Thursday, May 04, 2006

Tobat Cukup 300 Ringgit

sumber


Jumat, 30 September 2005 02:20:23


Tobat Cukup 300 Ringgit

Kuala Lumpur, BPost
Sebuah kelompok pengajian tafsir Alquran di Malaysia dilaporkan melakukan penyimpangan ajaran Islam dengan memungut uang sebesar 300 ringgit atau senilai Rp750 ribu kepada para pengikut barunya. Uang itu disebut sebagai ‘uang tobat’ yang dipakai untuk menyucikan diri.

Kelompok pengajian yang dinilai menyimpang itu bernama Daulah Islamiah Nusantara (DIN) atau yang lebih dikenal dengan kelompok Pemuda Khafi. Kelompok itu telah 10 tahun berdiri di Malaysia.

Temuan penyimpangan ajaran Islam itu disampaikan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Kamis (19/9). Seperti dilansir surat kabar The Star, ABIM menilai DIN telah memperalat agama untuk mengumpulkan dana.

Seorang mantan anggota kelompok itu, Leman, mengakui telah menyetor 1.360 ringgit, masing-masing untuk uang pendaftaran (1.000 ringgit), uang tobat (300 ringgit) dan iuran bulanan (60 ringgit).

"Untuk uang tobat, awalnya saya mau membayar 100 ringgit karena kekurangan uang, tetapi mereka mengatakan saya telah hidup dan berdosa selama 25 tahun, tak bisa hanya 100 ringgit," kisah Leman.

Leman mengatakan dia kini dinyatakan sebagai "orang kafir" karena hanya sempat mengikuti ajaran DIN selama dua minggu saja. Dia seharusnya mengikuti pengajian selama enam bulan sesuai dengan kurikulum kelompok itu.

"Saya masuk kelompok itu April lalu, diajak oleh tiga orang. Saya tertarik karena ada kelas Alquran," tutur Leman.

"Kali pertama tilawah, saya dibawa ke sebuah tempat. Ketika masuk ke kawasan itu, kami melewati jalan yang berliku-liku, katanya supaya tidak dilihat oleh orang kafir," lanjut Leman.

Menurut dia, orang kafir yang dimaksud kelompok itu adalah mereka yang bukan pengikut ajaran itu.’

Leman menjelaskan ada banyak keanehan yang diterapkan oleh DIN. Di antaranya istilah sholat aktual dan sholat ritual. Para pengikut diharuskan melaksanakan sholat ritual, seperti biasanya. Sedangkan para pemimpinnya hanya melaksanankan sholat aktual. Yang dimaksudkan sholat aktual menurut DIN adalah melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengajar, makan, dan sejenisnya.

"Saya cukup heran, kok para pemimpinnya tak pernah sholat. Ketika saya tanya, mereka malah menjawab sholat ada jenis, yakni aktual dan ritual. Yang mereka lakukan adalan sholat aktual," kisah Leman.Belum ada laporan apa tindakan petugas setempat terkait penyimpangan ajaran agama itu. TT/fer

No comments: