Showing posts with label sapi perah. Show all posts
Showing posts with label sapi perah. Show all posts

Wednesday, September 26, 2007

"The Kaslanis"




source

Kepada Semuanya,
Bagi yang sudah melewati jalan terjal dan berlikunya NII KW9, jangan pernah hilangkan semangatnya. Bila ingin menyampaikan kepada kawan-kawan yang masih aktif didalam, lakukan dengan cara yang baik. Bila ingin menyampaikan kepada kawan-kawan diluar yang belum dan kalau bisa jangan sampe kenal NII KW9, lakukan dengan seluas-luasnya. Lakukan bersama secara serentak. Setiap orang menyampaikan ke sepuluh orang setiap minggunya, sepuluh untuk satu hari kalau bisa. Ya, seperti dulu DK (Daftar Kunjungan) dan CT (Calon Tilawah) lah. Jadi, tidak perlu lelah dengan kata-kataan. Lakukan dengan aksi. Bukankan tindakan lebih besar nilainya dari kata-kata?. Bila anda perduli dengan teman-teman yang masih diluar dan yang didalam, lakukan langkah-langkah sosialisasi sebanyak dan seluasnya. Semakin sempit gerakan mereka, akan semakin muncul tindakan-tindakan putus asa yang terus memperlihatkan keburukan mereka. Lihat saja nanti. Semakin sempit ruang gerak mereka, akan semakin banyak masalah yang mereka hadapi. Semakin banyak orang tua yang tau, maka semakin banyak umat yang “amnu” dan otomatis memusingkan mereka. Jadi, kita bikin aja mereka terus ngga aman. Sosialisasi meluas, penggerebekan kalau perlu dan penanganan orang yang telah masuk. Percaya deh, kelabakan ntar mereka. Lama-lama juga pada kaslan sendiri. Saya cuma ingat kata Munir untuk mendeskripsikan pola saya, LAWAN!!

Saya sendiri melakukan pola diatas dengan teman-teman yang sudah keluar, setiap hari. dan telah berhasil menyadarkan banyak orang, Insya Allah. Dan hal ini terus dilakukan dengan sistem getok tular.

Untuk Rian, kebetulan saya juga sedang menangani kasus-kasus di 932204. Sudah lumayan yang kaslan. Saya lagi nangani tiga Qobilah itu, Frotila, Karatekan dan resimen. Banyaknya dari mahasiswa FIB UI, FEUI, FKUI, BINUS, YAI, TRISAKTI ma LONDON SCHOOL.

Kalau teman-teman mau nyikat, hajar dari NII KW9 yang kodenya 9322(1-12). Mereka pendana terbesar untuk NII. Bayangkan, untuk desa 9322-10 aja, infaknya 93.000.000 sebulan.

Monday, September 24, 2007

Decieved

source

Deception

The problem with deception is that you don't know that you've been deceived.
In retrospect, finding out is actually a good thing ... even if it's hard to believe at the time


(Gerakan Pemuda Al Kahfi) Deviant sect with strange induction under probe

www.nst.com.my

09 Jan 2007
Neville SpykermanThis email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

SHAH ALAM: A movement targeting young Muslim professionals and executives is being monitored by the Selangor Religious Affairs Department (JAIS).

The department’s public relations officer Fakrul Azam Yahya said the movement was secretive and had strange induction methods.

He said new members of Gerakan Pemuda Al Kahfi have to pay RM1,000 to join and must agree to wear a blindfold before being taken to a secret location for their initiation.

He said they are subjected to "counselling" by senior members and the group utilises its own scriptures.

He said since the group moved around a lot, the department has found it difficult to track it down.

He said there were suspicions that the group may have links to deviant movements in Indonesia.

The department has to date received numerous complaints about the group but investigations were hindered by the group’s movements and the lack of information.

Fakrul Azam said Al Kahfi was first detected by Angkatan Belia Islam Malaysia (Abim) at the end of 2004, but since then the movement has grown stronger in Selangor.

However, hard evidence was needed before a fatwa (declaration) could be issued against the group. JAIS is appealing to disgruntled ex-members to come forward to help the department.

"We are especially keen to obtain a copy of their scriptures as it will allow us to scrutinise the roots of its deviant teachings. We heard it contains matters such as wahyu (divine revelations), for members," he said.

Fakrul Azam urged those with information about the group to call 03-5519-6997.

Yesterday, JAIS gave a briefing for representatives of Muslim organisations, NGOs and enforcement agencies in Selangor on Rufaqa, a group which is accused of being a front for the banned Al-Arqam movement.

*image taken from here