Showing posts with label solat aqimuddin. Show all posts
Showing posts with label solat aqimuddin. Show all posts

Wednesday, June 06, 2007

NII Malaya

sumber

from wiki

Dorland's Medical Dictionary defines brainwashing (also known as thought reform or re-education) as "any systematic effort aimed at instilling certain attitudes and beliefs in a person against his will, usually beliefs in conflict with his prior beliefs and knowledge."

....

Many people have come to use the terms "brainwashing" or "mind control" to explain the otherwise intuitively puzzling success of some methodologies for the religious conversion or recruitment of inductees to groups known variously as new religious movements or as cults.

Assalamualaikum

saya tertarik untuk membuka topik ini kerana saya khuatir dengan fonemena ini yang makin bertapak dan berleluasa di negara kita. Selama ini saya hanya mendengar dari sahabat saya dan juga guru saya tapi semalam saya sendiri yang alami. Baru baru ni seorang sahabat saya (wanita) mengajak saya utk mengikuti dia ke kelas pengajian tafsir Qur'an, bagai orang mengantuk disorongkan bantal saya terima memandangkan saya tenguk sahabat saya ni baik orangnya dan kebetulan saya memang tengah mencari kelas tafsir Qur'an. semalam saya pergi la, dari apa yang sahabat saya ceritakan itu memang tiada yang mencurigakan.

sesampai saya di sana, kami berdua di bawa masuk ke sebuah bilik yang agak kecil di sebuah apartment. dalam bilik tu hanya ada saya, sahabat saya (wanita) dan dua orang lelaki yang handle pengajian tu. di situ saya mula keliru, bukan apa dua lelaki dan dua wanita dalam satu bilik dan dalam satu apartment yang pasti macam macam perkara dan fitnah buleh timbul. saya risau kot tiba tiba datang pencegah maksiat, habih la kena tangkap basah dan kena kawin. alhamdulillah tiada apa apa berlaku.

pengajian pertama di mulakan dengan penerangan tentang kalimah Bismillah, cukup menarik penerangannya buatkan saya teruja utk mengikuti kelas seterusnya. kemudia mereka menyentuh bab tafsir Al Qur'an, di sini timbul kekeliruan di fikiran saya. mereka tidak mentafsir ayat al qur'an tetapi mentafsir tafsir al qur'an. saya dah mula pening2 tapi tak pa la saya fikir saya ni kurang ilmu elok saya dengaq dlu.

sesi keduanya pula sentuh bab sunnah. bila sentuh bab sunnah ni saya lagi pening dan rasa dah tak buleh nak terima. rasa resah dan tak buleh dah. bukan apa menurut mereka, Sunnah Rasulullah itu bukan pada janggut, pakaian, serban, bersugi, kawin 4 dan lain lain tetapi pada perjuangan Rasulullah yakni Sunnah itu bermula dari umur baginda 40 tahun hingga 63 tahun itulah yang dikatakan sunnah. katanya serban, jubah, bersugi, janggut dll tu bukan sunnah tapi sunat, saya jadi pening. katanya Sunnah tu kalau tak ikut sepenuhnya akan jadi sesat. so dia kata saya ni tak pakai serban tak berjanggut jadi saya sesat lah, saya kata ikut syariat gak pasai saya ni pompuan kena ikut sunnah Rasulullah cara syariat saya sebagai perempuan. dia terus stop hujah saya dgn bagi hadis ni:-

"Aku tinggalkan kamu dua perkara yakni al qur'an dan as sunnah, jika kamu ikuti pasti kamu tak kan sesat"

saya makin bengong, saya relatekan dgn apa guru saya ajaq memang lain benar dengan apa yang mereka cakap. dan saya ingatkan balik beberapa hadis Rasulullah pasai sunnah. sempat juga kami bertekak, saya keluarkan beberapa hadis pasai sunnah ni, mereka nampak tergagap dan terus stop saya dengan kata "tok sah berdebat lagi, awak bukak al qur'an ayat sekian sekian pasai sunnah" saya pun diamlah sbb saya tak berapa tau pasai ayat qur'an ni.

kedian kelas kedua habis di situ, balik rumah saya makin bengong, jauh lari dgn guru ajaq dan apa yang saya tau. saya tanya kawan saya dan dia sahkan itulah jemaah yang dia kena dulu dan bila tanya guru pun guru pula sahkan benda sama. memang beberapa jam jugak jadi mamai tapi alhamdulillah, guru suh mandi sunat taubat dan tawajjuh alhamdulillah rasa ok dah.

sepatutnya malam tu saya kena pi sambung lagi tapi saya tak mau, guru dah cakap jgn pi, silap saya juga masa nak pi tu tak minta izin guru pun pakai pi ja cuma cakap kat guru yang saya nak join kelas tafsir tapi guru diam ja maybe dia nak saya rasa sendiri dan dapat pengajaran memang dapat pengajaran dah pung

apa komen kalian? ada tak yang kena macam saya, sahabat saya ni?

Monday, May 21, 2007

Kepingin Mengaji Sama NII

sumber

Pertanyaan :

Saya adalah seorang mahasiswa di Jakarta. Saat ini ada beberapa teman saya yang baru-baru ini ternyata ikut pengajian di NII. Saya telah mencari informasi di internet tentang gerakan ini dan ternyata ada beberapa versi. Ada yang mengatakan bahwa NII itu adalah gerakan yang sesat, adapula bahwa NII yang sesat itu hanyalah NII KW IX. Saya ingin menanyakan fakta mana yang sebenarnya terjadi? Tolong dengan keterangan2 atau situs yang lengkap dikirim ke e-mail saya. Jazakalloh.

Ujang, xxxxxxx_joe@yahoo.com | IP: 125.160.97.90, Apr 30, 5:41 AM

Jawaban :

Kami memahami keresahan Ujang terhadap aktivitas beberapa teman yang diduga ikut NII KW IX yang menurut pemberitaan beberapa media adalah gerakan sesat. Siapa yang mau jika pengajian yang diikuti bukannya mencerahkan tetapi justru menyesatkan?

Di sini kami tidak akan menghakimi apakah pengajian yang diikuti teman-teman Ujang itu sesat atau tidak. Kami juga tidak akan membahas NII ataupun NII KW IX, apakah bisa disebut gerakan Islam atau justru harus disebut gerakan sesat. Kami lebih memilih memberikan jawaban yang akan mencerdaskan Ujang dan teman-teman yang lain. Silakan simak penjelasan berikut :

A. Identitas Organisasi/Partai

Tiga syarat organisasi dakwah Islam yang ideal :

(1) Asasnya Islam, dituliskan secara jelas dalam AD/ARTnya. Bukan berasas yang selain Islam. Asas berarti pijakan/dasar seluruh aktivitas organisasi. Jika asasnya tidak Islam, maka bagaimana mungkin organisasi itu akan mengajak pada ajaran agama Islam?

(2) Mempunyai target dan tujuan Islami yang jelas, serta bisa diukur tingkat keberhasilannya. Walaupun sulit dicapai, tetapi kalau masih dalam lingkaran “mungkin” itu adalah boleh.

(3) Mempunyai pemikiran (fikrah) yang hanya merujuk dari sumber ajaran agama Islam, yaitu Al Quran dan As Sunnah. Tidak merujuk pada kitab-kitab lain yang bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah.

Termasuk tidak boleh merujuk pada pemikiran orang-orang kafir seperti Karl Marx, Adam Smith, John Locke, Montesque, Thomas Hobbes, Sigmund Freud, dan lain sebagainya. Khususnya jika yang dibahas adalah hal-hal yang berkaitan dengan aqidah, ibadah, dan muamalah (termasuk sistem ekonomi, sistem politik dan pemerintahan, ataupun sistem pendidikan). Jika yang dibahas adalah sains dan teknologi, maka bisa diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan Islam.

(4) Mempunyai metode (thariqah) yang jelas untuk mencapai tujuannya. Thariqah itu harus thariqah yang Islami, bukan thariqah yang bertentangan dengan Islam. Contoh thariqah yang bertentangan dengan Islam : melakukan pemberontakan bersenjata, mendirikan negara di dalam negara (sehingga “negara” buatannya itu tidak mempunyai kedaulatan sendiri karena masih di dalam kekuasaan negara yang asli).

(5) Mempunyai agenda yang serius untuk membimbing anggota-anggotanya agar berkepribadian Islami (bersyakhsiyah Islamiyah), baik pemikirannya ataupun perasaannya.

Organisasi yang justru merusak kepribadian anggotanya misalnya membolehkan untuk tidak sholat lima waktu, melepaskan jilbab, bergaul bebas dengan lawan jenis, dsb. adalah organisasi yang wajib ditinggalkan.

B. Anggota Organisasi/Partai

Selain lima hal tersebut, anggota organisasi dakwah Islam haruslah dari kalangan orang Islam saja. Tidak boleh ada orang kafir yang bergabung di dalamnya. Jika ada, maka organisasi tersebut bukanlah organisasi dakwah Islam. Bagaimana mungkin ada orang kafir yang mendakwahkan Islam? Bukanlah ia sendiri yang harus didakwahi? Orang kafir hanya boleh masuk menjadi anggota organisasi Islam hanya jika ia telah masuk Islam terlebih dahulu. Ditandai dengan membaca dua kalimat syahadat yang diketahui secara pasti oleh pimpinan/pengurus organisasi dakwah tersebut.

C. Aktivitas Organisasi/Partai

1. Ide-ide/pemikiran organisasi yang disebarkan

Organisasi dakwah Islam harus beraktivitas menyebarluaskan ajaran Islam. Jika ada organisasi yang justru menyebarluaskan pemikiran yang tidak Islami seperti sekularisme, pluralisme, dan liberalisme, maka organisasi tersebut bukanlah organisasi Islam, tetapi organisasi sesat.

Jadi, kalau ada organisasi/partai yang mengatakan bahwa mereka setuju pluralisme maka organisasi/partai itu adalah sesat. Walaupun partai tersebut mengaku berasas Islam dan mengaku partai dakwah, itu adalah bohong belaka. Pada hakikatnya, partai penganjur pluralisme tersebut adalah sesat. Hal ini sesuai dengan fatwa MUI tentang haramnya penyebaran tiga pemikiran tersebut (fatwa haramnya sepilis). Sudah sepantasnya kita sebagai umat Islam mendukung sepenuhnya fatwa MUI tersebut. Tidak pantas ada organisasi/partai Islam yang justru membuat bingung umat Islam dengan mengadopsi istilah-istilah asing yang tidak Islami.

2. Dakwah pemikiran bukan kekerasan

Tujuan menerapkan syariah Islam harus dicapai dengan cara-cara yang dicontohkan Rasulullah saw. Dalam usahanya menegakkan sistem Islam, Rasulullah saw tidak pernah menempuh cara-cara kekerasan. Ini bukan karena beliau dan para sahabatnya takut, melainkan karena demikianlah perintah Allah. Oleh karena itu, jika ada organisasi yang mengajarkan atau mengajak pada cara-cara kekerasan seperti merampok, membunuh, atau mengebom, maka itu pasti bukan organisasi Islam. Bisa jadi itu adalah organisasi buatan orang-orang kafir yang dilabeli Islam, kemudian berusaha merekrut orang-orang Islam (yang hanya bermodal semangat tetapi berpikiran lugu). Tujuannya adalah untuk menciptakan ketakutan (syariahphobia) terhadap syariah Islam. Mereka ingin agar muslim yang memperjuangkan syariah Islam dianggap sebagai teroris yang wajib dilenyapkan.

C. Cara menyebarkan pemikiran

Dalam menyebarkan pemikiran, organisasi/partai dakwah Islam terikat dengan hukum-hukum syara’. Organisasi/partai tidak boleh menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Jadi, antara ide yang disebarkan harus sesuai dengan cara yang ditempuh.

Cara-cara yang melanggar syariat Islam tidak boleh ditempuh, walaupun cara itu mungkin akan mendatangkan/merekrut banyak anggota, disukai masyarakat, ataupun mendatangkan banyak dana untuk biaya operasional organisasi. Apalagi jika hanya untuk mendapatkan kekuasaan, sangatlah tidak pantas jika ada organisasi/partai Islam yang justru menggelar acara yang tidak Islami, misalnya : acara yang di dalamnya terjadi ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita), goyang dangdut yang menampilkan wanita muslimah di depan banyak penonton pria dan wanita, juga acara yang menampilkan artis wanita berpakaian seksi yang menyanyi dangdut dengan mendesah-desah diiringi goyangan erotis, dan cara-cara lain yang melanggar syariah Islam.

Nah, sekarang menjadi tugas Ujang dan teman-teman untuk meneliti lebih jauh pengajian yang telah diikuti teman-teman Ujang itu. Apakah telah sesuai dengan poin-poin yang kami jelaskan di atas?

Jika telah lolos seleksi dengan berbagai kriteria di atas, ya silakan ikuti pengajian yang diselenggarakan organisasi tersebut. Mahasiswa yang mengaji Islam tentu jauh lebih baik dibandingkan mahasiswa yang hanya pasif saja. Mahasiwa kalau hanya kuliah saja tanpa diiringi belajar dan berdakwah Islam, maka ia belumlah menjadi mahasiswa muslim yang ideal. Bukankah mengaji Islam dan mendakwahkan Islam adalah kewajiban semua muslim, termasuk mahasiswa muslim?

Akan tetapi, jika organisasi penyelenggara pengajian tersebut tidak sesuai poin-poin yang kami jelaskan di atas, maka jangan ragu-ragu untuk meninggalkannaya. Carilah forum-forum pengajian lain yang saat ini sudah banyak tersedia di sekitar kita. Apalagi di kampus-kampus kota besar seperti Jakarta. Pasti banyak forum pengajian Islami yang benar (tidak sesat) yang bertebaran di Kota Jakarta. Ujang dan teman-teman silakan memilihnya..

Pilihlah suatu forum pengajian yang ideologis, yang membahas Islam dari akarnya, sekaligus mampu menjelaskan kesalahan ideologi kapitalis-sekuler yang saat ini menguasai dunia. Serta mampu menjelaskan pula kesalahan “anak keturunan” dari ideologi sekuler tersebut yang biasa diusung dengan istilah-istilah mentereng seperti demokrasi, pluralisme, liberalisme, emansipasi, kesetaraan gender, dan lain sebagainya.

Selamat mengaji. Apabila masih ada yang belum jelas, silakan hubungi kami lagi kapan saja anda butuh bantuan. (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

Saturday, April 28, 2007

Di Luar NII-Binatang & Kafir-Solat Ritualnya sia-sia


source

Assalamualaikum wr. wb.

Yang saya tahu di NII antara desa satu dan desa yang lainnya mempunyai ilmu yang berbeda-beda,
Namun pada intinya tetap satu "JUALAN AYAT2 ALQURAN DENGAN TAFSIRAN NGAWUR"

Dulu kuliah saya berantakan Aneh, jarang sujud sehingga mental rohani menjadi gersang Hiks.., hubungan dengan keluarga tidak harmonis Hiks.., yang ada dibenak saya cuma tilawah dan kejar setoran Gubraks!, dan yang lebih parah MUSA saya bilang orang di luar NII itu binatang Hiks... Padahal Allah sendiri berfirman Manusia itu diciptakan dalam kondisi sebaik2nya mahluk. dasar hukum di NII tidak jelas sama sekali. Yang ada adalah dasar hukum dengan penafsiran ALQURAN NGAWUR. Masalah RMU (Rububiah, Mulkiyah dan Uluhiyah) itu penghinaan terhadap Hakikat ketauhidan Allah SWT. Betapa piciknya menafsirkan tauhid dengan sesuatu yang dicipta-NYA . Jelas sekali ini syirik aghrad, menyama2kan Tuhan dengan sesuatu yang di ciptakannya, belum lagi masalah kerosulan, di NII setiap pemimpin itu Rosul (masya ALLAH), padahal Rasulullah sendiri mengatakan bahwa tidak ada nabi dan rosul sesudahku. Belum lagi tentang kebanggaan dengan sholat aqimuddin dan mengolok2 mereka yang masih melakukan sholat ritual, padahal kalo kita jeli di ALQURAN di sebutkan dalam kondisi apapun sholat itu wajib, seperti dalam kondisi perangpun Allah menyerukan untuk tetap mendirikan sholat.

(4:102) Apabila kamu di kalangan mereka, dan melakukan solat bagi/ untuk mereka, maka hendaklah segolongan daripada mereka berdiri bersama kamu, dan hendaklah mereka mengambil senjata-senjata mereka. Apabila mereka sujud, hendaklah mereka berada di belakang kamu, dan hendaklah segolongan lain yang belum sholat datang, dan sholat bersama kamu, dengan mengambil kewaspadaan mereka dan senjata-senjata mereka. Orang-orang yang tidak percaya menginginkan kamu lengah dari senjata-senjata kamu, dan barang-barang kamu, lalu mereka akan menyerbu kamu dengan serbuan sekaligus. Dan tidaklah bersalah atas kamu jika kamu dalam gangguan hujan, atau kamu sakit, untuk meletakkan senjata-senjata kamu, tetapi ambillah kewaspadaan kamu. Allah menyediakan bagi orang-orang yang tidak percaya, azab yang hina.

4:103. Apabila kamu telah melaksanakan solat, ingatlah kepada Allah, berdiri, dan duduk, dan di atas lambung kamu. Kemudian, apabila kamu tenteram, lakukanlah solat; sesungguhnya solat adalah kitab yang di-shcedulkan bagi orang-orang mukmin.

Oh ya satu hal yang membuat saya tetap eksis sampai sekarang ini adalah dukungan dari keluarga dan teman2, tentunya juga dukungan dari Allah SWT. Dulu teman sekelasku waktu keluar menjadi gila dan masuk ke rumah sakit jiwa karena ancaman2 darahnya halal, kalau sudah futuh yang KASLAN akan dijadikan budak dan lain sebagainya. Padahal kalau di hadapi langsung semuanya pada ngacir satu persatu. Peace ahhh!. Sekedar Info bisa di jadikan gambaran bagaimana stressnya seorang muslimah gara2 Kepincangan paham ini, silahkan antum semuanya baca novel dengan judul "Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur" Memoar Luka Seorang Muslimah karya karya Muhidin M.
Masih banyak sekali kepincangan2 dari paham NII. Miris dan Tragis sekali kisah nyata yang diperankan oleh Nidah Kirani dalam novel tsb. Sebetulnya paham ideologi yang dianut di NII adalah ideologi Neo Khawaraj yang dulu di brantas pada zaman kekhalifahan.

Dan memang betul seperi yang saya dapat dari internet : "NII dapat merusak kesehatan, membuat gangguan jiwa, meninggalkan keluarga dan menguras harta benda, jika sakit berlanjut silakan BERTOBAT !!!"

Ya itu semua pilihan dan hak semua orang utk memilih. Namun jika tatanan kehidupan berlandaskan pada penafsiran ALQURAN yang NGAWUR akan merusak tatanan kehidupan, baik aqidah dan akhlak dalam beribadah dan bermasyarakat. Semuanya terserah Anda untuk memilih. Benar dan salah kita kembalikan kepada Allah. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. Semuanya saya kembalikan kepada Allah SWT. Semoga bisa mendapatkan maghfirah dan Ridhoanya. Amiin.

Wassalamualakum wr. wb.