katanya, gerakan yang merosakkan akidah itu dikendalikan secara sulit di beberapa tempat di Lembah Klang.

Dia berkata, kebanyakan pengikut tempatan yang terjebak dengan ajaran terbabit lingkungan 30-an hingga 50-an.

Dia juga pernah dibawa berjumpa ketua kumpulan terbabit tetapi tidak mengetahui namanya.

“Tetapi lelaki itu mempunyai penampilan kemas tanpa jubah dan lebai atau songkok seperti orang arif mengenai agama.

“Apa yang menarik lelaki terbabit mampu menjawab setiap kemusykilan agama yang dibangkitkan dengan mudah berdasarkan tafsiran al-Quran,” katanya yang juga seorang pegawai di sebuah syarikat swasta di Kuala Lumpur.

Menurutnya, dia memang keliru dengan ajaran kumpulan terbabit yang mampu memberikan sebarang kemusykilan menggunakan ayat al-Quran.

“Saya sebenarnya tidak yakin dengan ajaran ini, malah tidak menutup mata ketika dibawa ke lokasi kuliah seperti diarahkan. Malah, mereka hanya memberikan ingatan bahawa ia bagi menguji sama ada keyakinan saya terhadap apa yang diajar,” katanya.

Dia mendedahkan ada antara pengikut kumpulan itu di kalangan ahli politik, korporat dan bekas imam terkemuka.

Sementara itu, siasatan Harian Metro mendapati berdasarkan senarai nama lebih 100 pengikut di Lembah Klang, lebih separuh daripada mereka dikesan sudah menandatangani perjanjian ‘Merah Dua' itu.

Pengikut yang diberi gelaran tertentu itu mempunyai peranan lebih besar untuk mencari pengikut baru di kalangan intelek dan golongan kaya di negara ini.

Mereka juga sanggup melakukan korban sama ada wang dan kemudahan masing-masing hingga nyawa bagi mempertahankan kewujudan kota itu.

Mengulas gerakan sulit terbabit, Pengarah Jabatan Agama Islam Selangor (Jais), Datuk Mohamad Khusrin Munawi mengakui sedang mengikuti perkembangan kumpulan terbabit yang dikatakan sudah menular hampir ke seluruh negara.

“Berdasarkan siasatan, kumpulan terbabit didalangi mereka berpendidikan tinggi, termasuk bekerja di syarikat besar.

“Kita percaya mereka mempergunakan rakyat negara ini bagi mencari dana untuk menampung keperluan di kota NII.

“Kita percaya gerakan kumpulan itu dilakukan secara sulit dengan menggunakan nama samaran selain menggunakan pendekatan perjanjian tertentu untuk mengikat pengikut,” katanya yang dihubungi Harian Metro, semalam.

Beliau berkata, kegiatan kumpulan itu perlu dibanteras bagi mengelak perkara yang tidak dijangka pada masa depan.

Ini berdasarkan matlamat mereka mahu mewujudkan sebuah negara Islam di Indonesia selain menganggap Malaysia sebuah negara jahiliah.


Monday, February 11, 2008

Memoir Mantan NII menuju FUTUH/MENANG

sumber (disesuaikan)

Tugas Manusia Adalah Menjadi Manusia

(Multatuli)

A. Pendahuluan

Menyitir Uacapan Soekarno “jas merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah sendiri adalah pondasi dari karakter nation state ( negara bangsa). Adanya Negara Islam Indonesia adalah sebuah fakta yang tak terelakan dalam sejarah bangsa Indonesia. Negara Islam Indonesia berdiri 9 Agustus 1949 yang mengambil kesempatan Vakum of Power (kekosongan kekuasaan) setelah perjanjian linggar jati Yang menyatakan wilayah Indonesia hanya sebatas dulang mas(kedu malang banyumas) maka wilayah jawa barat tasikmalaya tepatnya menjadi wilayah Negara Pasundan yang merupakan Negara boneka Belanda. Pada 9 agustus 1949 negara pasundan belum terbentuk dan s.m kartosoewiryo memproklamasikan NII. Hal ini menegaskan alasan yuridis yang dipakai oleh Negara Indonesia
dalam eksistensi Proklamasi adalah sama yaitu karena adanya vacum of power. Wilayah NII pun sama yaitu wilayah bekas jajahan Belanda. Bisa dilihat dari ekskalasi pemberontakanya yang meliputi : Jawa barat, Cilacap, Kebumen,Kalimantan, Aceh dan Sulawesi
.
Secara Politik NII adalah bentuk Kekecewaan umat islam atas pemerintahan soekarno yang secular dan metode perjuangan melalui diplomasi yang seolah-olah selalu menguntungkan belanda (tetapi terbukti kekuatan diplomasi ini adalah hal yang membuat Indonesia tetap eksis sampai hari ini). Dalam kaca mata Nasionalis akan dianggap pemberontakan karena mendirikan Negara dalam Negara tetapi penulis melihatnya sebagai. Sebuah perjuangan idielogis yang wajar dilakukan ketika bangsa Indonesia sedang mencari identitasnya bukankah Indonesia didirikan di hindia belanda yang seharusnya diserahkan oleh tentara pendudukan jepang kepada sekutu dan sekutu mengembalikanya kepada pemerintah belanda.NII berumur cukup panjang dari 1949 sampai 1962 dengan di tangkapnya s.m kartosoewiryo dalam operasi pagar betis yang dipimpin oleh Jenderal A. H. Nasution. Perjuangan ini mengakibatkan ribuan nyawa anak bangsa indonesia sendiri gugur, sebuah harga yang mahal dalam mengartikulasikan ideology bangsa. NII membekas dalam trauma politik perjuangan penegakan syariat islam di Indonesia.Trauma ini bukan hanya dalam ranah politik tetapi juga dalam benak bangsa

Indonesia sampai lapisan akar rumput, terbukti dengan tikus yang sangat besar(tikus wirog) di daerah keboan dinamakan tikus kartosoewiryo.

Dalam perkembangan kontemporer sisa-sisa dari NII melakukan pergerakan dibawah tanah. Sisa-sisa orang NII ini dalam perjalanan sejarah bergerak dalam corak yang berbeda-beda. Diantaranya golongan tua yang pernah merasaakan penjara mengalami kebencian yang kuat terhadap TNI dan ada yang di setir TNI. Golongan NII ini menggap mereka masih dalam suasana perang jadi metodologi perang masih saja di gunakan dalam perjuanganya dan menganggap NII itu masih eksis mereka bisa di namakan NII structural. Dari NII struktural ini pun pecah lagi menjadi NII structural yang dipimpin oleh tahmid kartosoewiryo dan NII KW(Komandemen Wilayah) IX yang dipimpin oleh ZZZ Selain itu kaum muda NII yang terpelajar menyebarkan ajaranya dengan system ring(lingkaran) secara sadar mereka sudah menganggap NII sudah selesai yang dan sekarang adalah perjuangan menegakan syariat islam sembari melakukan gerakan opoisisi kepada pemerintah dalam berbagai bentuk untuk membentuk ruang demokrasi .

Yang menarik dari NII KW IX ini adalah mereka memiliki modal yang sangat banyak dari anggotanya dengan menarik infak sangat tinggi sehingga memiskinkan umatnya sendiri. Sampai tindakan mencuri, menipu dan melacurkan diri adalah sah untuk mengejar target infaq. Hubungan NII KW IX sangat akrab dengan militer terbukti hendro priyono pernah mengunjungi XXX Ponpes yang merupakan wadah perjuangan dari NII KW IX dan YYY terpleset lidah bahwa "Kepala Intel" adalah kawan seperjuangan dan sudah kenal lama denganya. Yang kemudian di koreksi oleh "Kepala Intel" bahwa itu “tidak benar”. Kasus pemilu 1999 pencoblosan partai XYZ di XXX yang mencapai 5000 suara padahal jumlah pemilihnya hanya 2000 suara, warga setempat melihat ribuan orang diangkut dengan mobil askar memasuki XXX pada hari pencoblosan.

Sebagai mantan anggota NII Struktural saya mengambil sikap “Anakronik” yaitu masih menghargai perjuangan syariat islam tetapi dengan kritik tajam tentunya.

B. Memoar

(1999 SMUN I Gosong)

Suatu pagi di lingkungan sekolah saya banyak mengungkapkan kebencian atas pemerintah dan hologram demokrasi busuk Indonesia dan ketertarikan dengan syariat islam. Senior saya pada waktu itu bernama susanta mengatakan kalo saya berpendapat seperti itu saya akan banyak mendapat teman seperjuangan. Dasar pemikiran saya pada waktu itu memang bisa dikatakan paling maju diantara teman-teman saya karena kekutubukuan saya. Saya pada waktu itu telah melahap, Noam Chomsky,Dr yusuf qordowi, sayid qutb,sayid hawa. Bahkan sejak SMP salah satu alasan saya tak banyak teman pada waktu itu adalah pemikiran saya yang aneh pada waktu itu ketika soeharto borok-boroknya belum menjadi rahasia umum saya sudah merasakanya dan menghantui saya terutama lewat buku aceh berdarah yang saya baca ketika kelas 2 smp, buku itu saya peroleh dari kakak perempuan saya seorang mahasiswa.

Oleh senior saya itu saya langsung diajak diskusi ada perjuangan untuk menegakan syariat islam di kota gosong dan di janjikan bertemu orang-orang lainya dan akan dibaiat(disumpah) untuk memulai perjuangan. Seperti mendapat air di tengah gurun yang gersang hal yang aku idam-idamkan sejak smp (ada orang yang mengerti pemikiran saya). Pengalaman saya itu saya bicarakan kepada teman sehati saya yanto. Dia sejak smp yang mencoba mengerti saya dan mengalami 90% yang saya katakan kebusukan soeharto itu benar dengan dibukanya keran kebebasan pers menguak DOM aceh pelanggaran ham,korupnya pemerintah dan ada sesuatu yang di sembunyikan dalam bahasa pers (teori generative gramer). Pada hari yang lainya di tahun yang sama saya dan yanto diajak untuk di baiat ke rumah pak mawarto yang katanya merupakan pimpinan perjuangan syariat islam ini. Setelah itu kami didoktrin habis-habisan bahwa ada yang disembunyikan dalam pengajaran islam yaitu tauhid. Selain itu kami di bilang masih belum ber islam atu sama saja kafir karena belum syahadat dan disaksiakan orang lain seperti dicontohkan nabi. Dan sebagain besar orang Islam di planet ini belum syahadat(syahadat ini eklusif milik NII struktural dan disebut baiat). Orang yang belum syahadat ini sholat,puasa dan hajinya tidak diterima, pada waktu itu saya sempat berpikir apakah benar juga tapi karena minimnya pengalaman dan semangat yang membara untuk subversive pada rezim yang busuk ini akhirnya saya baiat juga dan diikuti teman saya yanto. Setelah berbulan-bulan mengikuti pengajiaanya yang penuh dengan doktrin yanhg memusingkan kepala kami semakin militant dan terus menambah anggota tercatat anggota yang saya rekrut ada, mawan,nisba, rochi, ade, silas. Karena prestasi saya diangkat menjadi camat gerilya yang membawahi dua wilayah kecamatan republic Indonesia. Di waktu SMA saya dan teman-teman yang tergabung dengan NII structural dicap sesat oleh teman-teman tarbiyah Waktu itu dan itulah yang menambah militansi kami.

Semakin lama daya tahan kami terhadap doktrin dan janji kemenangan yang dekat seperti kemampuan NII struktural mencipta nuklir menimbulkan tanda tanya kenapa kami hanya briefing infaq saja tidak ada kegiatan untuk masyarakat dan mengubah tatanan busuk ini. Suatu saat kami berdelapan orang atas inisiatif wahyan (orang yang paling kami hormati di kalngan NII muda) tanpa sepengetahuan pimpinan NII structural melacak langsung ke malangbong tasikmalaya tempat NII structural berawal kegiatan ini juga bermaksud napak tilas kartosuwiryo. dengan bekal seadanya kami berangkat. Disana kami kerumah tahmid kartosuwiryo ato abah anom tetapi mereka bilang abah anom sedang sakit. Maka kami bertemu dengan abu darda . dan dari situ kami tahu bahwa pimpinan NII structural adalah tahmid dan terlalu riskan untuk kami ketahui. Sementara itu kami ketahui bahwa mereka hidup dengan mewah jauh dari penggambaran NII structural di kota Gosong yang mengatakan kebanyakan orang NII hidup bersahaja demi perjuangan. Dan kami dijelaskan sejarah dan perpecahannya NII sendiri. Kemudian setelah itu kami menginap di masjid setelah itu yang terjadi kami dikepung puluhan warga dan di curigai mengacau tetapi kami katakana kami adalah pelajar untuk menyelesaikan paper sejarah kami perlu observasi ke malangbong dan keadaanpun terkendali dan kami disuguhi berbagai panganan dan makanan yang sangat banyak.hal itu menandakan adanya trauma yang sangat hebat atas pertiwa DI/TII terdahulu.

Dengan bekal Pengetahuan langsung kami mulai melakukan pencarian ada dua aliran yang kami datangi yaitu salafi dan NII Ring. Dari pengajian ini kami mempunyai gambaran baru bahwa berjuang itupun ada alternatif yang lain. Dan perbedaan metodologi ini adalah wajar karena perjalanan sejarah. Wahayanpun dengan mantap mengikuti salafi dan pada tahun 2000 pergi keambon. Saya mengambil alternatif Ring dan mengaji dobel tiga yaitu NII struktural, Ring dan Salafi dan di sekolah kami berebut posisi di rohis dengan tarbiayah dan kami kebagian Buletin rohisnya dengan nada-nada perjuangan syariat tentu saja. Dengan berbagai sentuhan yang ada pada kami saya dan teman-teman sepakat untuk keluar tapi ada dua pendapat waktu itu kami keluar begitu saja atau dengan terang-terangan. Penadapat saya waktu itu adalah terang-terangan agar semuanya menjadi jelas dan kita tidak dikejar-kejar lagi. Kemudian hasil kesepakatan anak muda NII sruktural kita akan mendebat mereka dan memberi pilihan sulit bagi mereka.

Rencanapun disusun pada akhir tahun 2000 rencananya adalah dengan debat dan memberi pilihan sulit ke pak mawarto bahwa kami tetap bergabung dengan jalan NII struktural tetap menganggap saudara-saudara islam lainya tidak kafir atau kami keluar. Setelah kewalahan menghadapi kami dan kami tetap bersikukuh terhadap pemikiran kami. Kami diancam bunuh dan kami disuruh menemui pak badi. Dan hal yang samapun terjadi dan kami diancam bunuh. Dan kamipun bilang bahwa kami tidak ada takut sedikitpun atas ancaman itu dan kami tetap berpegang teguh pada pemikiran kami. Dan ancaman hanya ancaman sehingga saya masih bisa bicara didepan kalian sampai saat ini.

C.Kesimpulan

NII Struktural adalah Lembaga Pembusukan Umat

NB: Nama dan tempat adalah samaran untuk melindungi privasi mereka, kecuali nama pimpinan NII tertinggi.

NB: Bagi NII struktural berhentilah bermimpi dan hadapilah kenyataan dan berkarya untuk mensejahterakan masyarakat bukan mendoktrin rakyat

NB: Jangan takut apapun kecuali kuasa tuhan lain tidak.

NB, yang terakhir : kekuasaan adalah bagian kecil bagi yang berjuang daripada arti kehidupan itu sendi mengabdi pada rakyat dan kebenaran dan keadilan.
Hidup Solidaritas

Tuesday, January 15, 2008

Makin Mantap Selepas Iman->Hijrah->Jihad

sumber
(diedit dan disesuaikan..selengkapnya baca di pautan di atas)



Negara Islam Indonesia atau yang lebih kenal dengan nama NII adalah warisan sejarah yang berakar dari peristiwa penghapusan tujuh kata dari sila pertama Piagam Jakarta yang ditandatangani 22 Juni 1945 yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Peristiwa tersebut menimbulkan rasa tidak puas dari salah satu kelompok umat Islam tertentu karena secara nyata telah terjadi deislamisasi dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Belakagan kelompok ini membentuk suatu kelompok yang bercita-cita mendirikan Negara Islam di Indonesia, dengan dipimpin Kartosuwiryo.

Pada 7 Agustus 1949, SM. Kartosuwiryo memproklamasikan Negara Karunia Allah Negara Islam Indonesia (NII). Gerakan ini memiliki barisan mujahid bernama Tentara Islam Indonesia (TII). Sehingga secara keseluruhan gerakan ini dikenal dengan nama DI/TII. Pada masa Kartosuwiryo memimpin, DI/TII masih mendasarkan gerakannya pada pemikiran ideologis sesuai dengan kebenaran wahyu.

Penyimpangan ajaran NII


Namun setelah beliau wafat, terbentuklah faksi-faksi filosofis yang didominasi oleh pendapat subjektif. Mereka menafsirkan Al Quran menurut filosofis (sesuai dengan akal pikiran mereka sendiri), tidak lagi berpegang pada sunah yang murni, dan tujuan utamanya bukan lagi Islam tetapi kemewahan duniawi. Faksi-faksi itu mengakibatkan NII terbagi menjadi beberapa komandemen wilayah (KW), salah satunya adalah KW IX yang meliputi daerah Jakarta, Bekasi, Jakarta, Tangerang dan Banten, kelompok inilah yang dianggap telah melakukan penyimpangan terhadap ajaran NII Kartosuwiryo.

................

Doktrin awal yang diajarkan Kartosuwiryopada awalnya adalah Iman-Hijrah-Jihad, tapi pada NII KW IX doktrin tersebut berubah menjadi Mabadi tsalasah yang memiliki 3 konsep yaitu :Tauhid Rububiyah, Mulkiyah, Uluhiyah. Ketiga konsep ini dikenal dengan RMU. Rububiyah diartikan hukum, Mulkiyah berarti tempat, dan Uluhiyah berarti umat.

Secara gamblang, RMU diartikan sebagai negara dan adanya periodisasi Mekah dan Madinah yang artinya Mekah merepresentasikan sistem yang batil (dalam hal ini negara Indonesia) sementara jika ingin menegakkan sistem yang haq, maka umat harus hijrah ke Madinah (NII). Semua hukum dan umat yang belum hijrah ke NII adalah kafir, dzalim, dan fasik.

Penyelewengan akidah lain yang dilakukan NII KW IX antara lain :Menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kepentingan Organisasi, Membagi shalat menjadi dua, shalat ritual dan shalat universal, Melaksanakan Haji ke Ibukota Negara (Indramayu),Menyamakan posisi Negara dengan Allah, dan para pimpinannya sebagai rasul Selain itu, layaknya sebuah negara, NII KW IX memiliki struktur kenegaraan NII KW9, dari Presiden hingga Lurah. ..................

Untuk keberlangsungan berdirinya NII, diadakan upaya perekrutan dan ba’iat untuk jama’ah baru. Pada prakteknya, calon jamaah ini awalnya dijebak untuk diberi doktrin. Setelah doktrin tersebut menginternal, calon jama’ah diajak untuk hijrah dan diminta untuk memberi sedekah sebagai bukti taubat mereka.

.............

Segala macam cara dihalalkan untuk memenuhi target setoran ini. NII KW IX memperbolehkan untuk menipu, berutang tapi tidak dibayar, menyebar proposal atau meminta sumbangan, mencuri dari orang diluar kelompok bahkan ada beberapa kasus jamaah wanita dari gerakan sesat ini melacurkan diri.

Selain penyimpangan akidah, mereka juga menyimpangkan syariah. Mereka tidak mewajibkan shalat 5 waktu dengan alasan bahwa mereka belum menang menghijrahkan Indonesia ke NII. Mereka juga menganggap bahwa berkurban tidak harus dengan menyembelih hewan. Qurban lebih baik berbentuk uang, uang yang terkumpul bisa digunakan untuk membangun masjid, asrama, dan kelengkapan pendidikan lain yang bisa menyokong gerakan mereka di masa depan.

Tidak adanya golongan penerima zakat (mustahik) di golongan mereka. Anggota yang tidak mampu sekalipun tidak wajib menerima zakat. Bahkan mereka terus dipaksa membayar infak meskipun mereka kelaparan. Semua itu adalah hasil pendapat akal pikiran manusia, pengingkaran terhadap Quran, dan sunnah.

NII juga mengajarkan, jika seorang ayah kandung yang anak gadisnya telah hijrah ke NII
maka tidak berhak menikahkan anaknya. Tidak diwajibkan pula untuk anggota perempuan untuk mengenakan jilbab, alasannya agar gerakan mereka tidak tercium oleh pemerintah.
Incar Mahasiswa

Pengrekrutan anggota NII juga belakagan marak di kalangan Mahasiswa di berbagai tempat baik negeri maupun swasta. Salam UI dan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) di Universitas Indonesia dalam tiga bulan terakhir ini sibuk mengungkap dan melakukan penangkalan 'kebangkitan' ajaran sesat NII ini di kalangan mahasiswa UI. Bentuk pengungkapan itu beragam seperti menyelenggarakan seminar tentang ajaran sesat NII, penyebaran informasi melalui buletin, bahkan sampai membentuk Anti NII crisis center yang berpusat di Salam UI.

Heboh maraknya ajaran sesat NII di kalangan mahasiswa juga terjadi pada kampus –kampus di kota lain. Harian Pikiran Rakyat, mengungkapkan adanya sekitar 100 mahasiswa ITB yang terancam drop out (DO) akibat menjadi pengikut NII. Mereka mengalami kemerosotan prestasi akademis, dan malah diam-diam meninggalkan bangku kuliah, sambil menunggak pembayaran uang SPP dari orang tua.

Hasil penelusuran Anti NII crisis center Salam UI juga menunjukkan NII memang lagi marak di kampus-kampus. Sebutlah namanya Rizal misalnya, sudah dua tahun tidak terlihat batang hidungnya sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jakarta, bukan saja lenyap dari kampus, tapi juga dari tengah-tengah keluarganya. Sesekali ia memberi kabar dirinya berada di Jakarta, ikut pengajian jemaah NII.

Bisa jadi kabar dari Rizal itu benar. "Di Jakarta ini, gerakan yang mengatasnamakan NII itu, memang sudah lama beroperasi dan menyusup ke kampus-kampus perguruan tinggi negeri dan swasta," ungkap Iwan Ridwan, alumnus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Menurutnya, di kawasan Ciputat saja sudah bertebaran 'posko' NII gaya baru itu.

Maraknya gerakan ajaran sesat NII di kalangan mahasiswa belakangan memang sangat menghebohkan dan membuat cemas semua kalangan. Drs. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.Sebagai Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Indonesia (Mahalum UI) telah gencar mengintruksikan Lembaga Dakwah di setiap Fakultas untuk melakukan penangkalan terhadap fenomena ini, Karena selain merusak citra Islam sendiri, maraknya NII di kampus juga menyebabkan prestasi akademik mahasiswa jadi menurun.

Kalangan aktivis dakwah di kampus UI juga merasa tidak nyaman dengan mulai maraknya ajaran sesat NII di kampus. “Mereka merusak citra Islam yang murni, contoh kecilnya, mereka menghalalkan nyontek. Alasannya, ini kan ilmu dunia. Takutnya banyak dosen menyamakan tabiat aktivis Islam lainnya dengan tabiat pengikut NII," kata Ikhsan, Sekjen Salam UI.

Yang jelas, fenomena maraknya NII di kalangan mahasiswa ini tidak bisa dianggap nihil. "Faktanya ada. Mereka menjual 'gerakan khayalan', yang motifnya bisa ekonomi atau politis. Mereka tidak memiliki komitmen keislaman, malah ingin merusak citra Islam," kata Sukanto, Pimpinan Aliansi Mantan Korban NII dalam sebuah seminar anti NII yang di selenggarakan Salam UI baru-baru ini. Banyak cara, memang, untuk mengobok-obok citra Islam yang mulia.

Ditulis Oleh Meiftia Eka Puspasari (Korwat Kastrat Salam UI 10)

MIND YOUR HEAD
From NII Brainwashing
Anti NII Center Salam UI 10
Kami menerima konsultasi dan advokasi
Departemen Kastrat dan BMS Salam UI
Call Center: +02132168020

Saturday, October 20, 2007

Al Quran suci

source

BEBERAPA hari menjelang Lebaran lalu, selepas sahur, ponsel istri saya bergetar. Maklum disetel kondisi getar, biar tidak ribut. Setelah bercakap sejenak, Bu Eri memberikan SE W200i itu kepada saya. "Dari Asep Rohman katanya," ujar Bu Eri.

Saya berpikir sejenak. "Asep Rohman? Oh, itu teman SMP dulu," kata saya sambil mengambil ponsel. "Assalamualaikum, Halo Sep. Wah gimana kabarnya nih. Kok tahu nomor hp istri saya," tanya saya. "Ini dapat dari teman, Jumadi, anak radio AR," jawab Asep.

Dan di waktu subuh itu terjadilah percakapan cukup panjang. Maklum kami sudah tidak bertemu selama 20 tahun. Kami sama-sama sekelas di kelas 2C SMP Negeri 3 Cimahi. Itu tahun 1987. Setiap minggu, kami selalu main bulutangkis atau main basket di Pusdikhub. Kalau tidak pagi, ya sore-sore. Waktu itu saya lagi hobi bulutangkis, dan lumayan juga lah smashnya seperti Liem Swie King, idola saya (he he maunya...).
Ternyata Asep bekerja di PT POS Cianjur. "Wah nerusin jejak bapak dong," kata saya. "Iya, saya kan sempat ngesms ke hotline tribun, nah itu lagi di sawangan," jawab dia. "Atuh udah jadi pejabat yah?" "Lumayan lah..." jawab Asep lagi.

Lalu obrolan pun berpindah topik secara tiba-tiba. "Tahu aliran sesat yang kemarin rame di koran, apa itu namanya Al Qur'an Suci? tanya Asep. "Oh iya tahu, teman saya yang meliput," jawab saya. "Saya tahu itu muaranya ke mana, pasti ke NII," kata dia lagi mantap.

"NII? Kok tahu, memang darimana bisa menyimpulkan kalau itu NII," tanya saya. "Ya karena saya pernah ikut jemaah sesat itu beberapa tahun yang lalu dan ujung-ujungnya ke NII. Saya pernah dibaiat mereka. Waktu keluar, wah diteror habis. Dan saya tahu bagaimana modus mereka bergerak. Makanya sebenarnya saya nelepon kamu itu ingin cerita soal ini. Ya sekalian ketemu lah, udah lama kan tidak ketemu," papar Asep.

Tentu otak saya langsung ting teng ting teng. "Ini sih berita, tapi gimana caranya supaya dapat cerita itu," pikir saya. "Gini saja Sep, saya kan sulit untuk ke Cianjur. Sementara teman saya yang bertugas di Cianjur sedang cuti. Gimana kalau sehabis Lebaran, teman saya di Cianjur itu mengontak Asep terus wawancara. Soalnya koran udah mau libur, sehabis lebaran baru terbit lagi," kata saya. "Oke deh kalau gitu, saya tunggu. Salam buat keluarga yah," kata Asep sambil menutup telepon.

Al Qur'an Suci. Kata itu terus terngiang di kepala saya. Beberapa hari sebelumnya, teman saya memberitakan soal Achriani Yulvie, mahasiswi Poltek Pajajaran yang menghilang tak tentu rimba. Belakangan diketahui, Yulvie ini sering ikut pengajian kelompok tertentu dan salah satu ajarannya adalah tidak mengakui hadits Nabi. Selain Yulvie, Fitriyanti, temannya juga ikut menghilang sampai sekarang. Pamit ikut pesantren, raib entah kemana.

Dari catatan harian Fitriyanti diketahui, mereka adalah sebuah kelompok yang membedakan antara orang-orang yang Haq dan Batil. Yang Haq adalah yang ikut kelompok mereka, sementara yang Batil, yaitu mereka yang salat, naik haji, dll, digambarkan bakal masuk neraka Jahanam.

Diari itu juga mengungkapkan bagaimana cara seseorang "kader" mendekati calon (dalam diari ditulis CT). Sampai bagaimana cara bersikap dan ngobrol pun dituliskan. Istilah lain untuk orang yang sedang ditatar itu adalah Tilawah-an, seperti tertulis di diari. Lalu terungkap pula pengakuan dari teman-teman dekat Fitriyanti bahwa mereka juga sempat diajak Yulvie untuk hijrah dengan syarat membayar uang Rp 500 ribu.

Sejak semula saya memang sudah curiga, kelompok ini terkait atau masih satu rantai dengan Negara Islam Indonesia, NII, atau N11. Istilah yang dipakai dalam diari itu, seperti CT, Tilawah, adalah istilah-istilah yang biasa NII pakai. Lalu lebih kuat lagi dengan adanya unsur uang saat hijrah.

Friday, October 19, 2007

Kaslan

source

Salman (nama madinah) said...

Gue juga "mantan" NII KW IX tahun 94-98 (buset lama juga yaah) hehehehe.
Untung lah ente baru sadar dalam waktu 9 bulan, gue sampe udah ngerasain penjara booo walaupun cuman seminggu :( .
Secara prinsip gue masih yakin sampai detik ini, Alquran dan islam harus tegak di muka bumi Allah. tapi praktek yang di lakukan oleh para pimpinan di NII KW IX tidak bisa di terima secara logika.
mudah-mudahan "niat" gue untuk tetap mepertahankan prinsip prinsip agung itu bisa tetap bertahan, thanks to NII yang udah buka hati gue terhadap islam, tapi sama sekali nggak thanks untuk cara cara licik yang pernah kalian terapkan ke gue termasuk ke para "korban NII"

=================================================

Anonim said...

Gw jg Mantan NII thn 2000-2002
(lamayan lama kan sadar nyaa)

Hati gw mengatakan memang ALQURAN HARUS berada diatas segala hukum yang ada. Tidak ada hukum yang sempurna selain ALQURAN!semua gw jalanin di NII dengan niatan KAFAH.

Tapi itu dia, cara nya mencampur adukan yang hak dan batil, ya standar lah, emas, henpon,lama2 ludes, utang dimana2.. but its never been enough.

apakah mereka mau mengerti bgmn rasa bersalah menguras harta ortu? cara gw membayar hutang2 yang ada? yang ada gaji cuma udah di tunggu di malja, ..

alhamdulilah masa itu sudah berlalu. memang pengalaman hidup itu MAHAL harganya.
-nissa-



Wednesday, September 26, 2007

Pekerjaan Orang-orang Kaslan

source

Ini Dicky lagi,
Saya telah enam tahun tanpa henti bergerak untuk mempersempit ruang gerak NII KW9. Saya juga mantan mas’ul. Dilihat dari animo di blog ini, bisakah kiranya, para mantan mas’ul, mantan jamaah dan semua orang yang perduli dan berani melawan NII KW9 untuk berkumpul bersama dan merancang gerakan paripurna yang akan menuntaskan NII KW9. karena sejauh ini, saya keteteran menerima banyaknya kasus yang harus saya tangani sendiri. Mungkin, bila kita bersama, akan ada pola yang lebih jelas dan menggunakan sebuah lembaga yang menjadi lawan utama NII KW9 sehingga akan lebih banyak orang yang tertolong. Saya sekarang sedang berkumpul dengan mantan mas’ul, timbara-garda al zaytun dan beberapa menteri NII KW9 yang telah keluar akibat perseteruan dan dekrit Abu Toto tanggal 15 September 2001. Saya berharap perjuangan ini tidak berjalan parsial tanpa pola. Sementara mereka menggunakan pola yang sangat sistematis. Rapatkan barisan. BIla anda semua siap melakukan ini, kita atur bersama. Termasuk teman-teman yang sudah keluar juga di Jawa barat Utara, jawa Barat selatan, jawa tengah dan jawa timur.

"The Kaslanis"




source

Kepada Semuanya,
Bagi yang sudah melewati jalan terjal dan berlikunya NII KW9, jangan pernah hilangkan semangatnya. Bila ingin menyampaikan kepada kawan-kawan yang masih aktif didalam, lakukan dengan cara yang baik. Bila ingin menyampaikan kepada kawan-kawan diluar yang belum dan kalau bisa jangan sampe kenal NII KW9, lakukan dengan seluas-luasnya. Lakukan bersama secara serentak. Setiap orang menyampaikan ke sepuluh orang setiap minggunya, sepuluh untuk satu hari kalau bisa. Ya, seperti dulu DK (Daftar Kunjungan) dan CT (Calon Tilawah) lah. Jadi, tidak perlu lelah dengan kata-kataan. Lakukan dengan aksi. Bukankan tindakan lebih besar nilainya dari kata-kata?. Bila anda perduli dengan teman-teman yang masih diluar dan yang didalam, lakukan langkah-langkah sosialisasi sebanyak dan seluasnya. Semakin sempit gerakan mereka, akan semakin muncul tindakan-tindakan putus asa yang terus memperlihatkan keburukan mereka. Lihat saja nanti. Semakin sempit ruang gerak mereka, akan semakin banyak masalah yang mereka hadapi. Semakin banyak orang tua yang tau, maka semakin banyak umat yang “amnu” dan otomatis memusingkan mereka. Jadi, kita bikin aja mereka terus ngga aman. Sosialisasi meluas, penggerebekan kalau perlu dan penanganan orang yang telah masuk. Percaya deh, kelabakan ntar mereka. Lama-lama juga pada kaslan sendiri. Saya cuma ingat kata Munir untuk mendeskripsikan pola saya, LAWAN!!

Saya sendiri melakukan pola diatas dengan teman-teman yang sudah keluar, setiap hari. dan telah berhasil menyadarkan banyak orang, Insya Allah. Dan hal ini terus dilakukan dengan sistem getok tular.

Untuk Rian, kebetulan saya juga sedang menangani kasus-kasus di 932204. Sudah lumayan yang kaslan. Saya lagi nangani tiga Qobilah itu, Frotila, Karatekan dan resimen. Banyaknya dari mahasiswa FIB UI, FEUI, FKUI, BINUS, YAI, TRISAKTI ma LONDON SCHOOL.

Kalau teman-teman mau nyikat, hajar dari NII KW9 yang kodenya 9322(1-12). Mereka pendana terbesar untuk NII. Bayangkan, untuk desa 9322-10 aja, infaknya 93.000.000 sebulan.

Thursday, September 20, 2007

Negara Islam Indonesia

sumber

Assalaamu'alaikum. Wr. Wb.

Saya ucapkan terimakasih kepada Ustadz yang telah menjawab pertanyaan saya tentang ajakan bersyahadat lagi... Saya ada beberapa pertanyaan lain:

  1. Sebenarnya siapakah Negara Islam Indonesia itu?
  2. Apakah saat ini gerakan itu masih ada, dan benarkah mereka sesat?
  3. Jika sekarang masih ada, kira-kira bagaimana ciri-ciri proses perekrutan mereka? Apakah melalui proses bersyahadat?

Terimakasih atas tanggapan Ustadz...

Wassalaamu'alaikum wr. Wb.

A.d.

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

NII atau Negara Islam Indonesia adalah sebuah gerakan politik yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Berawal dari kelompok TNI yang menyempal di bawah komando Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo. Awalnya hanya ketidak-puasan politik di kalangan tentara, tetapi kemudian berkembang menjadi doktrin aqidah tersendiri dan eksklusif.

Kasus-kasus seperti ini memang bukan yang pertama terjadi. Konflik berdarah syiah sunni sekarang ini, awalnya dahulu hanya berangkat dari ketidak-puasan di bidang politik, tetapi entah bagaimana kemudian berkembang menjadi aliran aqidah tersendiri.

Secara resmi NII dan TII sudah ditumpas habis dan tidak punya kekuatan apa pun. Namun secara spirit, banyak kelompok sempalan yang hari ini masih mengaku-ngaku sebagai 'titisan' dari NII. Sayangnya, jumlah kelompok ini banyak sekali dan beragam. Bahkan banyak yang malah sudah ditunggangi oleh kekuatan politik tertentu untuk sekedar menjadi boneka, tentu dengan maksud-maksud tertentu.

Ibarat sebuah kapal besar pecah menabrak karang, masing-masing penumpangnya mencari selamat masing-masing dengan menumpang sekoci-sekoci kecil. Tetapi kemudian sekoci-sekoci itu masih berpencar dan masing-masing bertabrakan sekali lagi dengan karang, akhirnya tinggal 'perahu-perahuan' dari kertas dalam jumlah ribuan. Masing-masing mengklaim sebagai pewaris resmi dari kapal besar itu.

Kelompok yang ada sekarang ini tentu tidak pernah mengalamipenumpasanpisik secara langsung sebagaimana di zaman Karto Suwiryo, sebab mereka adalah orang-orang baru yang direkrut kemudian. Tentu dengan doktrin yang sudah diramu sedemikian rupa. Bahkan tidak sedikit di dalamnya justru orang-orang 'titipan' penguasa untuk melakukan manuver-manuver tertentu dan dalam posisi on mission.

Ciri-ciri dan Doktrin

  1. Mengembangkan sistem kerahasiaan dalam gerakan, baik struktur maupun doktrin ajaran
  2. Mengembangkan paham takfir, sehingga semua orang yang tidak ikut dalam kelompok mereka dianggap bukan orang Islam.
  3. Menghalalkan darah semua orang yang tidak ikut dalam kelopok mereka, sehingga pengeboman massal atas nyawa manusia menjadi halal.
  4. Menghalalkan hak milik dan harta semua orang, selama orang itutidak ikut kelompok mereka, karena dianggap kafir. Sehingga perampokan, perampasan, penipuan, penjambretan dan penggelapan hukumnya halal kepada siapa pun, baik kepada sesama muslim apalagi kepada orang kafir.
  5. Mewajibkan syahadat ulang dengan keyakinan bahwa tanpa itu, seseorang dikatakan belum beragama Islam.
  6. Mewajibkan bai'at kepada pimpinan yang waktu, cara dan konsekuensinya amat rahasia. Serta kewajiban untuk merahasiakan bai'at.
  7. Mewajibkan ketaatan mutlak kepada pimpinan tanpa boleh melakukan kritisi atau pengecekan kepada ulama lain.
  8. Kewajiban membayar upeti yang disebut dengan beragam istilah, baik zakat, infaq, pajak, kaffrat atau apa pun namanya.
  9. Namun terkadang malah tidak mewajibkan shalat, dengan alasan fase perjuangan mereka masih marhalah Makkah. Padahal kewajiban shalat justru sudah ada sejak awal mula turun wahyu.
  10. Menghindari kritisi dan debat dari para ulama ahli syariah secara terbuka, karena mereka tahu bahwa apa yang mereka ajarkan memang tidak punya argumen syariah. Mereka tahu bahwa mereka sesat dan menyesatkan.

Rekruitment

Tentu saja umat Islam yang punya akal dan punya bekal pemahaman agama yang lumayan, akan menolak mentah-mentah doktrin-doktrin di atas. Sehingga 'dagangan' mereka ini tidak akan laku kalau 'dijual' di tempat-tempat yang banyak ulama dan kiyai serta orang-orang yang melek syariah.

Maka asongan itu mereka dagangkan di tempat-tempat yang sepi dari ulama dan para ahli syariah. Sasaran objek rekruitmen mereka adalah orang-orang berada tapi awam dalam agama.

Sehingga dengan dicukil sepotong ayat Quran yang ditafsirkan semaunya, bahkan tanpa rujukan dari kitab-kitab yang muktamad, mulailah berjatuhan para korban. Kasihan sekali, seharusnya orang-orang itu mendapat hidayah dan ilmu yang benar, tetapi dengan aksi-aksi seperti ini, tenggelamlah mereka di dalam kubangan kejahilan.

Sebaiknya, marilah kita ketuk hati sebagian saudara kita agar kembali ke jalan yang benar. Dan marilah kita jaga agar jangan sampai ada lagi korban-korban berikutnya. Amien

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Perlukah Bersyahadat Lagi?

sumber

Assalamu 'alaikum. Wr. Wb.

Mudah-mudahan Ustadz ahmad selalu dilimpahi rahmat oleh Allah SWT.. Langsung saja ya Pak Ustadz, beberapa hari belakangan saya sedang "didekati" oleh seorang rekan dekat saya, di mana dia mengajak saya untuk bergabung dengan sebuah komunitas Islam.

Dia tidak menyebutkan siapa sebenarnya komunitas itu, akan tetapi salah satu tahap yang harus dilalui untuk tergabung dengan komunitas itu adalah harus bersyahadat. Hal ini pula yang membuat saya merasa janggal.

Saya ingin bertanya, apakah melakukan syahadat ulang untuk masuk ke dalam suatu komunitas itu dibenarkan? Jika tidak, apakah ada dalil untuk meng-counter ajakan rekan saya itu?

Jazakumullah khairan katsira

Wassalamu 'alaikumWr. Wb.

A.d.

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Syahadat tidak perlu kita ulang, sebab paling tidak kitasudah kita lakukan tiap hari dalam sehari semalam. Paling tidak 9 kali kita melakukan tasyahhud dalam shalat, yaitu 2 kali dalam shalat Dzhuhur, 2 kali dalam shalat Ashar, 2 kali dalam shalat Maghrib, 2 kali dalam shalat Isya' dan 1 kali dalam shalat shubuh.

Jadi syahadat yang mana lagi yang harus diucapkan?

Syahadat itudiucapkan oleh orang kafir yang masuk Islam, sebagai tanda bahwa dirinya masuk Islam. Sedangkan orang yang sejak lahir sudah muslim, baginya syahadat bukan lagi tanda masuk Islam. Melainkan untuk menguatkan keimanan, atau memperbaharuinya.

Yang perlu dikritisi dari jamaah yang anda ceritakan itu adalah pemahaman mereka tentang konsep keIslaman. Apakah dia perpikiran bahwa siapa pun orang yang tidak ikut ke dalam jamaahnya dianggap bukan orang Islam? Sehingga harus membaca syahadat lagi?

Apakah dia beranggapan bahwa kalau tidak ikut dalam jamaahnya, orang-orang lain dianggap sesat dan tidak punya status keIslaman?

Kalau memang begini cara berpikirnya, maka ketahuilah bahwa jamaah itu punya cara pemikiran takfir yang sesat. Sebab dia beranggapan bahwa semua orang yang tidak ikut jamaahnya bukan Islam.

Bukankah setiap bayi lahir itu dalam keadaan Islam? Bagaimana mungkin kita menjatuhkan vonis kafir kepada semua orang Islam, sehingga setiap ada yang mau masuk ke dalam suatu jamaah, kita wajibkan mengulang syahadat lagi?

Sejak kapan orang itu dan jamaahnya punya hak untuk memvonis orang lain masuk Islam atau tidak? Siapakah yang memberikan hak itu kepada mereka? Sebagai apakah hak itu diberikan?

Semua pertanyaan itu harus dijawab dengan landasan syariah yang kuat. Bukan sekedar memberikan klaim belaka.

Jadi silahkan anda meminta penjelasan dengan detail atas semua pertanyaan itu, sebab anda toh tidak ingin membeli kucing dalam karung, kan?

Wallahu a'lam bishshawab, wassaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Judul : Jihad Terlarang, Cerita dari Bawah Tanah

sumber

Judul : Jihad Terlarang, Cerita dari Bawah Tanah
(Kisah Nyata Mantan Aktivis Islam Garis Keras)
Penulis : Mataharitimoer
Penerbit : Kayla Pustaka, 380 hlm, Rp 44.000,-

Dapatkan di toko buku online: www.benggala.com, www.kaylapustaka.com,
www.nunpublisher.com, www.bismikabooks.com. Pemesananan langsung bisa
menghubungi Bapak Dadan: 021-68133999

Kisah dalam buku ini didasarkan pada pengalaman nyata penulisnya,
Mataharitimoer, seorang mantan aktivis NII (Negara Islam Indonesia)
yang "bertobat". Selama 10 tahun ia hidup di "bawah-tanah", berkelana
dari kota ke kota, demi mewujudkan cita-cita mendirikan negara yang
berdasarkan syariat Islam di Indonesia, dengan cara-cara yang kurang
lazim dan asosial.

Penulis mewujudkan dirinya sebagai seorang remaja beranjak dewasa
bernama Royan. Ia menyimpan dendam pada Tuhan dan tentara, yang
merenggut nyawa bapaknya pada Peristiwa Tanjung Priok, 1984. Pada
tahun 1988, ia bergabung dengan pergerakan Islam underground, yang
ingin mendirikan Negara Islam dan menggulingkan rezim yang dianggap
thagut alias setan. Muslim yang tidak mengikrarkan syahadatnya
kembali, dituding kafir.

Sejak bergabung dalam pergerakan, ia hidup bergerilya, berkelit dari
incaran, gerebekan, dan penculikan intelijen. Di tengah-tengah
perjuangan antara hidup dan mati, ia justru menyaksikan banyak
kezaliman di tubuh pergerakan. Ia tak sepakat dengan sikap ketaatan
jamaah yang berlebihan kepada pemimpinnya. Ia menentang larangan
pemimpin bagi para kadernya untuk jatuh cinta dan memilih pasangan
mereka sendiri. Kalaupun menikah, itu harus dengan persetujuan atasan,
dan wajib membayar infak yang jumlahnya sering tak sanggup ditanggung
oleh para kadernya.

Royan pun tak setuju jika jamaah "dipaksa" mencari infak dengan
berbagai cara asal disetor 100% kepada pemimpin pergerakan. Ia
menentang sikap jamaah yang suka menganggap harta yang dimiliki
masyarakat boleh dirampas karena alasan fa'i (rampasan perang).
Pergerakan menganggap, masyarakat negeri ini masih hidup dalam
kekafiran, sehingga merampok harta mereka adalah tindakan halal.

Abu Qital, Abu Shoffan, dan Imam—atasan-atasan Royan—mencoba
membungkamnya dengan fitnah, teror, penculikan, bahkan uang sogokan.
Pengalaman-pengalaman traumatis itu membuat Royan "tersadar" dan
segera keluar dari pergerakan yang selama ini dianggapnya sebagai
kebenaran tunggal. Ia berjalan sendiri dalam kesunyian, dan mulai
mencari makna sejati jihad dan kebenaran ...


TESTIMONI

Novel ini menarik karena dua alasan. Pertama, alur ceritanya diangkat
dari pengalaman aktual dalam sebuah dunia yang penuh misteri, ganas,
eksklusif, mengatasnamakan Tuhan—sebuah perbuatan yang berlawanan
dengan seluruh ruh Alquran tentang cara damai dan beradab dalam
mencapai sebuah tujuan. Kedua, menempuh jalan kekerasan dalam
pengalaman politik Indonesia ujung-ujungnya hanya satu: malapetaka.
—Ahmad Syafii Maarif, Sesepuh Muhammadiyah

Makna jihad yang sering dipahami dengan salah kaprah oleh banyak orang
dibongkar dengan unik oleh Mataharitimoer .
—Enison Sinaro, Sutradara Film Bom Bali Long Road To Heaven

Buku ini tidak saja mengisahkan perjalanan hidup namun juga pergulatan
mencari makna kehidupan yang berkarakter diametral penuh konfrontasi
dan jamak dari penulisnya. Saya pikir ia telah menemukan dirinya
kembali walaupun tidak pernah sama lagi dengan dirinya yang dulu.
—Nurul Arifin, Artis Indonesia

Sangat bagus! Mengupas ijtihad seorang anak manusia dalam sebuah misi
jihad, namun pada akhirnya ia sendiri meragukan jalan yang
ditempuhnya. Baru kali ini ada sebuah buku yang memaparkan kehidupan
seorang manusia yang sangat tersembunyi.
—Alchaidar, Mantan Aktivis NII

Novel ini membuka tabir sebuah gerakan yang mengklaim kebenaran hanya
ada di pihaknya. Sungguh menggugah!
—Herry Muhammad, GATRA

Mataharitimoer hanyalah sebuah noktah di gunung es: betapa
ketidakadilan global kuasa membangkitkan kerikil terpendam yang
selanjutnya menjadi batu sandungan global.
—Prof. Dr. Ahmad Mubarok, M.A., Guru Besar Psikologi Islam

Menukik tajam! Layak dibaca oleh para pemerhati kebijakan politik
nasional dan internasional, terkait isu jihad dan terorisme.
—Zaki Amrullah, Radio Berita Jerman Deutsche Welle

Penculikan ternyata tidak hanya dilakukan oleh Densus 88, tapi juga
oleh kelompok yang bersaing dalam satu tubuh gerakan yang awalnya
sama. Apakah itu yang dimaksud "Jihad Terlarang"? Membaca buku ini
akan menambah wawasan bagaimana serunya pergolakan dalam sebuah
harakah (gerakan).
—Fauzan Al-Anshari, Juru Bicara Majelis Mujahidin Indonesia

Novel yang untuk pertama kalinya mengilustrasikan Islam underground
dengan jujur. Latar belakang si penulis yang pernah bersentuhan
langsung dengan gerakan bawah-tanah membuat kisah di dalamnya begitu
hidup dan nyata. Sebuah referensi penting untuk memahami satu dimensi
dari Gerakan Islam di Indonesia.
—Siska Widyawati, JIJI Press

Akhirnya, ada juga orang yang berani menulis novel tentang pergerakan
Islam garis keras dalam rangka mendirikan Negara Islam. Selama ini,
mereka yang terlibat hanya berani mengungkapkan bisik-bisik belaka.
Sangat inspiratif sekaligus mengejutkan.
—Wahyudin Fahmi, Koran Tempo

Realitas kemelaratan dan ketidakadilan cenderung menumbuhkan perilaku
kekerasan. Novel ini sangat inspiring bagi kita untuk segera
merumuskan makna "jihad" yang halal tapi konstruktif, tanpa diracuni
oleh pemahaman Barat tentang terorisme dan jihad.
—Faisal Haq, Majalah Gontor

Sangat menarik! Sayang kalau buku ini hanya dinikmati kovernya saja ….
—Herawatmo, Rakyat Merdeka Online

Karya-karya Mataharitimoer telah dibaca oleh banyak penggemarnya. Ia
telah memberikan inspirasi dan motivasi pada jutaan orang lainnya.
—Yudhi Aprianto, sarikata.com

Menyingkap rahasia gerakan Islam militan di Indoensia, yang selama ini
masih terkubur dalam ribuan kabar burung yang simpang siur.
—Ade Tri Marganingsih, Matabaca

Thursday, September 13, 2007

NII Asal, Al Quran dan Hadith

source


Leaving the "Islamic State of Indonesia": An interview with Mataharitimoer

By Ayu Arman, Common Ground News Service

Jakarta – After more than ten years of hiding after leaving the Negara Islam Indonesia (NII) or Islamic State of Indonesia movement, Mataharitimoer has re-emerged with a surprising autobiography, Forbidden Jihad, a Story from the Underground. In the following interview, Eddy Prayitno, a.k.a. Mataharitimoer, describes the NII's vision and methods for implementing Islamic law.

AA: Your book's title, Forbidden Jihad, compelled many people to read the book, especially in this era of global terrorism, when the word "jihad" is associated with "terrorism." What do you mean by this title?

Mataharitimoer: The word "jihad" described what the NII's members call Jihad fi Sabilillah, a fight to enforce the law of God in the form of an Islamic country. However bad others perceptions might be towards them, they still state that they are conducting jihad in the Way of God. Their jihad is to turn Indonesia into an Islamic country. And because the NII has threatened the stability of the state, it has become "forbidden".

AA: What drove you to write the novel?

M: According to the NII, if one leaves the organization, he has become an apostate, although he might still consider himself a practicing Muslim. When I left the NII, my friends were wondering why I apostated (murtad) when I had a bright career in the movement. My answer to them was: "I promise that when the time comes, I will write a book that explains why I have had to leave this Islamic movement." It is that promise that drove me to write Forbidden Jihad.

AA: In Forbidden Jihad, you said you're still dealing with the trauma from the violence practiced by NII members. Was it vengeance that compelled you to write?

Mataharitimoer: If I still felt vengeance, I would do a lot more than just write a novel. I would reveal their secrets and divulge the whereabouts of the NII leaders. But I haven't done that. As for dealing with the trauma, frankly speaking, I am still traumatised today by the movement's violent methods. I have been terrorised, slandered, beaten, caged and even bribed by the NII in order to prevent me from leaving.

AA: What is the real vision and mission of NII?

Mataharitimoer: Its real vision is a country based on Islam where the highest law is the Qur'an and hadith. In 1949, Indonesia had no government as a result of the Renville Agreement [a Dutch-Indonesian accord which aimed to resolve unsettled disputes from a previous settlement]. The vision and mission of the NII, as stated by Imam Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo at that time seemed ideal to me. His vision of an Islamic country was inspired by the Medina Charter, inaugurated by Muhammad (SAW). During the time of the Prophet, Medina was a just state for Muslims, Jews, Christians and anyone else who lived there.

AA: How has the NII deviated today from Kartosuwirjo's vision?

Mataharitimoer: The most principle deviation is that they do many things to harm the image of Islam. They think that only their group is representative of the truth and Islam. They hardly accept criticism and rely more on violence than dialogue to spread their message. This runs contrary to Islam as a religion that aims to spread love to the world (rahmatan lil 'alamin).

AA: Is the concept of an Islamic country compatible with democracy?

Mataharitimoer: Islam cannot be compared with democracy because democracy is only a tiny part of the people-government interaction. Democracy is only one of many solutions for countries led by an authoritative leader. It can be in line with Islam, but it doesn't mean Islam is democratic. Islam appreciates and guarantees plurality and the needs of people, but it doesn't accept people as the source of truth, which could lead to totalitarianism in the name of people's will.

AA: If the concept of an Islamic country is good, true, ideal and can be applied, should we export it just like the West "exports" democracy?

Mataharitimoer: Islam is a religion that is open to innovation. Islam can accept the concept of Western democracy with several alterations. The question then arises, is the West willing to open up and "import" Islam? I think the ideal situation is that regardless of who we are, and despite our ideological differences, we should try to walk hand in hand, instead of humiliating each other. In Surah Al-Hujurat in the Qur'an, it is written that God has created different genders, ethnicities, races and nations so that human beings would acknowledge and respect each other, not divide and fight one another.

AA: Can't democracy bring justice and peace to the world?

Mataharitimoer: Whatever it is, democracy, theocracy, or nomocracy, success depends on the honesty and kind-heartedness of human beings. Regarding the concept of an Islamic country itself, are justice, equality, brotherhood and wealth guaranteed? Which country can provide that guarantee?

AA: Aren't you afraid you might be terrorised, kidnapped, or even murdered as a result of writing this novel?

Mataharitimoer: I don't know whether these things will happen to me or not. I only hope groups such as the NII are wiser towards critics now. If they become annoyed, however, I realize the risks I have to face. Life is a choice, and every choice has its risks.

Saturday, June 16, 2007

Loh, kok malah ketawa?

source

udah lama nih ga posting, maklum gw sedikit kesel, komentar2 gw ga ada yang meresponse. Disini banyak orang menyudutkan nii, ada yang menyudutkannya dari akhlak, ada yang dari syariat, ada yang dari sejarah dan bahkan ada juga yang menyalahkan nii dari aqidahnya, tapi ketika gw komentarin, gw klarisifikasi dan mencoba mengajak diskusi secara komperhensif mengenai benar or salahnya nii(kecuali kw 9), eh malah ga ada yang nanggapi(komentar 358 n 372). Komentar2nya hanya berputar seperti komentar2 diawal, padahal sodara iman_islam telah mencoba memberikan masukan yang bagus pada comen no 348, yaitu “..bagaimana kalo disepakati (karena qt orang islam) Al-Quran dan As-Sunnah sebagai rujukan/timbangan untuk menguji benar dan salahnya sesuatu, bukan hanya sekadar pengalaman yang bersifat relative dan belum tentu benar” saya tambahin: dan bukan berdasarkan kebanyakan orang (6:116) serta rasa (hawa nafs)!.
Ada sebuah cerita yang mungkin bagi sebagian orang cerita ini lucu n menggelikan. Kemarin[gw lupa tanggalnya], FUUI yang diketuai oleh KH.Athian Ali, melaporkan kepada polda bahwa NII KW 9 adalah gerakan yang sesat [Sesat dikarenakan banyak ajarannya yang menyimpang, mulai dari aqidah, syariat, dan akhlaknya] dan meresahkan karena banyak mayarakat yang telah menjadi korban dari gerakan ini[mungkin juga ada diantara lo yang posting di web ini]. FUUI memberikan data2 yang bisa dijadikan bukti. Dari bukti2 yang mereka miliki, mereka meminta kedapa polda untuk menindak atau membubarkan NII KW 9. Coba tebak polda bersikap seperti apa???
Mungkin tebakan Lo salah, polda menertawakannya!! Polda bilang[mungkin tidak terlalu précis tapi initinya sepaerti ini],”maaf bapak, kalau boleh, ini saya tunjukan data2 yang lebih lengkap mengenai NII KW 9 yang kami miliki. Data yang bapak miliki mungkin hanya 1/9 dari data yang kami miliki”. Perwakilan FUUI lalu bertartanya,”lah, kalau sudah lengkap sepeti ini kok ga DITINDAK??”. Mereka[polada] tersenyum….
Begitulah, jika kita tidak memiliki sebuah sikap al-wara dan al-bara atau biasa bisebut sikap furqan, kita akan terjebak oleh sebuah ilusi, dimana kita tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. Melaporkan taghut kepada taghut. Ya..ditertawaain dech.[menurut gw lucu]
MAAF bukan maksud gw menjelekan FUUI, gw hanya ingin membuktikan bahwa NII KW 9 adalah sebuah konsfirasi besar-besaran RI. Sebuah konsfirasi yang dibuat, dimana salah satu tujuannya adalah untuk mencemarkan NKA NII yang merupakn musuhnya[ini sunatullah yang menimpa Al Amin dahulu, diman beliau diisukan sesat,gila,tukang sihir,dll]. Targetnya, membuat mansyarakat pobi terhadap NII. Konsfirasi ini dinamakan teori black flag[gw udah jelasi sdikit pada comen no 358], teori yang mungkin digunakan juga salah satunya oleh Aulia Ali eh Ali [kelihatanya sama orang ya : )]dalam postingan di web ini. Dimana Lo dengan memakai baju nii, mencoba memperlihatkan sikap yang buruk, sehingga komentator yang lain secara tidak sadar menilai bahwa lo [orang nii] memang seperti inilah sikapnya[akhlaknya]. sedikit pintar, tapi kalo gw mah tersenyum [geli].
Sedikit komentar.

Sunday, June 10, 2007

Keliru


sumber
Malam ini aq buka email n banyak bgt yg dari milis smu-q. Biasanya c langsung q delete2 bis banyak yg g penting gt.. Hehe..

Tapi perhatianq langsung tercurah k sebuah email yg dari subject-nya aja keliatan menarik bgt, yaitu tentang ajakan agar kita waspada terhadap gerakan NII.
Disitu si pengirim email tsb menceritakan pengalamannya diajak gabung oleh NII, padahal pengirim sudah sejak lama diingatkan oleh temannya tentang kegiatan tsb. Tapi seperti biasa.. Experiencing is believing!! Hehe..

Singkat kata, berikut penjelasan singkat dan syarat2 untuk menjadi anggota "N sebelas" ato NII ini, menurut pengalaman pengirim dan dari beberapa sumber yang saya temukan, adalah :

  1. Tidak memiliki saudara ABRI, polisi, ato yg b'bau2 militer, karena katanya mereka pasti akan menentang ideologi mereka (gerakan NII).
  2. Terdapat jabatan2 dalam NII, presiden, mentri, gubernur, hingga RW, RT, dan rakyat biasa. Lapisan jabatan tsb hanya dapat berinteraksi dengan lapisan yang berada tepat diatas dan dibawahnya, sehingga tak jarang para gubernur tidak tahu siapa yang menjadi presidennya. Dan para anggota diwajibkan memberikan iuran bulanan sesuai dengan jabatannya, mereka mewajibkannya dengan dalil "...segunung emas pun g bisa membalas karunia Allah".
  3. Mereka selalu merujuk pada ayat2 Al Qur'an, tapi hanya setengah2, sehingga sebenarnya pengertiannya tidak seperti itu, tapi dijadikan seperti itu.
  4. Mereka akan melakukan baiat kepada anggotanya dengan meminta uang "penyucian jiwa", dan jika calon anggota tidak mampu membayarnya akan dianggap hutang sang calon yang harus dibayar.
  5. Sejumlah iming2 dijanjikan kepada pengikut NII, seperti masuk surga, bahagia dunia akhirat, dsb.
  6. Dalam ajarannya boleh berzinah dan tidak solat asal membayar denda. (?????!!!!!!!!)
  7. Calon target adalah orang yang sudah lama diincar, diintai, dan tak jarang "pengumpan" kita adalah orang dekat kita sendiri.
  8. Pola dakwah relatif singkat (biasany kurang dr 3 x pertemuan). Sehingga yang dipaksakan disini bukannya keikhlasan, melainkan ideologi.
  9. Calon biasanya memiliki kelebihan harta, atau orang tua yg kaya, dan biasanya memiliki pengetahuan dinul Islam yg rendah.
  10. Mereka biasanya mengekslusifkan diri.

Jujur pada awalnya saya tidak begitu mengerti tentang NII, setau saya hanya gerakan ini tak jauh beda dan merupakan penerus dari DI/TII. Dan setelah membaca email tersebut pandangan saya tentang NII menjadi amat sangat buruknya. Tapi entah knapa saya jadi penasaran dan mencoba mencari tahu tentang gerakan tersebut.

Sangat mengejutkan mengetahui lebih jauh tentang NII. NII memang adalah gerakan yang berobsesi untuk mewujudkan Negara Islam Indonesia (kalau untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara Islam dan memberlakukan hukum2 syariah didalamnya c saya setuju sekali!!). Dan gerakan2 untuk mewujudkannya tak akan pernah pupus.

Tapi tahukah kamu bahwa NII yg sebenarnya beda jauh dari pandangan yang saya dapat pertama kali setelah membaca email dari milis ??

Bagi NII sendiri mereka pantang bertindak radikal, semisal mengajak anak muda bergabung dengan paksaan ideologi yang tujuannya untuk menghimpun dana, mengkafirkan orang, atopun memusuhi orang yang pemikirannya berbeda dengan mereka dalam membela Islam. Dan menurut sumber yg saya baca, kalau ada yang menamakan dirinya NII dan berbuat radikal, itu patut ditanyakan. Karena menurutnya NII memiliki kebijakan untuk berintegrasi pada masyarakat. Dan dengan kebijakan tersebut ada dua garis besar pembinaan pada masyarakat, yaitu kedalam pribadi Muslim itu sendiri dan dalam kehidupan rumah tangganya sehingga terbentuklah untuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahamah, dan senantiasa selalu mengharap ridho Allah.

Na ini dia yang menurut kebanyakan orang membuat masyarakat menjadi berpandangan negatif tentang NII. Dalam NII terdapat banyak faksi2, dan ada satu faksi yang ajarannya berbeda jauh dari konsep awal NII. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, begitulah pribahasa yang tepat.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ungkap dan jabarkan tentang gerakan ini, tapi karena sudah larut, jadi saya hentikan. Artikel ini dibuat bukan untuk memaksakan pendapat atau juga mendoktrin. Dan saya meminta maaf sebesar-besarnya bagi pihak yang merasa tersinggung olehnya. Pendapat anda tentang NII, tergantung bagaimana anda menyikapi dan melihatnya dari sudut pandang mana.

Allah telah mengingatkan agar kita senantiasa selalu waspada terhadap berita. Apa yang kita dapat, hendaklah jangan ditelan mentah-mentah. Dengan lebih mencari tahu akan membuat kita memiliki pandangan sendiri terhadap berita tsb.

======================================

za...
temenku juga ada yg ikut NII (dulu, entah sekarang masih ato enggak)
aku juga sempet ikut ngaji sebentar sama ibu2 dari NII (kayaknya dia istrinya wali wilayah cirebon dan sekitarnya). mereka juga bilang, gosip2 negatif ttg NII tu karena adanya perpecahan di tubuh NII, dan ada yg menyimpang gitu,,
but... kenapa aku ga masuk NII, ada banyak alasan za...
ga bermaksud menjelek2an, tapu kenyataannya, mereka emang mengkafirkan orang islam di luar NII. That's fact..
lebih jauh lagi, mereka mengklaim telah mendirikan negara, padahal mereka dakwahnya underground karena mereka mengklaim masih berada di masa Mekkah. nah, padahal pada masa Rasulullah, Islam menjadi daulah (negara) tuh pas masa Madinah. Jadi mereka ga konsisten.. Klo memang udah jadi negara, ya show up dong, trus kita hijrah rame2 ke negara itu. dan lagi, konsep pemerintahannya masih rancu. Terbukti, mereka menghalalkan demokrasi, yg mereka musuhi tuh cuma pancasila dan UUD 45. ditambah struktur pemerintahannya ga seperti yg dicontohkan Rasulullah saw dan para shahabat, NII malah pake sistem presiden.. Kan harusnya khilafah za...
Lho, jadi panjang...
yah, itulah pokona ^_^
ayo berjuang menegakkan syariat Islam!!

Monday, May 21, 2007

Kepingin Mengaji Sama NII

sumber

Pertanyaan :

Saya adalah seorang mahasiswa di Jakarta. Saat ini ada beberapa teman saya yang baru-baru ini ternyata ikut pengajian di NII. Saya telah mencari informasi di internet tentang gerakan ini dan ternyata ada beberapa versi. Ada yang mengatakan bahwa NII itu adalah gerakan yang sesat, adapula bahwa NII yang sesat itu hanyalah NII KW IX. Saya ingin menanyakan fakta mana yang sebenarnya terjadi? Tolong dengan keterangan2 atau situs yang lengkap dikirim ke e-mail saya. Jazakalloh.

Ujang, xxxxxxx_joe@yahoo.com | IP: 125.160.97.90, Apr 30, 5:41 AM

Jawaban :

Kami memahami keresahan Ujang terhadap aktivitas beberapa teman yang diduga ikut NII KW IX yang menurut pemberitaan beberapa media adalah gerakan sesat. Siapa yang mau jika pengajian yang diikuti bukannya mencerahkan tetapi justru menyesatkan?

Di sini kami tidak akan menghakimi apakah pengajian yang diikuti teman-teman Ujang itu sesat atau tidak. Kami juga tidak akan membahas NII ataupun NII KW IX, apakah bisa disebut gerakan Islam atau justru harus disebut gerakan sesat. Kami lebih memilih memberikan jawaban yang akan mencerdaskan Ujang dan teman-teman yang lain. Silakan simak penjelasan berikut :

A. Identitas Organisasi/Partai

Tiga syarat organisasi dakwah Islam yang ideal :

(1) Asasnya Islam, dituliskan secara jelas dalam AD/ARTnya. Bukan berasas yang selain Islam. Asas berarti pijakan/dasar seluruh aktivitas organisasi. Jika asasnya tidak Islam, maka bagaimana mungkin organisasi itu akan mengajak pada ajaran agama Islam?

(2) Mempunyai target dan tujuan Islami yang jelas, serta bisa diukur tingkat keberhasilannya. Walaupun sulit dicapai, tetapi kalau masih dalam lingkaran “mungkin” itu adalah boleh.

(3) Mempunyai pemikiran (fikrah) yang hanya merujuk dari sumber ajaran agama Islam, yaitu Al Quran dan As Sunnah. Tidak merujuk pada kitab-kitab lain yang bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah.

Termasuk tidak boleh merujuk pada pemikiran orang-orang kafir seperti Karl Marx, Adam Smith, John Locke, Montesque, Thomas Hobbes, Sigmund Freud, dan lain sebagainya. Khususnya jika yang dibahas adalah hal-hal yang berkaitan dengan aqidah, ibadah, dan muamalah (termasuk sistem ekonomi, sistem politik dan pemerintahan, ataupun sistem pendidikan). Jika yang dibahas adalah sains dan teknologi, maka bisa diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan Islam.

(4) Mempunyai metode (thariqah) yang jelas untuk mencapai tujuannya. Thariqah itu harus thariqah yang Islami, bukan thariqah yang bertentangan dengan Islam. Contoh thariqah yang bertentangan dengan Islam : melakukan pemberontakan bersenjata, mendirikan negara di dalam negara (sehingga “negara” buatannya itu tidak mempunyai kedaulatan sendiri karena masih di dalam kekuasaan negara yang asli).

(5) Mempunyai agenda yang serius untuk membimbing anggota-anggotanya agar berkepribadian Islami (bersyakhsiyah Islamiyah), baik pemikirannya ataupun perasaannya.

Organisasi yang justru merusak kepribadian anggotanya misalnya membolehkan untuk tidak sholat lima waktu, melepaskan jilbab, bergaul bebas dengan lawan jenis, dsb. adalah organisasi yang wajib ditinggalkan.

B. Anggota Organisasi/Partai

Selain lima hal tersebut, anggota organisasi dakwah Islam haruslah dari kalangan orang Islam saja. Tidak boleh ada orang kafir yang bergabung di dalamnya. Jika ada, maka organisasi tersebut bukanlah organisasi dakwah Islam. Bagaimana mungkin ada orang kafir yang mendakwahkan Islam? Bukanlah ia sendiri yang harus didakwahi? Orang kafir hanya boleh masuk menjadi anggota organisasi Islam hanya jika ia telah masuk Islam terlebih dahulu. Ditandai dengan membaca dua kalimat syahadat yang diketahui secara pasti oleh pimpinan/pengurus organisasi dakwah tersebut.

C. Aktivitas Organisasi/Partai

1. Ide-ide/pemikiran organisasi yang disebarkan

Organisasi dakwah Islam harus beraktivitas menyebarluaskan ajaran Islam. Jika ada organisasi yang justru menyebarluaskan pemikiran yang tidak Islami seperti sekularisme, pluralisme, dan liberalisme, maka organisasi tersebut bukanlah organisasi Islam, tetapi organisasi sesat.

Jadi, kalau ada organisasi/partai yang mengatakan bahwa mereka setuju pluralisme maka organisasi/partai itu adalah sesat. Walaupun partai tersebut mengaku berasas Islam dan mengaku partai dakwah, itu adalah bohong belaka. Pada hakikatnya, partai penganjur pluralisme tersebut adalah sesat. Hal ini sesuai dengan fatwa MUI tentang haramnya penyebaran tiga pemikiran tersebut (fatwa haramnya sepilis). Sudah sepantasnya kita sebagai umat Islam mendukung sepenuhnya fatwa MUI tersebut. Tidak pantas ada organisasi/partai Islam yang justru membuat bingung umat Islam dengan mengadopsi istilah-istilah asing yang tidak Islami.

2. Dakwah pemikiran bukan kekerasan

Tujuan menerapkan syariah Islam harus dicapai dengan cara-cara yang dicontohkan Rasulullah saw. Dalam usahanya menegakkan sistem Islam, Rasulullah saw tidak pernah menempuh cara-cara kekerasan. Ini bukan karena beliau dan para sahabatnya takut, melainkan karena demikianlah perintah Allah. Oleh karena itu, jika ada organisasi yang mengajarkan atau mengajak pada cara-cara kekerasan seperti merampok, membunuh, atau mengebom, maka itu pasti bukan organisasi Islam. Bisa jadi itu adalah organisasi buatan orang-orang kafir yang dilabeli Islam, kemudian berusaha merekrut orang-orang Islam (yang hanya bermodal semangat tetapi berpikiran lugu). Tujuannya adalah untuk menciptakan ketakutan (syariahphobia) terhadap syariah Islam. Mereka ingin agar muslim yang memperjuangkan syariah Islam dianggap sebagai teroris yang wajib dilenyapkan.

C. Cara menyebarkan pemikiran

Dalam menyebarkan pemikiran, organisasi/partai dakwah Islam terikat dengan hukum-hukum syara’. Organisasi/partai tidak boleh menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Jadi, antara ide yang disebarkan harus sesuai dengan cara yang ditempuh.

Cara-cara yang melanggar syariat Islam tidak boleh ditempuh, walaupun cara itu mungkin akan mendatangkan/merekrut banyak anggota, disukai masyarakat, ataupun mendatangkan banyak dana untuk biaya operasional organisasi. Apalagi jika hanya untuk mendapatkan kekuasaan, sangatlah tidak pantas jika ada organisasi/partai Islam yang justru menggelar acara yang tidak Islami, misalnya : acara yang di dalamnya terjadi ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita), goyang dangdut yang menampilkan wanita muslimah di depan banyak penonton pria dan wanita, juga acara yang menampilkan artis wanita berpakaian seksi yang menyanyi dangdut dengan mendesah-desah diiringi goyangan erotis, dan cara-cara lain yang melanggar syariah Islam.

Nah, sekarang menjadi tugas Ujang dan teman-teman untuk meneliti lebih jauh pengajian yang telah diikuti teman-teman Ujang itu. Apakah telah sesuai dengan poin-poin yang kami jelaskan di atas?

Jika telah lolos seleksi dengan berbagai kriteria di atas, ya silakan ikuti pengajian yang diselenggarakan organisasi tersebut. Mahasiswa yang mengaji Islam tentu jauh lebih baik dibandingkan mahasiswa yang hanya pasif saja. Mahasiwa kalau hanya kuliah saja tanpa diiringi belajar dan berdakwah Islam, maka ia belumlah menjadi mahasiswa muslim yang ideal. Bukankah mengaji Islam dan mendakwahkan Islam adalah kewajiban semua muslim, termasuk mahasiswa muslim?

Akan tetapi, jika organisasi penyelenggara pengajian tersebut tidak sesuai poin-poin yang kami jelaskan di atas, maka jangan ragu-ragu untuk meninggalkannaya. Carilah forum-forum pengajian lain yang saat ini sudah banyak tersedia di sekitar kita. Apalagi di kampus-kampus kota besar seperti Jakarta. Pasti banyak forum pengajian Islami yang benar (tidak sesat) yang bertebaran di Kota Jakarta. Ujang dan teman-teman silakan memilihnya..

Pilihlah suatu forum pengajian yang ideologis, yang membahas Islam dari akarnya, sekaligus mampu menjelaskan kesalahan ideologi kapitalis-sekuler yang saat ini menguasai dunia. Serta mampu menjelaskan pula kesalahan “anak keturunan” dari ideologi sekuler tersebut yang biasa diusung dengan istilah-istilah mentereng seperti demokrasi, pluralisme, liberalisme, emansipasi, kesetaraan gender, dan lain sebagainya.

Selamat mengaji. Apabila masih ada yang belum jelas, silakan hubungi kami lagi kapan saja anda butuh bantuan. (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

Monday, April 16, 2007

Hudan yang sebenar?

source

Semoga Allah membalas usaha anda utk kembangkan ilmu Al Quran.saya harap
usaha anda dapat menangani kesesatan yg ada di negara kita ni. Saya yg
kini berada di Johor nak kongsikan satu cerita berkenaan bahana Ajaran
Sesat yg wujud sekitar Johor sini. Ada beberapa kawan saya mendedahkan yg
dia dah terikut satu ajaran sesat yg kununnya ia satu macam usrah yg
bertujuan mendalami isi Al Quran / tafseer. Saya tak tau nama sebenar
usrah / atau pergerakan itu .. dulu nya saya sendiri pernah di ajak oleh
sorang pengikut setia kumpulan itu - tapi saya menolak.Saya menolak sebab
dia belajar / mengajar tafseer Al Quran dgn cara yg tak betul.

Dia baca terjemahan lepas tumenghuraikan ayat itu ikut kepala otak dia...
sedangkan kalau nak tafsir al Quran mcm tu kita kena ada ilmu yg cukup -
bahasa arab, ilmu hadis dan lain2. Saya ingat dia ada rujuk kpd kitab
tafseer mana2 ke... saya tanya dia : KAU PAKAI KITAB TAFSIR YG MANA SATU
??? Dia gagal memberi jawapan ... banyak sangat dia punya
rahsia. maknanya kitab tafser pun tak pakai - maka sah lah dia org ni
tafser Al Quran ikut kepala otak sendiri !!!!!!!

Saya baru tau pengelibatan kawan saya tu baru2 ini lepas dia buat pendedahan,...

kawan saya tu semua jenis yg masa mudanya nakal dan ada di antaranya dulu nya
biasa buat dosa - tapi sekarang lepas dah ada anak bini baru la terpikir
nak cari ilmu islam.... so bila gerakan sesat tu cakap sikit pasal al
Quran - kawan saya tu rasa macam org tu hebat atau ilmunya tinggi
berbanding diri dia,... so dia pun ikut la kumpulan tu - nak dapat ilmu
la kununnya... yg saya nampak kumpulan tu banyak MENYALAH TAFSIR AYAT
AYAT AL QURAN... kumpulan tu buat ajaran - katanya kalau nak bersihkan
diri kita - kita kena korban,,.. lepas tu dia tanya kita : KITA NAK
KORBAN MACAM MANA ?? Lepas tu dia rujuk ayat yg berkaitan korban Nabi
Ibrahim yg mengorbankan anak nya Ismail... So dia cakapla .. BERDASARKAN
AYAT QURAN ITU NABI IBRAHIM KORBAN KAN ANAK DIA .. DAN KEMUDIAN ALLAH
TUKARKAN ANAK DIA JADI QIBAS / KAMBING... JADI KORBAN KITA ADA LAH DALAM
BENTUK KAMBING ATAU NILAI YG SETARA DGN KAMBING TU...\\ So kisahnya -
harga kambung zaman sekarang ni dlm RM 400.. ahli ajaran sesat tu pun
buat KURBAN mereka dgn membayar duit KORBAN (kununnya) sebanyak purata RM
400..... Lepas tu menyalah tafsir konsep hijrah... dia org ada buat
ibadah hijrah - di INDONESIA... yg ni saya tak ingat sebab apa kumpulan
tu buat Hijrah...

kalau tak salah utk pembersihan jiwa jugak la kununnya
!!! Jugak mereka menyalah tafsir Surah Al Kahfi... Untuk pengetahuan anda
anda semua - gerakan ini berleluasa - di Johor sini ada antara ahlinya yg
pensyarah universiti di Johor - maksudnya gerakan ni dah sampai ke
universiti... menurut kawan saya yg dah insaf ni... ada jugak org2
tertentu yg lokasi nya di KL ... tapi dia tak tau siapa.... Gerakan tu
amat menjaga kerahsiaan mereka... kawan2 saya cuma kenal pemimpin
tempatan situ aje... tapi dia org tak pernah dapat jumpa pemimpin
tertinggi .... SIAPA AGAKNYA??? hahaha Entah entah AYAH PIN KOT..... Saya
memberi maklumat ini sebab saya tahu laman web ini ada banyak yg ada
kesedaran agama... dan saya harap anda menyebarkan propaganda ini supaya
MASYARAKAT BERHATI2 DGN GERAKAN ITU...\\ Yelah... kalau nak belajar
tafser ikutlah ustaz2 yg memang ada berkebolehan dlm bidang tu. itu saja
mesej dari saya. Ma 'a Salaama.
~

Sunday, April 01, 2007

Former Members Warn Against NII

source

JAKNEWS.COM---Former members of a religious congregation allegedly affiliated with the Indonesian Islamic State (NII) movement urged the Bandung chapter of the Indonesian Ulema Council (MUI) Tuesday to issue a warning about the congregation.

The former members went to the MUI Bandung chapter on Jl. Martadinata in Bandung, West Java, asking it to alert the public to aggressive tactics allegedly used by the movement.

Dede Ahmad, 34, a former NII member, said he was worried over increasingly strident efforts to collect donations, supposedly to establish an Islamic state.

"Now they are aggressively campaigning in Depok (West Java) and Jakarta. We don't want to see them thrive again in Bandung like seven years ago," said Dede, who led an NII village in Pulogadung, Jakarta from 2000 to 2003.

Dede said it was difficult to track what the money was actually being used for.


"Such methods used to be applied by my colleagues to gather funds to be transferred to the organization," Dede said, adding that as an NII leader he had to pay Rp 16 million (US$1,684) per month collected from members.

The NII movement was well known in the early years of this decade when it recruited new members through prayer groups at public and university mosques. Each member was obliged to pay a monthly contribution. Those who did not were punished by being isolated in rooms.

Fearing punishment, many members ended up resorting to theft, deceit and blackmail to get the money.

Egi Rahmadi, 25, whose younger brother had been an NII member, said supervision of prayers on campuses should be tightened because the NII netted new members through religious mentoring.

"My brother entered NII through an introduction at a campus prayer activity," Egi said.

Responding to the complaints, Rafani Achyar, general secretary of MUI's West Java chapter, said both security officers and government agents had been unable to determine who was behind the NII movement. Thus it was difficult for MUI to attempt to get rid of the movement, he said.

Rafani said MUI had not remained silent, however. He said the organization had held activities within the last year in both East and West Java to explain its views against the establishment of a state within the unitary state of the Republic of Indonesia.

"We are encountering difficulties following up on this case due to the absence of evidence," Rafani said.

Hedi Muhammad of the Deviation Movement Investigation Team of the Indonesian Muslim Followers and Ulema Forum said that as of 2000, at least 260 former NII members had repented and were ready to testify in court.

"The problem is that there should have been a case report from the police at the court. No investigation of the case has been conducted by the West Java police thus far. We also question this," Hedi said.