Showing posts with label orang hilang. Show all posts
Showing posts with label orang hilang. Show all posts

Friday, October 19, 2007

Hilang akibat terjebak Quran suci

source

Ikut Aliran Alquran Suci
Cari Ahriani & Fitriyanti, Polisi Sebar Foto
Cetak E-mail

BANDUNG – Jajaran Kepolisian Wilayah Besar (Polwiltabes) Bandung terus melakukan upaya keras mencari keberadaan Ahriani Yulvie (19) dan Fitriyanti (19), dua korban hilang akibat ikut aliran Alquran Suci. Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya namun tetap menemukan kendala besar.

“Permasalahan ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman kasus. Kita menelusuri masalah ini dari awal yaitu kronologis,” kata Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Bambang Suparsono ketika dihubungi di Bandung, Senin (8/10/2007).

Bambang menjelaskan, ada beberapa kendala dalam menindaklanjuti masalah ini, yaitu kurangnya informasi dari keluarga. Karena kasusnya orang hilang, maka sulit melacak keberadaannya, termasuk info yang diperoleh dari keluarga.

“Keluarga pun nggak tahu kemana perginya. Jadi, kita hanya modal keterangan seperlunya dan foto,” imbuh Bambang.

Salah satu yang dilakukan Bambang adalah menyebarkan foto ke polsek-polsek di seluruh Bandung dan berkoordinasi dengan Polres se-Jabar.

“Kami juga terus mengorek keterangan saksi,” paparnya

Dituduh terkait intelejen

source

l Quran Suci Bagian Rekayasa Intelijen Cetak E-mail
Lutfi Dwi Pujiastuti - Okezone

JAKARTA- Aliran Alquran Suci memiliki modus sama dengan NII, yang diduga kuat buatan pemerintah. Aliran ini juga merupakan bagian dari rekayasa intelijen dan merupakan bagian dari kegiatan pemerintah yang legal, untuk mencapai tujuan-tujuan politik mereka.

“Aliran-aliran sesat ini termasuk Alquran Suci merupakan rekayasa intelijen, mungkin bisa dikonfirmasi ke pejabat intelijen. Pemerintah sengaja membentuk ini untuk memecah nasionalisme Indonesia dan mengambil jalur Islam,” ujar Dosen Universitas Malikul Saleh, Lhoksemauwe, Al Chaidar yang juga mantan pengikut aliran Negara Islam Indonesia (NII) pada okezone, Sabtu (6/10/2007).

Menurutnya, ajaran aliran baru Alquran Suci ini mirip sekali dengan NII yang tidak mengakui adanya hadist hingga sunah-sunah rasul. Selain itu, kedua aliran itu sama-sama mewajibkan infak sebagai kewajiban utama.

“Bagi mereka salat bukanlah kewajiban, puasa belum saatnya, haji belum saatnya yang ada kewajiban syahadat saja,” jelasnya lagi.

Bagi Al Chaidar percuma jika sang korban melaporkan hal ini pada pihak kepolisian untuk menanganinya. Sebab, lembaga penegak hukum justru telah melakukan kongkalikong agar jaringan yang telah tertata apik ini tidak terbongkar.

“Percuma lapor polisi tidak akan selesai masalahnya. Para korban cuma bisa disadarkan dengan rasionalistis. Mereka harus disadarkan oleh orang-orang yang pernah juga ikut dalam aliran itu. Para korban harus berani menggertak,” katanya.

Ia juga mengatakan kebanyakan dana nonbudgeter pada pemerintah diperoleh dari hasil pemasukan infak para korban, yang diwajibkan memberikan setoran sebesar Rp.3 juta/orang tiap bulannya.

“Kebanyakan uang itu masuk sebagai dana nonbudgeter yang digunakan oleh oknum untuk menjalankan program-program pemerintah itu. Jadi, ini memang suatu program yang sengaja dibentuk pemerintah” tandasnya lagi.